MANAGED BY:
SELASA
25 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Kamis, 23 Mei 2019 14:36
GIMANA NIH..!! Sudah Diresmikan, Maloy Tak Kunjung Beroperasi
BUTUH PERCEPATAN: Operasional Kawasan Ekonomi Khusus Maloy belum memuaskan karena masih terkendala penyediaan air bersih dan listrik.

PROKAL.CO, SAMARINDA- Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK-MBTK) di Kutai Timur telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada April lalu. Namun hingga saat ini geliat industri di kawasan tersebut terlihat. Padahal berbagai kemudahan sudah diberikan Pemprov Kaltim agar para investor masuk.

Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi mengakui pergerakan industri di Maloy masih minim. Ini disebabkan kawasan tersebut masih terkendala penyedia air bersih dan listrik. Tahun ini, PLN berencana memasang transmisi di sana, pihaknya juga meminta bupati untuk mempercepat pengoperasiannya. “Terkait seluruh janji pemprov seperti insentif pengurangan pajak untuk para pengusaha, lalu kemudahan lain semua pasti tetap berjalan,” katanya.

Dia menegaskan, saat ini yang terpenting pemerintah daerah terus melakukan percepatan agar semakin siap beroperasi. Kendala yang ada segera diselesaikan. Tahun ini, ketika semua fasilitas sudah memadai dia yakin Maloy siap beroperasi dan berkontribusi besar bagi perekonomian Bumi Etam. “Para pengusaha sudah siap, bahan baku sudah ada, tinggal berjalan saja,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perkebunan Kaltim Ujang Rachmad mengatakan, kesiapan bahan baku di Kaltim untuk menopang industri hilir di Maloy sudah cukup baik. Rata-rata produksi CPO per tahun mencapai 2,5-3,5 per tahun. Kaltim punya 81 pabrik kelapa sawit dengan kapasitas 4.500 ton tandan buah segar (TBS) per jam.

“Artinya sangat besar sekali produksi CPO kita. Sekarang dengan hasil sebanyak itu mayoritas diantar ke daerah lain atau diekspor,” katanya kepada Kaltim Post Selasa malam (21/5) usai menghadiri buka puasa bersama Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kaltim.

Dia menilai, Maloy bisa menjadi salah satu cara Kaltim untuk mempercepat proses hilirisasi. Tentu, Disbun Kaltim sebagai penyedia bahan baku harus gayung bersambut dengan industri hilirnya. “Kalau industri hilirnya siap, tentu petani lebih bergairah dalam menanam TBS kelapa sawit. Petani jadi memiliki kepastian pasar,” tuturnya.

Terlebih di dalam perda perkebunan berkelanjutan disebutkan ada kewajiban perusahaan perkebunan untuk mengalokasikan minimal 70 persen untuk penyedia bahan baku industri hilir yang berkembang di Kaltim. Sehingga dari aspek regulasi sudah siap, secara produktivitas juga sudah siap, agar di depan industri hilir di Kaltim tidak ada yang kekurangan bahan baku.

“Sebetulnya percepatan itu kami sudah tunggu. Peresmian sudah, berbagai fasilitas juga sudah, tinggal menunggu percepatannya saja,” pungkasnya.

Bersamaan, Pembina Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kaltim Azmal Ridwan mengatakan, dari pengusaha hanya menjadi user. Sebagai user tentunya siap dan tidak memiliki pilihan lain. Ketika Maloy berjalan tentunya pelaku usaha senang, karena banyak ongkos yang bisa dipangkas kalau punya pelabuhan sendiri.

“Masa kita mau jualan harus ke daerah lain dulu. Kalau bisa dari daerah sendiri, banyak ongkos logistik yang bisa kita pangkas,” ungkapnya.

Menurutnya, pelaku usaha saat ini siap untuk mengisi Maloy. Para pengusaha tidak punya pilihan untuk tidak suka, karena saat ini untuk berjualan bisa ke terminal terdekat. Secara prinsip yang didesak harusnya pemerintah, agar mempercepat karena pemakainya sudah sangat siap. “Maloy itu ibarat permata. Untuk apa ada permata di sana tapi untuk akses ke sana masih susah,” katanya.

Dia menjelaskan, Maloy butuh infrastruktur yang bagus untuk menuju hilirisasi. Jadi, jangan Maloy-nya saja yang sangat bagus, tapi jalan menuju ke sana juga harus sudah bagus. “Sudah dari tujuh tahun yang lalu kami siap, tapi belum bisa dipakai hingga saat ini,” tutupnya. (*/ctr/ndu)

loading...

BACA JUGA

Senin, 24 Juni 2019 14:15

Komnas HAM Tuding Aparat Tak Taati Rekomendasi

Tewasnya Ahmad Setiawan di kolam bekas tambang memantik reaksi Komisi…

Senin, 24 Juni 2019 14:13

Diduga Terjadi Pembiaran Berlarut

Satu demi satu warga di Samarinda bertumbangan. Lubang bekas tambang…

Senin, 24 Juni 2019 14:11
Samarinda yang Selalu Saja Ada Tambang Ilegal

Pemerintah Beri Ruang Pelanggaran

PELANGGARAN demi pelanggaran dilakukan para pelaku usaha pertambangan di Kaltim.…

Senin, 24 Juni 2019 13:26
Jumlah Pelanggaran Pemilu 2019 Naik Pesat Dibanding 2014

Kombinasi Meningkatnya Pengawasan dan Bebalnya Peserta

Tingkat kepatuhan peserta pada Pemilu 2019, rupanya, belum membaik. Yang…

Senin, 24 Juni 2019 13:18

Pemilik Pabrik Korek Ditangkap di Hotel

LANGKAT – Polres Binjai terus mendalami kasus kebakaran yang menewaskan…

Senin, 24 Juni 2019 10:18

Persentase Penurunan Harga Tiket Pesawat Masih Dikaji

Penurunan harga tiket pesawat masih dinanti-nanti masyarakat. Pihak maskapai masih…

Minggu, 23 Juni 2019 22:57
Ahmad, Jadi Korban Ke-35 yang Tewas di Kolam Bekas Tambang

Diketahui Tenggelam setelah Empat Jam

Pemprov Kaltim sepertinya diuji. Setelah temuan sejumlah tambang ilegal di…

Minggu, 23 Juni 2019 22:54

Tambang di Samarinda, Pastikan TNI Tak Terlibat

ATURAN dilanggar. Hasil bumi dicuri. Namun hingga kini, belum tampak…

Minggu, 23 Juni 2019 22:47

Tiket Pesawat Bisa Murah Asal Ini yang Dihapus...

JAKARTA-Keriuhan masyarakat terhadap harga tiket pesawat mendapat respons dari pemerintah.…

Minggu, 23 Juni 2019 22:43

Insentif Pemerintah Bikin Properti Bakal Lebih Bergairah

Pemerintah punya kebijakan baru untuk dunia properti. Salah satunya insentif…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*