MANAGED BY:
RABU
17 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM PEMBACA

Jumat, 24 Mei 2019 10:54
Mahalnya Sebuah Kejujuran
Ismail

PROKAL.CO, Ismail MPdI, Guru Fiqih MAN IC

 SALAH satu indikator ketakwaan adalah kebenaran dan kejujuran atau shiddiq, yakni adanya keselarasan antara ucapan dengan yang ada di hati serta keserasian antara perkataan dan perbuatan. Shiddiq adalah hal yang paling mahal dalam Islam. Terlebih di tahun politik saat ini, tidak sedikit manusia justru memiliki karakter tidak selaras antara hati dan ucapan serta tidak serasi antara perkataan dan perbuatan.

Padahal Allah SWT amat benci kepada orang yang memiliki karakter hipokrit atau munafik seperti ini. Sebagaimana Firman-Nya, “Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah, bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu perbuat” (QS As-Shaaf:2-3).

Itulah sebabnya Islam memberikan prioritas terhadap kejujuran. Bahkan kejujuran dijadikan sebagai salah satu kunci untuk meraih kebahagiaan di akhirat nanti. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya kejujuran itu akan membawa kebaikan, dan kebaikan akan mengantarkan orang ke dalam surga. Tidaklah seseorang selalu berkata dan berusaha untuk selalu jujur, sehingga Allah mencatatnya sebagai orang yang jujur. Sebaliknya, kedustaan itu akan membawa kedurhakaan, dan kedurhakaan itu akan menjerumuskan orang ke neraka. Dan tidaklah seseorang selalu berdusta dan berusaha menutupi kedustaannya dengan kedustaan yang lain, kecuali Allah akan mencatatnya sebagai seorang pendusta”(H.R. Bukhari Muslim).

Namun sayang, ketidakjujuran tampaknya sudah mewabah pada hampir semua aspek kehidupan. Di mana-mana kita menyaksikan orang berbohong. Di gedung parlemen, pengadilan, pasar, kantor, kampus, sekolah dan lain-lain, ada saja orang yang berani berdusta untuk menutupi perilaku buruknya.

Suatu hari, ada seorang kafir yang hendak masuk Islam. Dia sangat sulit meninggalkan beberapa akhlak buruk yang sudah dilakukannya sejak masa kejahiliyahannya. Bagaimana nasihat nabi? Ternyata Nabi SAW hanya berkata singkat padanya, ”Jangan berbohong!” Kalimat singkat tapi mengandung nilai edukasi yang tinggi, yaitu penting dan mahalnya sebuah kejujuran.

Kejujuran adalah syarat mutlak untuk meraih kebahagiaan. Secara psikologis orang yang jujur hatinya akan selalu tenteram, damai, dan bahagia. Tak ada rasa waswas dan takut. Sebaliknya, orang yang gemar berdusta, hidupnya tidak tenang dan konflik batin. Jiwanya senantiasa dihantui oleh rasa khawatir, takut kebohongannya akan terbongkar.

Lalu, bagaimana memulai pola hidup yang berlandaskan kejujuran? Dimulai dari diri sendiri. Jangan sampai hati membenarkan tapi lisan dan badan mengingkari. Jangan sampai kehendak nurani bertentangan dengan jasmani. Mintalah selalu fatwa kepada hati nurani. Karena nurani senantiasa menggetarkan suara kebenaran.

Rasulullah berwasiat, ”Mintalah fatwa kepada hatimu”. Lalu tautkan raga dengan jiwa. Selaraskan dan serasikan terus antara lisan dan hati, perkataan dan perbuatan serta antara raga dan jiwa. Ketika lisan dan hati selaras, kata dan laku serasi, serta raga menuruti jiwa dan panggilan nurani, saat itulah diri kita tak akan pernah bertindak menentang kebenaran hakiki. Wallahu a’lam bi al-shawaab. (pms/jib/kri/k16)


BACA JUGA

Senin, 15 Juli 2019 08:09

Kaltim Sebagai Ibukota NKRI: Kenapa tidak?

Oleh: Apri Gunawan, SE Pilihan untuk menjadikan Kalimantan Timur sebagai…

Jumat, 12 Juli 2019 11:23

Pelajaran dari Kasus Bau Ikan Asin

Bambang Iswanto* MAKNA denotasi frasa bau ikan asin adalah aroma…

Minggu, 07 Juli 2019 21:36

Mengutamakan Moral Dalam Pembangunan

Oleh: Apri Gunawan, SE  Ketua IPDP Kaltim Kota Samarinda  …

Jumat, 05 Juli 2019 12:03

Anjing (di)-Masuk-(kan) Masjid

Oleh: Bambang Iswanto*   Tiba-tiba saja berita terkait anjing menjadi…

Sabtu, 29 Juni 2019 12:02

Memenuhi Kebutuhan Air Bersih Tanggung Jawab Negara

Ratna Munjiah Pemerhati Sosial Masyarakat   MASYARAKAT Kutim dihadapkan dengan…

Jumat, 28 Juni 2019 21:11

Sama di Mata Hukum

Bambang Iswanto*   SUATU saat, Ali bin Abi Thalib melihat…

Rabu, 26 Juni 2019 12:10

Zonasi Sekolah dan Pemerataan Pendidikan

Syamsuddin MPd Dosen Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kaltim   LIBUR…

Minggu, 16 Juni 2019 13:26

Demokrasi dan Persen

Oleh BANDUNG MAWARDI HARI-HARI menjelang keruntuhan rezim Orde Baru, Wiji…

Jumat, 14 Juni 2019 14:39

Lebaran Berkawan Air

ADA nuansa berbeda pada Idulfitri 1440 Hijriah di Kaltim. Beberapa…

Kamis, 13 Juni 2019 11:27

Banjir dan Kita

Disaat  semestinya bersukaria menyambut hari raya kemenangan Idul Fitri, sejumlah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*