MANAGED BY:
KAMIS
27 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Rabu, 22 Mei 2019 11:25
Partisipasi Pemilih Melonjak, Tertinggi sejak Pemilu 2004
ilustrasi

PROKAL.CO, JAKARTA – Pemilu 2019 menghasilkan sejumlah kejutan. Salah satunya adalah tingkat partisipasi yang melonjak jauh dibanding pemilu edisi sebelumnya. Fakta tersebut melebihi ekspektasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) selaku penyelenggara pemilu. Juga mematahkan pesimisme para pengamat yang justru khawatir partisipasi pemilih bakal turun.

Berdasar hasil rekapitulasi nasional KPU kemarin (21/5), partisipasi pemilih pada Pemilu 2019 menembus angka 81 persen. Untuk pilpres, partisipasi mencapai 81,97 persen. Tidak kurang dari 158.012.506 pemilih menggunakan hak pilihnya di TPS. Sedangkan pileg menghasilkan partisipasi 81,69 persen. Ada 157.475.213 pemilih yang menggunakan hak pilih di pileg anggota DPR.

Dari sisi pilpres saja, ada peningkatan jumlah pemilih yang signifikan untuk tiap-tiap paslon. Dalam hal ini Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto. Pada Pilpres 2014 Jokowi memperoleh 70.997.851 suara saat menggandeng Jusuf Kalla (JK) sebagai cawapres. Tahun ini Jokowi mendapat 85.607.362 suara saat berpasangan dengan Ma’ruf Amin. Naik 14.609.511 suara.

Sementara itu, Prabowo memperoleh 62.576.444 saat menggandeng Hatta Rajasa sebagai cawapres pada Pilpres 2014. Tahun ini suara Prabowo naik menjadi 68.650.239 saat berpasangan dengan Sandiaga Salahuddin Uno. Peningkatannya mencapai 6.073.795 suara.

Sejak awal KPU tidak berani mematok target tinggi untuk partisipasi pemilih. Sebab, partisipasi pada pemilu sebelumnya anjlok. ”Target kami partisipasi pemilih 77,5 persen,” ucap Ketua KPU Arief Budiman. Dengan hasil pemilu yang menunjukkan peningkatan partisipasi, target tersebut telah resmi terlampaui.

Sebagai perbandingan, pada Pilpres 2014, partisipasi pemilih hanya mencapai 69,58 persen. Sementara partisipasi Pileg 2014 mencapai 75,1 persen. Sejak Pemilu 2004, partisipasi pilpres mengalami tren penurunan. Sedangkan partisipasi pileg mengalami penurunan sejak Pemilu 1999, tapi naik lagi pada Pemilu 2014 (lihat grafis).

Tingginya partisipasi pemilih disambut baik sejumlah kalangan. Salah satunya pendiri Network for Democracy and Electoral Integrity (Netgrit) Hadar Nafis Gumay. Menurut dia, peningkatan partisipasi tersebut merupakan pertanda baik bagi demokrasi Indonesia.

Hadar menjelaskan, faktor utama meningkatnya partisipasi pemilih adalah kualitas kompetisi. Meskipun kali ini kandidatnya sama, khususnya pada pilpres, kompetisinya begitu ketat. ”Masing-masing berusaha mendukung calon yang disukai sehingga partisipasi menjadi tinggi,” terangnya kemarin.

Faktor penentu lainnya adalah keserentakan pemilu. Menurut Hadar, biasanya orang akan berpartisipasi pada kompetisi pemilu yang dia sukai. Pada pileg trennya cenderung naik karena pesertanya banyak dan lebih dekat dengan pemilih di akar rumput. Sebagian dari mereka golput di pilpres saat pemilu masih dipisah.

Pun demikian penyuka pilpres. Sebagian dari mereka golput di pileg saat pemilu belum serentak. ”Kalau disatukan, satu saja yang menarik, maka dia akan datang untuk semua (pemilihan),” lanjut mantan komisioner KPU itu.

Saat ke TPS, pemilih akan diberi lima surat suara sehingga partisipasi di jenis pemilihan lain yang sebenarnya tidak dia sukai tetap meningkat. Karena itu, menurut Hadar, hal baik yang terkait dengan partisipasi pemilih perlu dilanjutkan.

”Keserentakan pemilu ini perlu dipertahankan,” tuturnya. Pemilu yang diadakan dua kali setahun cenderung membuat sebagian pemilih malas untuk datang ke TPS. Dengan menyatukan pemilu, pemilih cukup datang satu kali ke TPS. (byu/c9/fat)


BACA JUGA

Rabu, 26 Juni 2019 15:05

Mengorek Hasil Penelitian Balai Arkeologi Papua Dua Tahun Terakhir

Tak ada masa depan bila tak ada cerita masa lalu.…

Rabu, 26 Juni 2019 14:46

Berharap Kuota Tambahan Jadi Permanen

JAKARTA - Menteri Agama (Menag) berharap tambahan kuota haji sebanyak…

Rabu, 26 Juni 2019 14:46

Jaksa KPK Kembali Panggil Lukman dan Khofifah

JAKARTA – Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantsan Korupsi (JPU KPK)…

Rabu, 26 Juni 2019 14:43
KPK Terus Dalami Keterlibatan Pihak Lain

Yasonna dan Taufiq Effendi Penuhi Panggilan KPK

JAKARTA – Penyidikan kasus dugaan korupsi KTP elektronik atau e-KTP…

Rabu, 26 Juni 2019 14:36
Rekrutmen Calon Pimpinan KPK

Sembilan Jenderal Polri Lolos Seleksi Internal Capim KPK

JAKARTA – Masih ada waktu sampai Kamis (4/7) untuk mendaftarkan…

Rabu, 26 Juni 2019 14:33

Berlaku Sistem Baru, Jumlah Pendaftar SBMPTN Turun

JAKARTA - Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) resmi menutup…

Rabu, 26 Juni 2019 14:20
Peneliti UGM Rilis Hasil Riset Penyebab Petugas KPPS Meninggal

KPPS Tak Ada Yang Diracun, tapi Anggap KLB

JAKARTA – Peneliti asal Universitas Gadjah Mada (UGM) memaparkan penyebab…

Rabu, 26 Juni 2019 12:40

Venue PON XX Papua Selesai Juni 2020

JAKARTA  – Progres Konstruksi 4 Venue PON XX Papua diyakini…

Selasa, 25 Juni 2019 13:49

Sehari, Indonesia Diguncang 53 Kali Gempa

JAKARTA – Sepanjang senin (24/6) kemarin, wilayah Laut Banda diguncang…

Senin, 24 Juni 2019 13:27

DPR Perjuangkan Tambahan Dana Parpol

JAKARTA – Pagu indikatif bantuan dana untuk parpol pada APBN…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*