MANAGED BY:
SELASA
25 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

CELOTEH

Senin, 20 Mei 2019 09:29
Windie Karina Farmawati
Berbisnis Sejak 1972, Pernah Dibayar Rp 1
BANGKIT: Meski bisnis salonnya sudah berusia puluhan tahun, cobaan dan terancam bangkrut membayangi. Sebagai generasi kedua, Windie menghidupkan kembali usaha tersebut. Dia yakin masih ada peluang.

PROKAL.CO, Trisnawati Tjandra mengaku sebagai pelopor usaha salon pertama di Samarinda. Perempuan yang karib disapa Yurisna itu menawarkan jasa potong dan keriting rambut keliling. Pedal sepeda dia kayuh, jasanya dibayar Rp 1 kala itu. Kini, Yurisna Salon and Spa jatuh ke tangan generasi kedua, anak ketiganya. Windie Karina Farmawati yang sekarang bertanggung jawab mengelola bisnis kecantikan tersebut.

SATU hal yang sangat disadari Windie Karina Farmawati, mempertahankan bisnis memang sangat berat. Pada awalnya, terjun ke dunia bisnis bukan kemauannya. Namun, kini dia telah mengambi alih Yurisna Salon and Spa selaku generasi kedua. Berdiri sejak 1972, Windie mengisahkan jika salon itu digawangi oleh sang ibunda, Trisnawati Tjandra.

“Kadang Mamah melayani pelanggan di pekarangan rumah mertuanya. Tapi, kalau enggak ada orang mampir, mamah keliling. Tempatnya biasa di bawah pohon dekat Tepian Mahakam atau pekarangan rumah pelanggan. Kelilingnya tiap hari,” jelas Windie.

Pada 1974, Yurisna saat itu berusia 24 tahun memutuskan membuka salon pertamanya di Jalan Pulau Kalimantan. Hanya bertahan dua tahun, kemudian pindah ke daerah Agus Salim. Salon pun berkembang pesat, membuat Yurisna memperluas usahanya dengan membuka restoran di Jalan Dr Sutomo pada 1984.

Naik dan turunnya usaha lumrah terjadi. Perempuan kelahiran 1950 itu mulai menyadari jika hasrat terbesarnya adalah di bidang kecantikan, bukan kuliner. Ketika merintis usaha restoran, jalan Yurisna tak mulus. Dia pernah melayani katering sebuah perusahaan. Ternyata perusahaan itu mengalami kebangkrutan dan tak sanggup membayar katering. Mengalami kerugian cukup besar membuat Yurisna hanya mampu bertahan tak sampai setahun di bisnis kuliner.

Sempat terlilit hutang, salon yang berada di Jalan Agus Salim pun harus dijual. Kemudian, Yurisna mulai mencari tempat baru dan mendapat lokasi di dalam gang yang berada di daerah AM Sangaji Samarinda. Lokasi yang agak sulit ditemukan sempat membuat orang mengira jika salon telah tutup.

Mulai bangkit kembali, salon akhirnya berlokasi tetap di salah satu ruko di bilangan AM Sangaji sejak 2003 hingga sekarang. Dari situ, makin banyak pelanggan kembali berdatangan. Banyak orang penting seperti pejabat yang senang dengan pelayanan salon.

Pada 2015, usahanya mulai macet dan sepi pelanggan tak bisa dimungkiri. Saat itu, memang banyak salon baru bermunculan dan menerapkan inovasi terbaru. Yurisna mengalami ketertinggalan dan tak mengikuti perkembangan zaman. Hutang semakin menumpuk, jika ditotal sekitar Rp 1 miliar. Pada 2016 suami Yurisna, Abdurrahman meninggal dunia. Semasa hidupnya, almarhum ikut membantu untuk melunasi hutang. Ketika sang suami meninggal, Yurisna berkeinginan menutup salonnya karena sudah tak sanggup mencari cara demi melunasi hutang.

Sebagai anak, Windie tak tinggal diam. Dirinya berusaha meyakinkan Yurisna jika usaha yang telah dirintis sejak nol ini harus bangkit kembali. Dia memutuskan mengambil alih salon. Demi kelancaran bisnis, dia mempelajarinya secara detail. Bisnis tidak sekadar praktik, ada teori yang mesti dipahami juga.

“Akhrinya saya tahu dan belajar kalau usaha yang dijalani itu omzetnya tak begitu besar, maka ada yang salah dengan diri saya sendiri. Jadi, bukan salah dari luar. Penting untuk tahu soal strategi dan pemasaran baik,” pungkasnya. (*/ysm*/rdm2)

 


BACA JUGA

Senin, 24 Juni 2019 09:35

Raih Rezeki Usai Tebar Manfaat

Tak jarang orang dikatakan naif saat mengaku mengejar manfaat dibanding…

Senin, 24 Juni 2019 09:34

Keajaiban Dibalik Kebaikan

HARI itu bisa jadi hal yang paling membuat Fitri Eka…

Senin, 24 Juni 2019 09:31

Mengenal Menstrual Cup, Pengganti Pembalut yang Ramah Lingkungan

Menstrual cup atau cangkir menstruasi mungkin masih asing terdengar. Wajar,…

Senin, 24 Juni 2019 09:29

Menstrual Cup Lebih Nyaman, Pastikan Higienis

DELAPAN tahun silam, Eva memutuskan mengubah kebiasaannya. Dari pembalut ke…

Senin, 24 Juni 2019 09:27

Ini Efek Penggunaan Lipstik untuk Pipi dan Mata

Ada banyak produk make-up. Untuk mata, bibir dan pipi punya…

Senin, 24 Juni 2019 09:26

Tampil Maksimal dengan Modal Minimal

TAK hanya tampil maksimal dengan setelan busana menarik, para perempuan…

Senin, 24 Juni 2019 09:23

Orangtua Pekerja, Bagaimana Efeknya Bagi Anak?

Kewajiban dan hak adalah hal berbeda namun harus dijalankan seirama.…

Senin, 24 Juni 2019 09:21

Cara Wanita Karier Mendidik Anak Mandiri

BEBERAPA orangtua yang bekerja, memutuskan menitipkan anak ke tempat penitipan…

Senin, 24 Juni 2019 09:07

Potato Peanut Crumb, Sajian Unik dari Kentang Kukus

Fushion food menggambarkan makanan yang dibuat berdasar dua elemen atau…

Senin, 24 Juni 2019 09:05

Pasta Rasa Lokal, Fetucini Sambal Matah

DI Indonesia, pasta cukup populer. Di antaranya, spageti, makaroni, dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*