MANAGED BY:
KAMIS
27 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 22 Mei 2019 11:00
Peluang Bisnis Jutaan ASN Jakarta Pindah ke Kaltim
Percepat Selesaikan Megaproyek, Guna Tunjang Pemindahan Ibu Kota ke Kaltim
Poros Balikpapan Samarinda km 50. Jika Kaltim dipilih sebagai ibu kota baru, maka kawasan ini akan bertambah ramai dengan kedatangan jutaan ASN dari Jakarta.

PROKAL.CO, SAMARINDA-Diperkirakan 1,2 juta warga Jakarta akan bermigrasi ke Kaltim. Itu bila pusat pemerintahan jadi dibangun di provinsi yang kayak batu bara itu. Mereka adalah para aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja di kantor-kantor kementerian dan BUMN.

“Permintaan terhadap tempat tinggal pasti akan sangat tinggi. Sektor properti dipastikan akan meningkat. Terutama yang berada di dekat kawasan pusat ibu kota itu dibangun. Misalnya di kawasan Tahura Bukit Soeharto,” kata pengamat ekonomi dari Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda Aji Sofyan Effendi.

Dengan padatnya penduduk yang berada di Balikpapan, sambung Sofyan, maka ada baiknya Pemprov Kaltim mempercepat pembangunan Jembatan Pulau Balang. Jembatan yang menghubungkan Balikpapan dan Penajam Paser Utara (PPU) itu diperlukan untuk memberikan pilihan daerah tempat tinggal bagi warga pendatang.

“Saat ini Balikpapan sudah overload. Sulit mencari tanah menampung 1,2 juta warga Jakarta yang migrasi ke Kaltim. Mereka enggak mungkin langsung tinggal di Bukit Soeharto. Paling tidak mereka harus tinggal di dekat pusat perkotaan. Balikpapan sudah terisi. Opsi terdekatnya PPU (Penajam Paser Utara),” tuturnya.

Manfaat lainnya, yakni tumbuhnya permintaan terhadap usaha konsumsi. Misalnya restoran, gathering, dan kuliner. Dari 1,2 juta warga Jakarta yang dipindah nantinya, dapat dipastikan terbiasa dengan budaya yang serba praktis.

“Ini akan terjadi peningkatan yang sangat luar biasa terhadap UMKM. Terutama yang bergerak di sektor makanan. Keperluan tenaga pekerja juga akan meningkat drastis. Ribuan orang akan diserap. Otomatis meningkatkan produk domestik regional Kaltim. Dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” sebutnya.

Selain itu, pemindahan ibu kota negara juga akan berdampak pada meningkatnya permintaan terhadap otomotif. Baik itu roda dua maupun roda empat. Karena kecil kemungkinan warga Jakarta yang bermigrasi ke Kaltim akan membawa kendaraan mereka.

“Memang mewujudkan itu tidak bisa berlangsung dengan seketika. Karena pembangunan konstruksi gedung-gedung pemerintahan itu dilakukan bertahap. Bisa lima sampai sepuluh tahun baru eksisting,” tutur Sofyan.

Tidak hanya itu, pada saat pra rekonstruksi pembangunan, penyerapan tenaga kerja juga akan sangat tinggi. Khususnya para buruh kasar. Akan ada ribuan orang yang dipekerjakan untuk membangun gedung perkantoran milik kementerian yang bisa mencapai belasan lantai.

“Dampak ekonomi makronya, seluruh masyarakat Indonesia akan berurusan ke Kaltim. Ada 33 provinsi yang punya kepentingan dengan kementerian. Jasa penerbangan, transportasi, dan perhotelan akan ikut meningkat. Puluhan ribu tenaga kerja bisa terserap di sektor itu,” paparnya.

Jika itu terjadi, maka akan ada banyak pengusaha menanamkan modal untuk membangun bisnis perhotelan. Jumlahnya bisa sampai dua kali lipat dari yang tersedia di Kaltim saat ini. Karena mereka yang dari Papua, Sumatra, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Jawa akan berurusan ke Kaltim.

“Bayangkan saja, hampir setiap hari PNS dari berbagai daerah di Indonesia terbang ke Jakarta untuk mengurus dokumen dan berkas di kementerian. Dan kalau Kaltim jadi ibu kota, hal itu akan terjadi di provinsi ini. Pemerintah harus segera menyambut peluang itu. Misalnya dengan segera merampungkan infrastruktur,” usulnya.

Yang tidak kalah penting, ujar dia, yakni memastikan ketersediaan energi listrik dan air bersih. Kedua hal itu sangat urgen bagi kehidupan masyarakat. Apalagi dengan adanya rencana pembangunan ibu kota negara itu di Kaltim.

“Kalau pengadaan listrik tidak full kapasitas, maka itu akan mengancam pembangunan. Dan bisa jadi ibu kota dipindah ke tempat lain. Karena itu adalah oksigen yang menghidupkan masyarakat yang hidup di kawasan itu. Itu harus dipastikan seribu persen oleh pemerintah Kaltim,” ucap dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unmul itu.

Sementara itu, pengamat politik dari Unmul Jauchar Barlian menurutkan, bicara pemindahan ibu kota negara tidak bisa dilepaskan dari political will pemerintah pusat untuk mendorong pemerataan pembangunan.

“Pertanyaan yang mesti dijawab dan dipastikan adalah benar kah pemerintah pusat akan memindahkan ibu kota itu? Meski Pak Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah meninjau lokasi-lokasi yang diusulkan untuk pemindahan ibu kota,” kata dia.

Jika pemindahan ibu kota dilihat dalam skala yang lebih kecil, sambung Jauchar, akan membawa dampak yang begitu besar terhadap penyelenggaraan pembangunan di daerah terkait. Mulai pembangunan sumber daya manusia (SDM), infrastruktur, ekonomi, dan sosial budaya.

“Pemindahan ibu kota akan selalu dibarengi dengan pendanaan. Untuk membangun semua sarana dan prasarana ibu kota memerlukan dana yang tidak sedikit. Pemerintah Kaltim perlu berkoordinasi dengan instansi untuk memastikan kebijakan pemindahan ibu kota sudah tepat di Kaltim,” sarannya.

Di sisi lain, baik pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota yang terdampak langsung dalam rencana pembangunan itu. Mesti menyampaikan komitmennya untuk mendukung kemudahan megaproyek tersebut.

“Mau tidak mau pemerintah harus mampu meyakinkan kepada masyarakat agar mendukung kebijakan pemindahan ibu kota. Bukan justru membuat tindakan dan kebijakan yang dapat menghambat rencana itu,” tambahnya.

Diketahui, kans Kaltim jadi ibu kota negara kian kuat. Selain Kalteng yang jadi pesaing. Penentuan ibu kota negara merujuk pada beberapa kriteria. Di antaranya, lokasi yang strategis. Secara geografis berada di tengah wilayah Indonesia untuk merepresentasikan keadilan dan mendorong percepatan pengembangan wilayah kawasan timur Indonesia (KTI).

Dari kajian Bappenas, terdapat sejumlah keunggulan Kaltim. Di antaranya, provinsi ini dekat dengan dua bandara besar. Yakni, Bandara Internasional Sepinggan di Balikpapan dan Bandara APT Pranoto di Samarinda. Di samping itu terdapat Jalan Tol Balikpapan-Samarinda. Juga dekat dengan Pelabuhan Semayang Balikpapan.

Selain itu, Kaltim dinilai lebih sedikit kelemahannya ketimbang Kalteng. Di Kalteng, lokasinya jauh dari pelabuhan laut, perlu waktu 6 jam. Lalu ketersediaan sumber daya air sangat terbatas, hanya tersedia air sungai. (*/drh/rom)

 

 


BACA JUGA

Rabu, 26 Juni 2019 15:39
Penyelesaian Jembatan Pulau Balang Molor hingga 2021

Bakal Rekor Nih..!! Jembatan Ini Sudah 12 Tahun Tak Rampung-Rampung

Progres Jembatan Pulau Balang tak begitu menggembirakan. Masalah pembebasan lahan…

Rabu, 26 Juni 2019 15:34

Pemerintah Pusat Dituntut Responsif

SAMARINDA-Upaya pemerintah mencegah warga yang tewas di kolam bekas tambang…

Rabu, 26 Juni 2019 15:33

Abdoel Moeis Hassan, Tokoh Pertama Kaltim yang Bakal Diusulkan Jadi Pahlawan

Indonesia merdeka hampir 74 tahun. Namun, Kaltim belum memiliki pahlawan…

Rabu, 26 Juni 2019 15:22

KPK Ingatkan Kembali Komitmen Pemberantasan Korupsi Kepala Daerah Se Kaltim

SAMARINDA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penandatanganan Komitmen pelaksanaan…

Rabu, 26 Juni 2019 14:55
27 Juni Putusan Sidang MK

Kapolda Diperintah Tak Beri Izin Demo di Sekitar Gedung MK

JAKARTA – Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang akan dibacakan besok…

Rabu, 26 Juni 2019 12:58

Keruk Batu Bara Ilegal di Konsesi Insani

TAMBANG ilegal merugikan banyak pihak. Tak hanya warga, negara pun…

Rabu, 26 Juni 2019 12:55

Kasus Tewasnya Bocah di Kolam Bekas Tambang, Pemprov Salahkan Orangtua

SAMARINDA-Penjelasan soal tewasnya bocah di kolam tambang adalah kesalahan orangtua…

Rabu, 26 Juni 2019 12:52

Anak Pemilik Hotel Ditemukan Tewas Jatuh dari Lantai Delapan

BALIKPAPAN-Sedang duduk di teras, Senin (24/6) sekitar pukul 11.20 Wita,…

Selasa, 25 Juni 2019 13:43

Persaingan Retailer Makin Ketat, Keuntungan Terus Mengecil

BALIKPAPAN—Persaingan bisnis retail makanan dan minuman semakin ketat. Bahkan, tidak…

Selasa, 25 Juni 2019 12:17
Dari Sidang Dugaan Pergeseran Suara di Loa Janan Ilir

349 Suara Bergeser, PPK Berdalih Faktor Kelelahan

Rekapitulasi Kecamatan Loa Janan Ilir berkelindan dugaan pergeseran suara. Lima…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*