MANAGED BY:
RABU
26 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Jumat, 24 Mei 2019 11:27
Obligasi Bisa Percepat Pembangunan
Alexander Soemarno

PROKAL.CO, SAMARINDA- Pemprov Kaltim diminta mempertimbangkan untuk menerbitkan obligasi atau surat utang daerah. Pasalnya langkah ini diyakini bisa mempercepat pembangunan infrastruktur di Bumi Etam. Karena, saat ini dana yang digunakan untuk membangun berbagai proyek infrastruktur, pemda hanya mengandalkan pembiayaan dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) maupun APBD.

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kaltim Alexander Soemarno mengatakan, banyak daerah yang akan melakukan penerbitan surat utang. Itu dikarenakan obligasi bisa mempercepat proses pembangunan. Sebab jika menunggu APBN atau APBD cair membutuhkan waktu dan pengalokasian.

Misalnya untuk dana pembangunan yang membutuhkan Rp 10 triliun, sementara APBD hanya mengalokasikan Rp 1 triliun, maka pemprov bisa utang dulu dengan obligasi. “Lalu nanti hasil penggunaan infrastruktur maupun alokasi APBD tahun berikutnya untuk mencicil obligasi tadi. Sehingga obligasi bisa mempercepat pembangunan infrastruktur,” terangnya.

Dia mengungkapkan, ada beberapa ketentuan dasar untuk menerbitkan obligasi daerah. Seperti tujuan penerbitan obligasi, kemampuan kelola keuangan, sumber dana pembayaran kupon bunga, perkiraan kapasitas, pendapatan yang bisa diraih dari kegiatan yang dibiayai oleh obligasi tersebut, dan masih banyak lagi.

“Pertanyaannya, apa Kaltim bisa memenuhi seluruh persyaratan tersebut? Jika bisa, setelah terbit pun masih banyak kewajiban yang dipenuhi,” ungkapnya. Kewajiban pemerintah daerah, tambahnya, seperti membuat laporan penggunaan dana, laporan pelaksanaan kegiatan yang didanai, laporan pembayaran kupon bunga.

Kalau ada yang gagal pertanggungjawabannya, dana perimbangan bisa diberhentikan oleh menteri keuangan. “Kalau pengelolaannya disiplin maka risikonya tidak akan besar,” katanya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi mengatakan, hingga sekarang pihaknya belum mau mengikuti daerah lain untuk menerbitkan surat utang. Hal itu karena seluruh pembiayaan pembangunan infrastruktur Kaltim dinilai masih cukup. Dana yang selama ini mengalir masih bisa membiayai pembangunan Bumi Etam.

“Kita belum ada terpikir mau obligasi, karena kalau APBD tidak cukup kita minta dari pusat untuk membiayai proyek-proyek pembangunan lain,” ujarnya.

Dia menjelaskan, bukannya tidak ingin meniru daerah lain, hanya itu belum menjadi prioritas. Dana yang saat ini masih cukup untuk membangun sedikit demi sedikit infrastruktur Bumi Etam. Walau biasanya pembangunan infrastruktur dengan skema obligasi jauh lebih transparan karena utang tersebut langsung disalurkan langsung kepada kontraktor, untuk pembangunan dan memiliki pengawasan ketat.

“Tapi kita belum ke arah sana, mungkin nanti kalau sudah sangat dibutuhkan baru kita akan terbitkan obligasi,” pungkasnya. Diketahui, obligasi daerah adalah surat utang yang diterbitkan pemda yang ditawarkan kepada publik melalui penawaran umum di pasar modal. (*/ctr/ndu)


BACA JUGA

Selasa, 25 Juni 2019 13:41

Percepatan Populasi Sapi Terus Digenjot

SAMARINDA- Setelah mencatat produksi yang memuaskan pada 2018, mengawali tahun…

Selasa, 25 Juni 2019 13:39

Pangsa Kredit UMKM Kaltim Terus Meningkat

SAMARINDA-Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dianggap sebagai sektor yang…

Senin, 24 Juni 2019 13:21

Industri Ritel Makin Kompetitif, Pemain Besar Tutup Gerai

JAKARTA – Semakin kompetitifnya persaingan di dunia ritel membuat perusahaan…

Senin, 24 Juni 2019 10:19

Transportasi Online Tumbuhkan Transaksi Nontunai

SAMARINDA- Potensi ekonomi digital masih sangat besar di Kaltim. Utamanya…

Minggu, 23 Juni 2019 20:56

Bisnis Retail Masih Hadapi Goncangan, Enam Gerai Giant Ditutup

Bisnis retail menghadapi masih goncangan. PT Hero Supermarket Group Tbk,…

Sabtu, 22 Juni 2019 11:42

Bertahap Mulai Tahun Depan, Distribusi Elpiji Melon Pakai Kartu

JAKARTA – Pemerintah akan menerapkan penyaluran subsidi elpiji 3 kg…

Jumat, 21 Juni 2019 13:10

Perlu Yakinkan Pasar Sebelum B30

SAMARINDA-Mandatori pencampuran solar dengan 20 persen crude palm oil (CPO),…

Jumat, 21 Juni 2019 13:09

Investor Masih Tertarik dengan Pertambangan

SAMARINDA-Pada triwulan pertama Kaltim mencatat ada 763 izin usaha. Jumlah…

Jumat, 21 Juni 2019 13:05

Triwulan Kedua Ekonomi Kaltim Lebih Baik

SAMARINDA-Memasuki triwulan II 2019, ekonomi Kaltim diperkirakan tumbuh stabil dengan…

Jumat, 21 Juni 2019 13:03

Outflow Ramadan Rp 4,78 Triliun

SAMARINDA-Kinerja outflow saat Mei mencapai Rp 4,78 triliun, meningkat 86,03…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*