MANAGED BY:
SELASA
25 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Minggu, 19 Mei 2019 10:41
Pansel Capim KPK Disorot, Dinilai Hasil Kompromi Elite

Jokowi: Mereka Sangat Kredibel

Joko Widodo

PROKAL.CO, JAKARTA – Komposisi panitia seleksi (pansel) calon pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 2019–2023 terus mendapat sorotan. Tim yang terdiri dari sembilan anggota itu dinilai cerminan hasil kompromi dan kepentingan elite yang tidak berpihak pada tujuan besar pemberantasan rasuah di Tanah Air. 

Koalisi masyarakat sipil antikorupsi pun menolak penetapan Pansel Capim KPK yang diteken Presiden Joko Widodo itu. Koalisi itu terdiri dari sejumlah lembaga. Baik nasional maupun daerah. Di antaranya, Indonesia Corruption Watch (ICW), Transparency International Indonesia (TII), YLBHI, Pukat UGM, Malang Corruption Watch (MCW), Sahdar Medan, Banten Bersih, dan MaTA Aceh. 

Koalisi tersebut, menilai Jokowi mestinya mengevaluasi kinerja sejumlah anggota Pansel Capim KPK terdahulu. Mengingat pada periode kepemimpinan KPK hari ini banyak masalah internal yang kian mengkhawatirkan. Salah satunya gejolak internal pegawai di Deputi Penindakan yang berawal dari pelantikan 21 penyidik. 

"Beberapa nama pansel juga memiliki kedekatan dengan Mabes Polri yang memicu kecurigaan adanya kehendak mempertahankan kontrol elite kepolisian atas KPK," kata Koordinator ICW Adnan Topan Husodo mewakili koalisi masyarakat sipil antikorupsi, kemarin (18/5). Hanya, koalisi tidak menyebut siapa saja nama anggota Pansel Capim KPK yang dituding memiliki kedekatan dengan Mabes Polri.

Atas kondisi itu, koalisi menilai Jokowi tidak memiliki imajinasi besar dalam agenda pemberantasan korupsi. Hal itu membuat target meningkatkan Indeks Persepsi Korupsi atau Corruption Perception Index (CPI) Indonesia sulit diharapkan tercapai.

"Jika beberapa anggota pansel memiliki kedekatan khusus dengan berbagai pihak yang selama ini berseberangan dengan KPK, tentu mereka semestinya tidak dipaksakan masuk sebagai anggota pansel," tambah dia.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo membantah sejumlah tanggapan miring terhadap sembilan anggota Pansel Capim KPK 2019–2023 yang telah ditetapkan. Jokowi mengklaim semua nama merupakan tokoh-tokoh yang kredibel dan memiliki kapasitas mumpuni.

"Saya kira pansel (calon pimpinan KPK) figur-figurnya sangat kredibel dan memiliki kapasitas untuk menyeleksi," kata presiden di Pasar Badung, Denpasar, Bali, kemarin (18/5).

Jokowi menambahkan, masyarakat tidak perlu risau. Sebab, meski pansel tersebut memiliki kewenangan menyeleksi, keputusan akhir siapa yang akan menduduki jabatan pimpinan KPK ada di tangan DPR.

"Tapi nanti tahap akhir ada di DPR. Kita hanya menyiapkan panitia seleksinya. Diharapkan yang terpilih nanti betul-betul yang terbaik dan diserahkan ke DPR supaya diseleksi lagi baru keluar," imbuhnya.

Presiden juga mengaku tidak meminta pansel mencari figur tertentu untuk mengisi posisi pimpinan KPK. Jokowi menuturkan, kebutuhan KPK fokusnya masih di pencegahan dan penindakan. "Ngga, enggak, yang penting tekanannya memang saya kira sama di pencegahan, di penindakan ya," katanya. (tyo/far/jpg)

 


BACA JUGA

Senin, 24 Juni 2019 14:15

Komnas HAM Tuding Aparat Tak Taati Rekomendasi

Tewasnya Ahmad Setiawan di kolam bekas tambang memantik reaksi Komisi…

Senin, 24 Juni 2019 14:13

Diduga Terjadi Pembiaran Berlarut

Satu demi satu warga di Samarinda bertumbangan. Lubang bekas tambang…

Senin, 24 Juni 2019 14:11
Samarinda yang Selalu Saja Ada Tambang Ilegal

Pemerintah Beri Ruang Pelanggaran

PELANGGARAN demi pelanggaran dilakukan para pelaku usaha pertambangan di Kaltim.…

Senin, 24 Juni 2019 13:26
Jumlah Pelanggaran Pemilu 2019 Naik Pesat Dibanding 2014

Kombinasi Meningkatnya Pengawasan dan Bebalnya Peserta

Tingkat kepatuhan peserta pada Pemilu 2019, rupanya, belum membaik. Yang…

Senin, 24 Juni 2019 13:18

Pemilik Pabrik Korek Ditangkap di Hotel

LANGKAT – Polres Binjai terus mendalami kasus kebakaran yang menewaskan…

Senin, 24 Juni 2019 10:18

Persentase Penurunan Harga Tiket Pesawat Masih Dikaji

Penurunan harga tiket pesawat masih dinanti-nanti masyarakat. Pihak maskapai masih…

Minggu, 23 Juni 2019 22:57
Ahmad, Jadi Korban Ke-35 yang Tewas di Kolam Bekas Tambang

Diketahui Tenggelam setelah Empat Jam

Pemprov Kaltim sepertinya diuji. Setelah temuan sejumlah tambang ilegal di…

Minggu, 23 Juni 2019 22:54

Tambang di Samarinda, Pastikan TNI Tak Terlibat

ATURAN dilanggar. Hasil bumi dicuri. Namun hingga kini, belum tampak…

Minggu, 23 Juni 2019 22:47

Tiket Pesawat Bisa Murah Asal Ini yang Dihapus...

JAKARTA-Keriuhan masyarakat terhadap harga tiket pesawat mendapat respons dari pemerintah.…

Minggu, 23 Juni 2019 22:43

Insentif Pemerintah Bikin Properti Bakal Lebih Bergairah

Pemerintah punya kebijakan baru untuk dunia properti. Salah satunya insentif…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*