MANAGED BY:
KAMIS
27 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Selasa, 21 Mei 2019 13:22
Masih di Luar Negeri, Jonan Batal Diperiksa
Juru Bicara KPK Febri Diansyah

PROKAL.CO, JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan kembali tidak memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Kereta Api Indonesia (KAI) itu masih berada di luar negeri. Sehingga, meminta pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka Sofyan Basir ditunda. 

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, agenda pemeriksaan Jonan kemarin (20/5) sejatinya penjadwalan ulang. Sebelumnya, KPK telah mengagendakan pemeriksaan Jonan pada Rabu (15/5) pekan lalu. Di kesempatan itu, Jonan tidak hadir dengan alasan yang sama, yakni masih ada tugas di luar negeri. 

Karena tidak memenuhi panggilan, KPK berencana mengagendakan pemeriksaan Jonan Senin (27/5) pekan depan. Menurut informasi yang diperoleh KPK, Jonan dijadwalkan kembali ke tanah air pada Jumat (24/5) mendatang. "Oleh karena itu, pemeriksaan akan dijadwalkan ulang pekan depan," kata Febri. 

Febri menambahkan, Jonan masuk agenda pemeriksaan saksi dalam perkara dugaan suap PLTU Riau 1 dan kasus dugaan rasuah terminasi kontrak perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara (PKP2B). Dalam perkara itu, KPK menetapkan Dirut PLN (nonaktif) Sofyan Basir. Dan bos Borneo Lumbung Energi dan Metal Samin Tan.

KPK berharap Jonan memenuhi panggilan penyidik sesuai jadwal yang ditentukan. Keterangan Jonan diperlukan untuk mendalami perkara suap proyek pembangunan PLTU Riau 1 dan terminasi kontrak PKP2B PT Asmin Kolaindo Tuhup (AKT) milik Samin Tan. ”Kami berharap saksi datang dan memberikan keterangan yang diperlukan,” tegas Febri.

Dalam dua kasus yang sedang ditangani KPK itu, Kementerian ESDM memang memiliki kapasitas. Sebab, baik PLTU Riau 1 maupun terminasi kontrak PKP2B masuk ranah bidang energi. PLTU Riau 1 merupakan salah satu investasi di bidang pembangkit listrik dan batubara.

Khusus kasus Samin Tan, KPK tengah menelisik dugaan suap Rp 5 miliar untuk Eni Maulani Saragih. Dalam kasus ini, Eni terbukti membantu PT AKT. Perusahaan itu mengalami masalah PKP2B Generasi 3 di Kalimantan Tengah dengan Kementerian ESDM. (tyo) 

 


BACA JUGA

Rabu, 26 Juni 2019 15:37

Tolak Wacana Revisi UU MD3

JAKARTA – Wacana revisi Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2014…

Rabu, 26 Juni 2019 15:05

Mengorek Hasil Penelitian Balai Arkeologi Papua Dua Tahun Terakhir

Tak ada masa depan bila tak ada cerita masa lalu.…

Rabu, 26 Juni 2019 14:46

Berharap Kuota Tambahan Jadi Permanen

JAKARTA - Menteri Agama (Menag) berharap tambahan kuota haji sebanyak…

Rabu, 26 Juni 2019 14:46

Jaksa KPK Kembali Panggil Lukman dan Khofifah

JAKARTA – Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantsan Korupsi (JPU KPK)…

Rabu, 26 Juni 2019 14:43
KPK Terus Dalami Keterlibatan Pihak Lain

Yasonna dan Taufiq Effendi Penuhi Panggilan KPK

JAKARTA – Penyidikan kasus dugaan korupsi KTP elektronik atau e-KTP…

Rabu, 26 Juni 2019 14:36
Rekrutmen Calon Pimpinan KPK

Sembilan Jenderal Polri Lolos Seleksi Internal Capim KPK

JAKARTA – Masih ada waktu sampai Kamis (4/7) untuk mendaftarkan…

Rabu, 26 Juni 2019 14:33

Berlaku Sistem Baru, Jumlah Pendaftar SBMPTN Turun

JAKARTA - Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) resmi menutup…

Rabu, 26 Juni 2019 14:20
Peneliti UGM Rilis Hasil Riset Penyebab Petugas KPPS Meninggal

KPPS Tak Ada Yang Diracun, tapi Anggap KLB

JAKARTA – Peneliti asal Universitas Gadjah Mada (UGM) memaparkan penyebab…

Rabu, 26 Juni 2019 12:40

Venue PON XX Papua Selesai Juni 2020

JAKARTA  – Progres Konstruksi 4 Venue PON XX Papua diyakini…

Selasa, 25 Juni 2019 13:49

Sehari, Indonesia Diguncang 53 Kali Gempa

JAKARTA – Sepanjang senin (24/6) kemarin, wilayah Laut Banda diguncang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*