MANAGED BY:
SELASA
25 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Jumat, 24 Mei 2019 13:29
Polri Bilang, Massa Ditunggangi Dua Kelompok Berbeda
8 Orang Jadi Korban Jiwa Kerusuhan 21-22 Mei
Kerusuhan 21-22 Mei memakan korban jiwa. Hingga Kamis (23/5) tercatat delapan orang meninggal dunia akibat insiden ini. (Miftahul Hayat/JawaPos.com)

PROKAL.CO, JAKARTA- Korban meninggal bertambah dua orang akibat bentrokan yang terjadi antara massa yang tidak puas dengan hasil pilpres 2019 dan petugas kepolisian pada 21-22 Mei. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan dari data yang ia peroleh, korban meninggal totalnya sudah ada delapan orang.

“Korban yang meninggal jumlahnya terbaru adalah 8 orang,” ujar Anies di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (24/5) seperti dilansir JawaPos.com. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) ini mengatakan, setidaknya sebanyak 730 orang dirawat di rumah sakit yang tersebar di ibu kota. Mereka luka-luka dan perlu mendapatkan penanganan serius.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama petugas Damkar ikut membersihkan bagian Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (23/5). (Gunawan Wibisono/ JawaPos.com)

 “Jenis diagnosis terbanyak yang nontrauma 93 orang, luka berat 79 orang, luka ringan 462 orang, ada yang belum ada keterangan 96 orang,” urainya. Anies menambahkan, dari data yang ia peroleh, sebanyak 179 korban berusia di bawah 19 tahun. Hal inipun menjadi keprihatinan Anies. Sementara remaja berkisar umur 20-29 tahun totalnya 294 orang. “Jadi, jumlah anak-anak muda cukup banyak di sini,” kata dia.

Berikut ini adalah identitas korban meninggal aksi 21-22 Mei 2019 yang dimiliki Pemprov DKI :

1. Farhan Syafero, pria, 31 th. Alamat : Depok, Jabar. Meninggal di RS Budi Kemuliaan (jenasah dirujuk ke RSCM), tanggal 22 Mei 2019

2. M. Reyhan Fajari, pria, 16 th. Alamat : jl. Petamburan 5, RT 010/05, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Meninggal di : RSAL Mintoharjo, tanggal 22 Mei 2019

3. Abdul Ajiz, pria, 27 th. Alamat : Pandeglang, Banten.Meninggal di RS Pelni, tanggal 22 Mei 2019

4. Bachtiar Alamsyah, pria. Alamat : Batu ceper, Tangerang. Meninggal di RS Pelni, tanggal 22 Mei 2019

5. Adam Nooryan, pria, 19 th. Alamat : jl. Sawah Lio II gg 3 no 6A RT 6/1 Jembatan 5, Tambora. Meninggal di RSUD Tarakan, tanggal 22 Mei 2019

6. Widianto Rizky Ramadan, pria, 17 th. Alamat : jl. Slipi Kebon Sayur, Kemanggisan, Slipi. Meninggal di RSUD Tarakan

7. Tanpa Identitas, Pria
Meninggal di RS Dharmais, tanggal 22 Mei 2019

8. Sandro, pria, 31 th
Meninggal di RSUD Tarakan, tanggal 23 Mei 2019 (pasca rawat sejak 22 Mei 2019)

DITUNGGANGI

Sementara itu Polri memastikan bahwa aksi damai yang berlangsung pada Selasa (21/5) dan Rabu (22/5) ditunggangi massa perusuh dari dua kelompok berbeda. Satu kelompok diduga terafiliasi dengan ISIS. Mereka ingin menebar teror. Sedangkan kelompok lainnya menguasai senjata api ilegal. Kelompok ini berniat membikin kerusuhan supaya masyarakat antipati kepada aparat dan pemerintah.

Menurut Kepala Divisi Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal, kelompok pertama bernama Garis. ”Itu adalah Gerakan Reformis Islam,” ungkap dia kemarin (23/5). Mereka berasal dari luar Jakarta. Aksi damai sengaja mereka tunggangi untuk beraksi. ”Mereka memang berniat berjihad pada aksi unjuk rasa 21 dan 22 Mei,” ujarnya.

 

ISTIRAHAT: Pasukan Brimob tengah beristirahat di sela-sela kendaraan taktis. Mereka istirahat karena tidak ada lagi aksi massa. (DERY RIDWANSAH/JAWAPOS.COM)

 Keterangan tersebut disampaikan Iqbal berdasar penjelasan sejumlah tersangka yang sudah diamankan oleh aparat kepolisian. Di antara tersangka itu ada anggota Garis. ”Kami menemukan bukti-bukti yang sangat kuat,” ujar dia. Tidak hanya terafiliasi ISIS, kelompok itu pernah mengirimkan kader ke Suriah. Ketua dewan syuro Garis juga bukan orang sembarangan. ”Salah satu ketua dewan syuro-nya Ustad ABB,” imbuhnya. ABB yang dimaksud Iqbal adalah Abu Bakar Ba’syir.

SALAT BERJAMAAH: Di tengah kondisi mencekam pada Rabu (23/5) malam anggota Brimob tetap menjalani ibadah salat. Bahkan mereka menunaikan salah secara berjamaah. (HENDRA EKA/JAWA POS)

 Iqbal menjelaskan bahwa kelompok kedua yang menguasi senjata api ilegal lagi-lagi kembali ditangkap oleh aparat kepolisian. ”Kemarin (Rabu) juga sudah diamankan tiga tersangka yang membawa dua senjata api,” jelas dia. Tujuan kelompok tersebut sangat jelas. ”Ingin memancing kerusuhan. Mereka ingin menciptakan martir,” jelas dia. Martir itu hendak dipakai untuk membuat publik marah kepada aparat keamanan. ”Dan ini terus kami dalami dan terus kami kejar,” imbuhnya.

Iqbal menekankan kembali, temuan-temuan yang diperoleh aparat kepolisian menunjukan bahwa aksi damai pada Selasa dan Rabu lalu sudah ditunggangi oleh kelompok yang hendak membuat onar. ”Dua kelompok yang menunggangi aksi massa ini untuk menciptakan kerusuhan. Sehingga masyarakat tidak percaya atau apriori kepada aparat keamanan,” tegasnya. (syn/oni)

 


BACA JUGA

Senin, 24 Juni 2019 14:15

Komnas HAM Tuding Aparat Tak Taati Rekomendasi

Tewasnya Ahmad Setiawan di kolam bekas tambang memantik reaksi Komisi…

Senin, 24 Juni 2019 14:13

Diduga Terjadi Pembiaran Berlarut

Satu demi satu warga di Samarinda bertumbangan. Lubang bekas tambang…

Senin, 24 Juni 2019 14:11
Samarinda yang Selalu Saja Ada Tambang Ilegal

Pemerintah Beri Ruang Pelanggaran

PELANGGARAN demi pelanggaran dilakukan para pelaku usaha pertambangan di Kaltim.…

Senin, 24 Juni 2019 13:26
Jumlah Pelanggaran Pemilu 2019 Naik Pesat Dibanding 2014

Kombinasi Meningkatnya Pengawasan dan Bebalnya Peserta

Tingkat kepatuhan peserta pada Pemilu 2019, rupanya, belum membaik. Yang…

Senin, 24 Juni 2019 13:18

Pemilik Pabrik Korek Ditangkap di Hotel

LANGKAT – Polres Binjai terus mendalami kasus kebakaran yang menewaskan…

Senin, 24 Juni 2019 10:18

Persentase Penurunan Harga Tiket Pesawat Masih Dikaji

Penurunan harga tiket pesawat masih dinanti-nanti masyarakat. Pihak maskapai masih…

Minggu, 23 Juni 2019 22:57
Ahmad, Jadi Korban Ke-35 yang Tewas di Kolam Bekas Tambang

Diketahui Tenggelam setelah Empat Jam

Pemprov Kaltim sepertinya diuji. Setelah temuan sejumlah tambang ilegal di…

Minggu, 23 Juni 2019 22:54

Tambang di Samarinda, Pastikan TNI Tak Terlibat

ATURAN dilanggar. Hasil bumi dicuri. Namun hingga kini, belum tampak…

Minggu, 23 Juni 2019 22:47

Tiket Pesawat Bisa Murah Asal Ini yang Dihapus...

JAKARTA-Keriuhan masyarakat terhadap harga tiket pesawat mendapat respons dari pemerintah.…

Minggu, 23 Juni 2019 22:43

Insentif Pemerintah Bikin Properti Bakal Lebih Bergairah

Pemerintah punya kebijakan baru untuk dunia properti. Salah satunya insentif…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*