MANAGED BY:
RABU
26 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Senin, 20 Mei 2019 16:24
Dugaan Pemalsuan, Tergiur Aset Rp 50 M

Dugaan Pemalsuan dan TPPU PT OMP

BEROPERASI: Masalah internal yang mengemuka tak lepas dari aset perusahaan mencapai lebih Rp 50 miliar.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN- Perkara dugaan pemalsuan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan terdakwa Jovinus Kusumadi alias Awi yang dilaporkan Gino Sakiris masih bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan. Keduanya merupakan pemilik saham PT Oceans Multi Power (OMP) Tiger Ready Mix yang bergerak di bidang penyediaan semen. Masalah internal yang mengemuka tak lepas dari aset perusahaan mencapai lebih Rp 50 miliar.

Ditengarai ada upaya menguasai perusahaan yang beralamat di Jalan AW Sjahranie, RT 5, Nomor 45, Balikpapan Utara itu. Motifnya disebut-sebut mencari kesalahan. Pabrik yang berdiri di lahan seluas 1 hektare itu memiliki sederet aset. Seperti enam truk, gudang, kantor, timbangan, laboratorium dan peralatan pendukung Ready Mix. Setelah kedua pemilik sahamnya sedang berproses perkara, operasional perusahaan tetap berjalan. Selain itu, karena ada dua pemilik saham, karyawan ada pula yang di-PHK.

“Kalau karyawan Pak Awi, sudah diberhentikan semua,” ujar Wiliam (48) salah satu karyawan kepada Kaltim Post. Sementara yang menjadi anak buah Gino Sakiris, masih bekerja. Adapun susunan anggota direksi dan komisaris PT OMP terdiri dari terdakwa Jovinus Kusumadi sebagai direktur dan Gino Sakaris selaku komisaris. Sampai persidangan ke-10, belum ada bukti terungkap di PN Balikpapan yang diketuai majelis hakim I Ketut Mahardika itu. Jovinus dan Gino awalnya rekan kerja.

Bahkan sudah dekat laiknya keluarga. Keduanya masing-masing memiliki 101 lembar saham senilai Rp 101 juta. Pada 18 Mei 2015 ada peningkatan modal dasar perseroan dari Rp 400 juta menjadi Rp 10,2 miliar. Masing-masing pemegang saham memiliki 5.100 lembar saham senilai Rp 5,1 miliar. Pengakuan Gino, dia mentransfer uang secara berturut-turut mulai dari 2014 sampai 2016 dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp 28.920.250.000 dan tak dibagi keuntungan.

Kesaksian diduga palsu pada persidangan pekan lalu itu membuat Elza Syarief selaku kuasa hukum Jovinus memberikan sejumlah bukti. Yakni bukti slip setoran duit ke rekening Gino Rp 1.007.000.000. Elza pun mengadukan Gino ke Polda Kaltim Selasa (14/5) dengan tuduhan memberikan keterangan palsu di persidangan. “Kami masih periksa alat bukti dan keterangan saksi,” sebut Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana. Adanya dugaan menguasai perusahaan dengan cara tak sehat itu dibenarkan pula Elza.

 “Ini kan cari-cari kesalahan terus tak dapat membuktikan. Bisa saja ada rekayasa proses hukum sejak dari awal,” tegas Elza.

Hingga lebih tujuh bulan kliennya dilakukan penahanan mulai di Bareskrim Mabes Polri hingga rumah tahanan (rutan). Adapun pada Selasa (21/5) masa penahanan terdakwa habis. “Kami sudah ajukan penangguhan penahanan menjadi tahanan kota,” kata Elza. Lanjut dia, terdakwa selama ini kooperatif menjalani pemeriksaan dari kepolisian hingga persidangan, tak menghilangkan barang bukti dan lainnya. “Bahkan kami yang memberikan bukti baru,” imbuhnya.

Kembali ke persidangan, sebelum memberikan Rp 1.007.000.000 tadi, Gino telah pula menyepakati pengembalian duit investasi. Diketahui, sebelum ada kesepakatan pembelian saham pada Agustus 2017 melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Gino selaku komisaris tak hadir. Dikuasakan Akbar Holik.

Dari hasil RUPS disepakati jika saham Gino dibeli Awi. “Sudah deal dan tanda jadi Rp 6,6 miliar. Kalau ada tanda jadi (DP) artinya Gino tak punya saham lagi. Jadinya utang piutang,” terang Elza. Dari Rp 6,6 miliar, dikembalikan lagi Rp 1,2 miliar. (aim/riz/k15)

 


BACA JUGA

Senin, 24 Juni 2019 13:57
Cooking Class Nastar dan Red Velvet Kukus

Lama Dipanggang agar Tak Melempem

MENGOLAH cookies terutama kue kering tidaklah mudah. Terlebih untuk mendapatkan…

Senin, 24 Juni 2019 13:56

Layanan IMTN Disarankan Direvisi

Layanan Izin Membuka Tanah Negara (IMTN) yang sudah berjalan lebih…

Senin, 24 Juni 2019 13:55
Dugaan Korupsi Dana Hibah dan Pengadaan Lahan

Penyidik Tunggu Hasil Audit BPKP

BALIKPAPAN-Penyelidikan dugaan korupsi dana hibah senilai Rp 1,5 miliar mandek.…

Minggu, 23 Juni 2019 22:38

Perawatan Bozem Tidak Murah

Maraknya banjir di berbagai daerah turut jadi perhatian Ketua DPD…

Minggu, 23 Juni 2019 22:37

Kendaraan Wajib Uji Berkala

BALIKPAPAN– Kendaraan berbobot besar wajib melakukan pemeriksaan berkala. Untuk memantau…

Minggu, 23 Juni 2019 22:33

Adat Paser Bakal Jadi Muatan Lokal

IDE Pekan Adat Festival Paser muncul saat tim Disdikbud Balikpapan…

Minggu, 23 Juni 2019 22:31

Potensi Pariwisata Masih Banyak

Pekan Festival Adat Paser 2019 dihelat pada 22–27 Juni di…

Sabtu, 22 Juni 2019 13:16

Anggaran Banjir Direalisasikan Bertahap

Konsep penanganan banjir diklaim sudah rampung. Tinggal eksekusi lapangan. Meski…

Sabtu, 22 Juni 2019 13:14
Penumpang Sepinggan Sepi, Pendapatan Merosot

Pajak Parkir Anjlok, Berharap Ada Pengaturan Rute

Tiga dari empat potensi pajak bandara tergerus oleh turunnya jumlah…

Sabtu, 22 Juni 2019 13:10

Pendam VI/Mulawarman Kembali Raih Juara

TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) digelar tiga kali setahun. Selain…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*