MANAGED BY:
KAMIS
27 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

CELOTEH

Senin, 20 Mei 2019 09:28
Pahami Empat Pilar Bisnis, Fokus dan Ubah Strategi
TUJUAN BISNIS: Selain ingin mendapatkan untung, Windie bertujuan menjadikan bisnisnya sebagai tempat dakwah dan ibadah. Dirinya menerapkan konsep bisnis syariah. Hal itu menjadi pegangan penting Windie.

PROKAL.CO, LATAR belakang pendidikan Windie Karina Farmawati adalah sarjana psikologi, bertolak belakang dengan bisnis. Awalnya, dia bercita-cita menjadi pengajar dan memiliki tempat penitipan anak serta sanggar kreativitas. Sang ibu, Yurisna menolak keinginannya. Memintanya agar meneruskan bisnis salon. Dari keempat anaknya, tak ada yang tertarik meneruskan. Windie adalah harapan.

Dikarenakan sejak kecil telah melihat bagaimana bisnis dijalankan oleh sang ibu, Windie secara tak langsung memahami. Ketika selesai mengenyam pendidikan tinggi di Surabaya dan sempat bekerja sebagai fasilitator di sana, Windie kembali ke Kota Tepian untuk menjalankan amanat sang ibu.

BERBAGI: Setelah paham soal bisnis dan menjalani bisnis keluarga, Windie juga kerap berkegiatan menjadi mentor dan membagikan pengalamannya kepada orang banyak. Dia ingin selalu berbagi ilmu. (IST)

 

Yurisna menurunkan pengetahuannya kepada Windie. Bahkan Windie sampai berangkat ke Jakarta, Bali, dan Surabaya untuk kursus kecantikan. Meski kini Windie yang menangani salon, dulu dia sempat merasakan posisi karyawan. Yurisna tak ingin memanjakan sehingga ingin anaknya itu merasakan segalanya dari bawah. Dia juga tak dianggap lebih spesial dibanding karyawan lain. Windie menyebut, sang ibu ingin mengajari anak-anaknya bagaimana proses perjuangan.

Selain salon, Yurisna pernah mengembangkan bisnis dengan membuka butik dan berjualan tas branded. Tak fokus kemana arah bisnisnya, sempat membuat masalah keuangan kembali terganggu. Masih menerapkan cara konvensional dalam hal pencatatan uang, membuat pola keuangan tak teratur.

 

MEMERHATIKAN: Di tengah kesibukannya yang lain, Windie menyempatkan diri untuk melihat langsung kinerja karyawannya. Terutama dalam merekrut karyawan baru. Dia yang memegang kendali.

 

Ketika Windie telah paham bagaimana bisnis seharusnya dijalankan, dia menemukan beberapa kesalahan yang memang berpotensi membuat salon sang ibu gulung tikar. Salah satu mentor bisnis Windie berkunjung ke Yurisna Salon and Spa. Saat itu, terlihat beberapa tas yang ia jual dipajang di etalase. Mentor Windie beranggapan jika barang tersebut sama sekali tak berhubungan dengan salon. Itu justru mencerminkan soal si pemilik usaha tak konsisten dan tak fokus dengan apa yang dia jalani.

“Mamah saya dulu memang banyak membuka bisnis lain. Sempat di dunia kuliner, berlian, dan akhirnya bikin butik juga. Jadinya enggak konsisten. Dulu juga kena masalah dengan kartu kredit. Tas branded itu kan mahal dan fesyen tentu selalu berkembang, kan? Mamah terlanjur menyediakan banyak stok, akhirnya enggak habis dan modal banyak tertahan di barang,” jelas Windie.

Sejak mengikuti pelatihan bisnis, Windie tahu jika saat mengelola bisnis dibarengi dengan sistem yang baik, hal-hal seperti terlilit hutang, omzet berkurang, dan lain sebagainya tidak akan terjadi. Dulu, karena masih diterapkan secara konvensional dan tak memiliki sistem, wajar jika usaha salon mengalami beberapa kendala.

Sekarang, Windie sudah lebih jeli dan membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk memperlancar bisnis. Menjadi mentor di Mini University program Bank Indonesia dan mengajar kewirausahaan di Universitas Widyagama Mahakam Samarinda, membuat Windie membagi pengalamannya. Dia menyebut jika kerugian yang sempat didapat menyentuh Rp 23 juta. Bahkan, saat masih oleh Yurisna, mencapai Rp 100 juta.

“Saya ingin memperbaikinya. Jadi, ada empat pilar bisnis yang selalu saya ingat yakni operasional, pencatatan keuangan, pemasaran, dan sumber daya manusia. Semua harus dibenahi kalau ingin bisnis lebih baik,” lanjutnya.

Windie menyebut jika dia ingin bisnisnya sebagai ibadah dan tempat dakwah. Pangsa pasar diubah. Mulanya lebih mengarah ke kalangan menengah ke atas, kini menengah saja. Ada alasan di balik keputusan itu. Windie merasa, jika dia masih belum bisa memperbaharui fasilitas yang ada, usahanya akan sepi.

“Strategi yang saya ubah sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan salon saat ini. Kalau dulu, pas bikin usaha yang dirasakan itu selalu uang saja. Tapi ketika sudah jatuh, terlilit hutang, kemana uang-uang yang dulu dikejar? Saya yakin ada sesuatu yang ingin ditunjukkan oleh Allah SWT. Saya pun akhirnya jadi introspeksi diri dan mengubah tujuan bisnis saya,” tutupnya kemudian tersenyum. (*/ysm*/rdm2)

 


BACA JUGA

Senin, 24 Juni 2019 09:35

Raih Rezeki Usai Tebar Manfaat

Tak jarang orang dikatakan naif saat mengaku mengejar manfaat dibanding…

Senin, 24 Juni 2019 09:34

Keajaiban Dibalik Kebaikan

HARI itu bisa jadi hal yang paling membuat Fitri Eka…

Senin, 24 Juni 2019 09:31

Mengenal Menstrual Cup, Pengganti Pembalut yang Ramah Lingkungan

Menstrual cup atau cangkir menstruasi mungkin masih asing terdengar. Wajar,…

Senin, 24 Juni 2019 09:29

Menstrual Cup Lebih Nyaman, Pastikan Higienis

DELAPAN tahun silam, Eva memutuskan mengubah kebiasaannya. Dari pembalut ke…

Senin, 24 Juni 2019 09:27

Ini Efek Penggunaan Lipstik untuk Pipi dan Mata

Ada banyak produk make-up. Untuk mata, bibir dan pipi punya…

Senin, 24 Juni 2019 09:26

Tampil Maksimal dengan Modal Minimal

TAK hanya tampil maksimal dengan setelan busana menarik, para perempuan…

Senin, 24 Juni 2019 09:23

Orangtua Pekerja, Bagaimana Efeknya Bagi Anak?

Kewajiban dan hak adalah hal berbeda namun harus dijalankan seirama.…

Senin, 24 Juni 2019 09:21

Cara Wanita Karier Mendidik Anak Mandiri

BEBERAPA orangtua yang bekerja, memutuskan menitipkan anak ke tempat penitipan…

Senin, 24 Juni 2019 09:07

Potato Peanut Crumb, Sajian Unik dari Kentang Kukus

Fushion food menggambarkan makanan yang dibuat berdasar dua elemen atau…

Senin, 24 Juni 2019 09:05

Pasta Rasa Lokal, Fetucini Sambal Matah

DI Indonesia, pasta cukup populer. Di antaranya, spageti, makaroni, dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*