MANAGED BY:
KAMIS
27 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MASKULIN

Senin, 20 Mei 2019 09:08
Belajar Bangkit dari Jatuh Berkali-kali
KETANGKASAN: Selain lari keliling lapangan, ada pula latihan ketangkasan. Bertujuan untuk menjaga keseimbangan, sekaligus melatih otot kaki.

PROKAL.CO, JANGAN sia-siakan kesempatan emas untuk mengajarkan dan memperkenalkan anak pada dunia olahraga. Salah satunya inline skating. Jangan membayangkan bahwa olahraga ini menggunakan sepatu dengan empat roda, dua di depan dan sisanya di belakang. Lewatlah sudah kejayaan sepatu seperti itu.

SALING MENDUKUNG: Bakat yang dimiliki anak tidak akan terasah jika tidak mendapat dukungan dari orangtua. Terlebih dalam hal peralatan, karena mengingat harga sepatu roda yang terbilang cukup menguras kantong.

 

Pada inline skating, sepatu yang digunakan merupakan sepatu roda khusus yang hadir dengan desain lebih ramping. Terdiri dari empat hingga lima roda yang disusun dalam satu baris untuk memberikan kontrol dan keseimbangan lebih baik.

Mendidik anak-anak hingga pandai bukanlah perihal mudah. Menurut pelatih komunitas Mulawarman Skating Team, Didan Wiryana, bekal ilmu ada di urutan kedua. Pertama adalah karakter sabar. Sebab, tidak semua anak bisa diperlakukan dengan cara sama.

“Kembali lagi ke sang pelatih. Kalau saya pribadi ya harus disesuaikan dengan karakter anak. Ada yang sekali dikasih tahu sudah paham, ada yang harus dipraktikkan dulu baru paham. Sebab, mengingat anak-anak didik saya itu beragam usianya. Ada 10 tahun ke atas, hingga 7 tahun ke bawah,” bebernya.

PEMANASAN: Meski terlihat mudah, ada beberapa rangkaian latihan fisik yang harus anak lewati. Salah satunya, lari keliling lapangan sebelum memulai latihan dengan sepatu roda.

 

Didan mengaku tidak ada cara khusus yang dia terapkan. Namun, satu yang selalu dia lakukan, memotivasi. Sebab, inline skating merupakan olahraga berisiko cidera.

“Nah, tugas saya, hanya memotivasi agar anak tetap semangat meski nanti akan jatuh dan luka. Sebab, saya rasa cedera hal biasa pada olahraga ini. Misal luka jatuh tergesek aspal, mungkin karena tidak seimbang ketika bermain, atau tersenggol dengan pemain lain,” tambah pria yang sudah menjadi atlet inline skating sejak 2000.

Namun, di sisi lain hal itu menjadi manfaat yang bisa dipetik oleh anak didiknya. Sebab, jatuh adalah hal biasa, namun kembali bangun dengan rasa semangat yang masih sama adalah hal luar biasa.

Memotivasi bukan berarti tidak ada tindakan antisipasi. Sebagai pelatih, Didan memiliki cara untuk meminimalisasi hal-hal tidak diinginkan. Setidaknya membuat para orangtua tenang saat menitipkan anak mereka pada Didan.

“Selama delapan tahun alhamdulillah enggak ada yang sampai patah tulang, jangan sampai deh ya. Untuk mengurangi risiko, saya selalu mewajibkan anak-anak memakai pengaman siku, lutut, dan helm tentunya,” ucap pria 41 tahun itu.

Merupakan satu di antara olahraga yang cukup populer, bukan berarti sarana dan prasarana terjamin. Menurut Didan, komunitas yang fokus pada kategori speed memiliki kendala karena tidak memiliki lapangan latihan permanen.

Walhasil, beberapa komunitas serupahanya mengandalkan lapangan umum terbuka. Khususnya MST yang mengaku tak jarang harus menepi untuk berbagi dengan pengendara yang berlalu-lalang.

Namun, kendala yang ada tidak cukup meredam semangat Didan mendidik anak-anak. Hal yang lebih membanggakan lagi, dengan segala keterbatasan tersebut, Didan tetap berhasil mendidik puluhan anak hingga menjadi atlet.

Hingga akhir pembicaraan, Didan tak lupa meminta dukungan dan doa untuk 30 atlet dari MST yang akan bertanding Kejuaraan Nasional Indonesian Roller Sport (IRS) Seri 3 yang akan dilaksanakan pada Juli. (*/nul*/rdm2/k16)

 


BACA JUGA

Senin, 22 Oktober 2012 10:16

Mitra Teras Mantap di Puncak

<div> <div> <strong>BALIKPAPAN</strong> &ndash; Kesebelasan Mitra Teras…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*