MANAGED BY:
SELASA
25 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Sabtu, 18 Mei 2019 15:22
Utang Luar Negeri Bertambah, Naik Menjadi Segini

Setara Rp 5.426 Triliun, BI Bilang Masih Terkendali

ilustrasi

PROKAL.CO, JAKARTA – Di tengah ketidakpastian global, utang luar negeri (ULN) Indonesia terus mengalami kenaikan. Hingga akhir triwulan I 2019, ULN Indonesia tercatat USD 387,6 miliar atau setara Rp 5.426 triliun. ULN Indonesia tersebut naik 7,9 persen secara year-on-year (YoY) jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.

Direktur Eksekutif-Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Onny Widjanarko menuturkan, ULN itu terdiri atas utang pemerintah dan bank sentral USD 190,5 miliar. Lalu, utang swasta, termasuk BUMN, USD 197,1 miliar. ”Utang luar negeri Indonesia masih terkendali dengan struktur yang sehat,” kata Onny di Jakarta kemarin (17/5). Peningkatan ULN terutama bersumber dari sektor swasta, sedangkan ULN pemerintah relatif stabil.

Dia menguraikan, hingga akhir triwulan I 2019, ULN pemerintah tercatat USD 187,7 miliar atau tumbuh 3,6 persen (YoY) jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Perkembangan tersebut dipengaruhi kenaikan arus masuk dana investor asing di pasar surat berharga negara (SBN). ”Hal ini menunjukkan kepercayaan investor asing yang tinggi terhadap prospek perekonomian Indonesia,” urainya.

Dia menekankan, struktur ULN Indonesia tetap sehat. Kondisi itu tecermin dari rasio terhadap PDB pada akhir triwulan I 2019 yang relatif stabil, yakni 36,9 persen. Selain itu, struktur ULN Indonesia didominasi jangka panjang yang memiliki porsi 86,1 persen.

Peneliti INDEF Eko Listiyanto menyatakan, pertumbuhan ULN relatif terkendali. Namun, produktivitas ULN pemerintah dan swasta belum optimal dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. ”Tampak dari pertumbuhan kuartal I 2019 yang tidak banyak meningkat,” jelasnya. Pada kuartal II, ULN diprediksi meningkat seiring dengan momentum Lebaran. Peningkatan tersebut disebabkan kenaikan permintaan produksi yang diikuti dengan pinjaman di sektor swasta.

Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Piter Abdullah mengatakan, pertumbuhan utang sebenarnya adalah konsekuensi dari defisit APBN yang ditetapkan pemerintah dan DPR. Ukuran untuk mengatakan apakah utang masih baik atau berbahaya diawali dengan melihat APBN dan defisitnya. ”Kalau kami lihat APBN dan defisitnya, saya harus mengatakan masih sangat baik bahkan dapat dikategorikan terlalu konservatif,” jelasnya.

Untuk memaksimalkan fungsi APBN dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, semestinya APBN tidak konservatif dengan batasan defisit 3 persen APBN. Seharusnya, APBN mempunyai ruang kapan defisit boleh lebih dari 3 persen dan kapan di bawah 3 persen. ”Apabila strategi pengelolaan APBN ini kami pilih, utang pemerintah seharusnya tidak lagi menjadi isu,” imbuhnya.

Lebih lanjut, dia menyatakan, rasio utang terhadap PDB masih di kisaran 30 persen PDB, yakni jauh di bawah batas aman 60 persen. Yang perlu menjadi sedikit perhatian adalah debt service ratio yang masih tinggi. Namun, itu tidak terlalu buruk karena pemerintah tidak pernah gagal bayar. ”Sejauh ini pemerintah belum maksimal memanfaatkan APBN sesuai fungsinya itu. Pertumbuhan ekonomi terjebak di kisaran 5 persen, justru ini yang bahaya,” paparnya. (ken/nis/c12/oki)

 


BACA JUGA

Senin, 24 Juni 2019 14:15

Komnas HAM Tuding Aparat Tak Taati Rekomendasi

Tewasnya Ahmad Setiawan di kolam bekas tambang memantik reaksi Komisi…

Senin, 24 Juni 2019 14:13

Diduga Terjadi Pembiaran Berlarut

Satu demi satu warga di Samarinda bertumbangan. Lubang bekas tambang…

Senin, 24 Juni 2019 14:11
Samarinda yang Selalu Saja Ada Tambang Ilegal

Pemerintah Beri Ruang Pelanggaran

PELANGGARAN demi pelanggaran dilakukan para pelaku usaha pertambangan di Kaltim.…

Senin, 24 Juni 2019 13:26
Jumlah Pelanggaran Pemilu 2019 Naik Pesat Dibanding 2014

Kombinasi Meningkatnya Pengawasan dan Bebalnya Peserta

Tingkat kepatuhan peserta pada Pemilu 2019, rupanya, belum membaik. Yang…

Senin, 24 Juni 2019 13:18

Pemilik Pabrik Korek Ditangkap di Hotel

LANGKAT – Polres Binjai terus mendalami kasus kebakaran yang menewaskan…

Senin, 24 Juni 2019 10:18

Persentase Penurunan Harga Tiket Pesawat Masih Dikaji

Penurunan harga tiket pesawat masih dinanti-nanti masyarakat. Pihak maskapai masih…

Minggu, 23 Juni 2019 22:57
Ahmad, Jadi Korban Ke-35 yang Tewas di Kolam Bekas Tambang

Diketahui Tenggelam setelah Empat Jam

Pemprov Kaltim sepertinya diuji. Setelah temuan sejumlah tambang ilegal di…

Minggu, 23 Juni 2019 22:54

Tambang di Samarinda, Pastikan TNI Tak Terlibat

ATURAN dilanggar. Hasil bumi dicuri. Namun hingga kini, belum tampak…

Minggu, 23 Juni 2019 22:47

Tiket Pesawat Bisa Murah Asal Ini yang Dihapus...

JAKARTA-Keriuhan masyarakat terhadap harga tiket pesawat mendapat respons dari pemerintah.…

Minggu, 23 Juni 2019 22:43

Insentif Pemerintah Bikin Properti Bakal Lebih Bergairah

Pemerintah punya kebijakan baru untuk dunia properti. Salah satunya insentif…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*