MANAGED BY:
SELASA
25 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Senin, 20 Mei 2019 10:57
Kritik Rekam Jejak Pansel Capim KPK

Tim Advokat Novel: Awas Saringan Bolong

ilustrasi

PROKAL.CO, JAKARTA – Catatan kurang sedap mengiringi perjalanan Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 2019-2023. Itu setelah, mencuatnya jejak rekam (track record) beberapa anggota pansel yang dinilai kurang sejalan dengan nilai-nilai antikorupsi.

Direktur AMAR Law Firm and Public Interest Law Office Alghiffari Aqsa mengatakan bahwa ada beberapa catatan tentang anggota pansel. Ada sejumlah masalah. Di antaranya dugaan mencontek makalah, laporan kekayaan yang tidak transparan, hingga kurang independen.

Rekam jejak itu dinilai dapat berpotensi membuat pansel capim KPK ibarat ‘saringan bolong’. ”Orang yang bermasalah pun (yang ikut seleksi capim KPK 2019-2023) berpotensi besar lolos karena ‘saringannya bolong’,” sindir aktivis yang tergabung dalam tim advokasi penyidik senior KPK Novel Baswedan tersebut kepada Jawa Pos, kemarin (19/5).

Atas dasar itu, Alghif mendesak Presiden Joko Widodo untuk merombak kembali pansel capim KPK. Sebab, bila tetap mempertahankan komposisi pansel yang sekarang, dikhawatirkan berisiko pada masa depan KPK selama empat tahun mendatang. ”Masa depan pemberantasan korupsi sedang dipertaruhkan,” ujarnya.

Sama seperti suara koalisi masyarakat sipil antikorupsi sebelumnya, Alghif juga menilai permasalahan besar dalam komposisi pansel terletak pada tidak relevannya kompetensi beberapa anggota pansel dengan isu dan kebutuhan KPK. ”Ada juga anggota pansel yang diduga memiliki permasalahan independensi,” kata dia.

Menurut Alghif, komposisi pansel mestinya memberi harapan baru bagi publik ditengah keterpurukan internal KPK saat ini. Seperti diketahui, pimpinan KPK saat ini belum menunjukan kemampuannya dalam melindungi dan menyelesaikan persoalan internal pegawai.

Alghif melanjutkan, ada 3 hal utama yang menjadi pekerjaan rumah pimpinan KPK saat ini. Yaitu perbaikan sistem untuk mencegah ‘kuda troya’, perbaikan manajemen internal terkait sumber daya manusia, dan pencegahan atau respon dari ancaman eksternal; kriminalisasi, kekerasan, pelemahan wewenang.

”Jadi pimpinan KPK selanjutnya diharapkan memahami kondisi dan kebutuhan terkini KPK,” imbuh dia.

Sementara itu, Ketua Pansel Capim KPK 2019-2023 Yenti Ganarsih mempertanyakan maksud dari tudingan bahwa anggota pansel tidak banyak yang paham tentang isu pemberantasan korupsi. Dia pun bertanya balik. ”Terus yang memahami isu itu (terkini di KPK) siapa?,” ujarnya kepada Jawa Pos. (tyo/git)


BACA JUGA

Senin, 24 Juni 2019 14:15

Komnas HAM Tuding Aparat Tak Taati Rekomendasi

Tewasnya Ahmad Setiawan di kolam bekas tambang memantik reaksi Komisi…

Senin, 24 Juni 2019 14:13

Diduga Terjadi Pembiaran Berlarut

Satu demi satu warga di Samarinda bertumbangan. Lubang bekas tambang…

Senin, 24 Juni 2019 14:11
Samarinda yang Selalu Saja Ada Tambang Ilegal

Pemerintah Beri Ruang Pelanggaran

PELANGGARAN demi pelanggaran dilakukan para pelaku usaha pertambangan di Kaltim.…

Senin, 24 Juni 2019 13:26
Jumlah Pelanggaran Pemilu 2019 Naik Pesat Dibanding 2014

Kombinasi Meningkatnya Pengawasan dan Bebalnya Peserta

Tingkat kepatuhan peserta pada Pemilu 2019, rupanya, belum membaik. Yang…

Senin, 24 Juni 2019 13:18

Pemilik Pabrik Korek Ditangkap di Hotel

LANGKAT – Polres Binjai terus mendalami kasus kebakaran yang menewaskan…

Senin, 24 Juni 2019 10:18

Persentase Penurunan Harga Tiket Pesawat Masih Dikaji

Penurunan harga tiket pesawat masih dinanti-nanti masyarakat. Pihak maskapai masih…

Minggu, 23 Juni 2019 22:57
Ahmad, Jadi Korban Ke-35 yang Tewas di Kolam Bekas Tambang

Diketahui Tenggelam setelah Empat Jam

Pemprov Kaltim sepertinya diuji. Setelah temuan sejumlah tambang ilegal di…

Minggu, 23 Juni 2019 22:54

Tambang di Samarinda, Pastikan TNI Tak Terlibat

ATURAN dilanggar. Hasil bumi dicuri. Namun hingga kini, belum tampak…

Minggu, 23 Juni 2019 22:47

Tiket Pesawat Bisa Murah Asal Ini yang Dihapus...

JAKARTA-Keriuhan masyarakat terhadap harga tiket pesawat mendapat respons dari pemerintah.…

Minggu, 23 Juni 2019 22:43

Insentif Pemerintah Bikin Properti Bakal Lebih Bergairah

Pemerintah punya kebijakan baru untuk dunia properti. Salah satunya insentif…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*