MANAGED BY:
SELASA
25 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

OLAHRAGA

Senin, 20 Mei 2019 11:41
Mimpi Serigala Bisa Musnah
Kabar hengkangnya Lele--sebutan De Rossi--musim depan mengganggu stabilitas tim yang sedang berjuang finis empat besar. (EPA)

PROKAL.CO, REGIO-EMILIA - Manajemen AS Roma harus membayar mahal keputusan tidak memperpanjang kontrak Daniele De Rossi. Allenatore Claudio Ranieri mengatakan bahwa kabar hengkangnya Lele--sebutan De Rossi--musim depan mengganggu stabilitas tim yang sedang berjuang finis empat besar. Hasil imbang tanpa gol melawan Sassuolo pada giornata ke-37 Serie A kemarin dini hari adalah buktinya.

Ya, kans Giallorossi mengakhiri musim ini di empat besar bakal lenyap jika Atalanta yang ada di tempat keempat bisa menang atas Juventus dini hari tadi. Sebab, jika menang, maka poin Atalanta jadi 68 dan mustahil dikejar Roma yang saat ini punya 63 poin dengan satu giornata tersisa pekan depan.

“Saya paham klub ingin melakukan sesuatu dengan cara mereka (untuk De Rossi, Red). Tapi, tetapi ada pemain yang harus diperlakukan berbeda dari pemain lain dan De Rossi harus ditangani dengan cara khusus,'' ucap Raineri kepada Sky Sport Italia. “Saya ingin ada perayaan luar biasa untuk De Rossi pada hari Minggu di Olimpico (giornata pemungkas melawan Parma 26/5, Red). Dia adalah pemain yang sudah ada di akademi Roma sejak usia 11 tahun dan sangat pantas merasakan semua cinta yang dimiliki tifosi,'' lanjut pelatih yang membawa Leicester City kampiun Premier League 2015-2016 itu.

Tapi, perginya De Rossi adalah puncak dari efek domino blunder manajemen. Yakni, sejak dua musim lalu saat Roma mulai menjual beberapa pemain kunci seperti Mohamed Salah, Antonio Ruediger, dan Leandro Paredes.

Ternyata, kebiasaan buruk manajemen menjual pilar inti berlaku hingga musim ini. Nama-nama seperti Alisson Becker, Radja Nainggolan, dan Kevin Strootman juga tidak luput dari pintu keluar klub. Padahal, mereka bisa memiliki tim yang hebat dengan pemain-pemain tersebut untuk target tinggi.

“Ketika saya tiba (awal Maret 2019 saat menggantikan Eusebio Di Francesco, Red), saya menemukan tim iin benar-benar berjuang pada tingkat psikologis, bukan secara fisik. Dan, itu mempengaruhi pekerjaan saya di sini yang lebih bersifat psikologis karena berusaha mengembalikan lagi kepercayaan diri pemain yang terpuruk," kata pelatih berjuluk The Tinkerman itu. (io)


BACA JUGA

Senin, 24 Juni 2019 13:17

Mikir sebelum Posting

OLAHRAGA bulu tangkis makin populer. Jumlah penggemar alias badminton lovers…

Senin, 24 Juni 2019 13:15

Evaluasi Semua Lini

Kekalahan di laga perdana kontra PSIM Jogjakarta membuat Persiba Balikpapan…

Senin, 24 Juni 2019 13:15

Siap Tebus Kegagalan

BALIKPAPAN – Kekalahan atas PSIM Jogjakarta pada pekan pertama Liga…

Senin, 24 Juni 2019 13:14

Tak Sabar Lawan Tira Persikabo

MALANG–Saat Liga 1 sudah kembali bergulir, Arema FC malah masih…

Senin, 24 Juni 2019 13:13

Mensiasati Jadwal Padat

SAMARINDA–Setelah menghadapi Persebaya Surabaya kemarin, skuat Borneo FC kembali bergegas…

Senin, 24 Juni 2019 10:32
0 Peru vs Brasil 5

Komposisi Lini Serang Paling Klik

SAO PAULO – Brasil memang tidak mampu menyapu bersih tiga…

Senin, 24 Juni 2019 10:30
Cile vs Uruguay

Bisa Rebutan ’’Mengalah’’ kalau Lawannya Argentina

CILE sudah memastikan lolos ke perempat final Copa America 2019.…

Senin, 24 Juni 2019 10:28

Siapkan Skema Terbaik

Hanya bermain imbang di laga pembuka, Mitra Kukar kini mengalihkan…

Senin, 24 Juni 2019 10:24

Milan dan Inter Kompak Bikin Stadion Baru

JIKA ada kerja sama konkret antara AC Milan dan Inter…

Senin, 24 Juni 2019 10:17
PANTAI GADING VS AFRIKA SELATAN

Asa Generasi Emas Kedua

KAIRO - Sebenarnya, generasi emas Pantai Gading terbentang antara 2006-2014…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*