MANAGED BY:
KAMIS
27 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Jumat, 17 Mei 2019 13:40
Ini Dugaan Penyebab Kecelakaan di Jalan MT Haryono

Minyak Rem Kosong hingga Modifikasi Ban

PEMERIKSAAN: Rutin mengecek air radiator, minyak rem hingga pelumas power steering dapat mencegah kecelakaan pada saat menanjak.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN–Tanjakan Mazda ibarat tempat angker bagi kendaraan di Kota Minyak. Sudah bukan hal asing jika poros Jalan MT Haryono ini sering memakan korban. Tak terhitung sudah jumlah kecelakaan lalu lintas yang terjadi di sana. Baik karena faktor performa kendaraan yang kurang baik sampai masalah eksternal.

Manajer Servis Mitsubishi Balikpapan Katenun menuturkan, ada banyak penyebab yang bisa memengaruhi performa kendaraan saat berada di tanjakan. Pertama, saluran udara yang bisa berpengaruh pada konsumsi bahan bakar. Apabila udara kurang, maka otomatis membuat mesin tidak stabil. Sehingga tidak kuat ketika berada dalam posisi tanjakan. Kedua, peran filter solar. Jika keadaan filter ini kotor bisa menyebabkan kebuntuan.  Penanganannya hanya segera diperbaiki. Jika dibiarkan bisa berbahaya pada posisi menanjak.

 “Mungkin kalau dalam posisi jalanan rata bahan bakar masih normal. Kalau tanjakan baru bisa terlihat masalah sumbatan bahan bakar,” tuturnya. Ketiga, masalah kampas kopling yang berasal dari pemakaian dan peralatannya sendiri. Misalnya pada posisi menanjak, pengguna atau sopir akan menggunakan ‘setengah’ kopling. Jika terus dilakukan dalam waktu lama tentu menyebabkan kehausan kampas. Otomatis performa mesin akan terpengaruh. Selanjutnya, pengaruh dari ukuran ban. Misalnya standar penggunaan harus ban kecil, tetapi pengguna memodifikasi ukuran ban lebih besar dari yang seharusnya.

 “Efeknya membuat perputaran ban tidak sesuai yang diinginkan mesin, jadi lebih berat,” jelasnya. Terakhir, beban muatan yang berkaitan keseluruhan. Saat muatan penuh ingin melewati tanjakan tidak kuat dan kendaraan lambat untuk perpindahan gigi. Otomatis membuat rem mati. “Kebanyakan kasus di tanjakan ini mobil besar, mesin tidak kuat, langsung berhenti dan mati. Ketika begitu sistem pengereman berpengaruh,” bebernya.

Dia mengungkapkan, khusus untuk mobil bermuatan besar rata-rata menggunakan sistem pengereman semi angin dan minyak. Ada pula yang penuh angin. “Jadi ketika mesin mati dia langsung lock (terkunci),” imbuhnya.

Sementara kalau kendaraan menggunakan sistem rem minyak, pengguna harus memerhatikan kondisi minyak agar bisa berfungsi. Berdasarkan pengalamannya diminta menganalisis kecelakaan oleh kepolisian, dia melihat fungsi rem menjadi akar dari tragedi. “Menurut analisa kami, minyak rem kosong karena ada kebocoran di roda belakang. Kalau minyak rem bocor ya habis dan tidak bisa berfungsi,” ujarnya. Padahal kurun waktu penggantiannya minyak rem terhitung lama dan aman. Selain itu, apabila kampas rem habis biasanya menimbulkan tanda yang bisa diketahui pengguna. Artinya minyak rem kurang. Maka dari itu pentingnya servis berkala untuk mengetahui kebocoran atau kendala itu.

Mencegah kecelakaan kuncinya hanya konsisten memerhatikan mesin atau kendaraan dalam kondisi fit sebelum berkendara. Dia berpesan agar tidak meremehkan servis berkala. Sehingga sekecil pun kekurangan mobil akan terpantau. Sebaiknya setiap pagi terlebih dahulu melakukan cek rutin kendaraan. Di antaranya air radiator, aki, oli, minyak rem, hingga minyak power steering.

Kalau tidak dilakukan pengecekan, ancaman bahaya bisa berbagai macam. Maka dari itu fungsinya cek rutin dan servis berkala dapat diketahui kelainan pada kendaraan. “Kesadaran masyarakat juga masih sedikit untuk mau cek rutin setiap pagi. Padahal kuncinya ya menjaga keamanan kendaraan dari diri sendiri,” tutupnya. (gel/riz/k15)


BACA JUGA

Rabu, 26 Juni 2019 14:48

ExxonMobil Lirik Bisnis Pertamini

BALIKPAPAN- Bisnis pertamini atau pom mini ternyata tidak bisa dipandang…

Senin, 24 Juni 2019 13:57
Cooking Class Nastar dan Red Velvet Kukus

Lama Dipanggang agar Tak Melempem

MENGOLAH cookies terutama kue kering tidaklah mudah. Terlebih untuk mendapatkan…

Senin, 24 Juni 2019 13:56

Layanan IMTN Disarankan Direvisi

Layanan Izin Membuka Tanah Negara (IMTN) yang sudah berjalan lebih…

Senin, 24 Juni 2019 13:55
Dugaan Korupsi Dana Hibah dan Pengadaan Lahan

Penyidik Tunggu Hasil Audit BPKP

BALIKPAPAN-Penyelidikan dugaan korupsi dana hibah senilai Rp 1,5 miliar mandek.…

Minggu, 23 Juni 2019 22:38

Perawatan Bozem Tidak Murah

Maraknya banjir di berbagai daerah turut jadi perhatian Ketua DPD…

Minggu, 23 Juni 2019 22:37

Kendaraan Wajib Uji Berkala

BALIKPAPAN– Kendaraan berbobot besar wajib melakukan pemeriksaan berkala. Untuk memantau…

Minggu, 23 Juni 2019 22:33

Adat Paser Bakal Jadi Muatan Lokal

IDE Pekan Adat Festival Paser muncul saat tim Disdikbud Balikpapan…

Minggu, 23 Juni 2019 22:31

Potensi Pariwisata Masih Banyak

Pekan Festival Adat Paser 2019 dihelat pada 22–27 Juni di…

Sabtu, 22 Juni 2019 13:16

Anggaran Banjir Direalisasikan Bertahap

Konsep penanganan banjir diklaim sudah rampung. Tinggal eksekusi lapangan. Meski…

Sabtu, 22 Juni 2019 13:14
Penumpang Sepinggan Sepi, Pendapatan Merosot

Pajak Parkir Anjlok, Berharap Ada Pengaturan Rute

Tiga dari empat potensi pajak bandara tergerus oleh turunnya jumlah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*