MANAGED BY:
SELASA
25 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Jumat, 17 Mei 2019 13:39
Praktik Buku Kir Palsu Terungkap

Pelakunya Terorganisasi, Sasar Kendaraan Luar Kaltim

BARANG BUKTI: Truk asal luar Kaltim yang surat kirnya diduga palsu.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN-Menjalankan ibadah puasa tak membuat semangat personel Patroli Jalan Raya (PJR) Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kaltim kendur. Mereka tetap rutin bertugas di kawasan poros Balikpapan-Samarinda. Tepatnya di Pos Lalu Lintas Km 51, Taman Hutan Raya (Tahura), Kutai Kartanegara. Setelah buka puasa dan tarawih pada Ahad (12/5) lalu, mereka pun berdiri di jalanan. Ada pula patroli menyisir jalanan ini. Melanjutkan tugas serupa dilakukan siang tadi. Memantau arus lalu lintas.

Sebab, setiap Sabtu-Ahad, volume kendaraan dan aktivitas masyarakat meningkat. Baik ke arah Samarinda, maupun sebaliknya. Dipimpin Kanit PJR Km 51 AKP Donny Dwija Romansa, Ipda Sutarno dan empat anggotanya. Yakni Aipda Kusnanto, Aipda Mudianto, Bripka Ismail dan Brigpol Ramot Simanjutak. Mereka bergantian mengawasi kendaraan. Ada pula mengatur lalu lintas. Sekitar pukul 22.30 Wita, sebuah truk warna hijau berpelat Jakarta B 9450 SYV melintas. Ismail yang sudah lebih dua tahun bertugas di PJR itu spontan kemudian mengambil tindakan.

Ketika melihat ada truk bernomor pelat dari luar Kaltim melaju dari arah Samarinda menuju Balikpapan, dia melambaikan tangan. Memberi tanda pada sopir yang sudah mulai melambat karena melihat petugas berdiri. Instingnya memberitahu, ada sesuatu pada truk yang dikendarai Salman Bidang (26) agar dicek. Setelah menyapa, Ismail kemudian meminta kelengkapan surat kendaraan dan memeriksa muatan. Malam itu Salman dari Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara). Tujuannya Balikpapan. Hendak mengantar alat pengaduk semen.

SIM dan STNK sudah sesuai. Saat memeriksa buku uji kir (buku rangkaian kegiatan menguji atau memeriksa bagian-bagian kendaraan) Ismail mencurigai ada yang tak beres. Stiker masa berlaku tak sesuai. Untuk meyakinkan, dia pun mengecek tanda barcode yang ada di buku kir melalui aplikasi pengecekan kir di smartphone-nya. Beberapa detik di-scan pada gambar barcode, muncul data identitas kendaraan. “Tak sesuai dengan speknya (spesifikasi),” terang Direktur Lalu Lintas Polda Kaltim Kombes Pol Eddy Djunaedi bersama Kasat PJR AKBP Bramanti.

Data yang muncul, mobil jenis pikap atas nama Ali Rifai dengan plat B 9876 BAA. Sementara di buku kir tertera B 9450 SYV atas nama PT Indo Teknik Pembangunan beralamat di Jakarta Selatan. Pengakuan sopir, dirinya tidak tahu jika itu palsu. Selama berada di Kaltara, dia mengaku tak pernah melakukan uji kir berkala di wilayah setempat. Pihaknya pun menyita truk dan melakukan pemeriksaan lanjutan terkait dugaan kir palsu itu. “Kami masih lakukan penghimpunan informasi,” ujarnya.

Dalam dua tahun terakhir, petugas Ditlantas Polda Kaltim beberapa kali mendapati pemalsuan dokumen. Seperti SIM, STNK dan buku uji kir. Penemuan itu didapat, ketika personel melakukan operasi cipta kondisi. “Saat anggota memeriksa kelengkapan surat, ada yang tak sesuai,” tuturnya. Pada Januari 2019 lalu, personel Satlantas Polres Balikpapan mendapati SIM B II Umum palsu. Pemiliknya seorang pengemudi pikap berinisial NS (28), warga Jalan RE Martadinata, Mekar Sari, Balikpapan Tengah. Dia diberhentikan anggota Satlantas di kawasan Pasar Baru, Balikpapan Kota, saat melanggar rambu dilarang memutar arah di Jalan Jenderal Sudirman.

Saat diperiksa kelengkapan suratnya, Polri curiga dengan fisik dan kondisi SIM B2 Umum yang dimiliki sopir. SIM tersebut lantas diperiksa secara forensik. Ternyata benar, SIM yang dimiliki NS palsu. Secara kasatmata terdapat banyak perbedaan dengan SIM yang asli. Baik dari tinta yang digunakan, ketidakcocokan antara tahun penerbitan SIM dengan pejabat yang menandatangani, hingga tak ditemukannya nomor registrasi SIM di database Satlantas. Dari pengembangan Satuan Reserse Kriminal, dua terduga pelaku penipuan diciduk kepolisian.

Yakni Muhammad Budi (44) sebagai marketing pembuatan dokumen palsu, dan Basuki Widi Sujatmiko (42) yang bermukim di Kecamatan Batu Kajang, Kabupaten Paser. Nama terakhir tadi berperan sebagai pencetak dokumen palsu. Para tersangka mengaku bisnis haram itu dijalaninya selama tiga tahun belakangan ini.

Dari pengakuan NS, dirinya membayar Rp 500 ribu kepada Muhammad Budi untuk bisa mendapatkan SIM abal-abal tersebut.  Mereka berperan sendiri-sendiri. Ada si pemesan, marketing yang mencari pelanggan, dan pencetak. Berbagai dokumen yang biasa dibuat pelaku, di antaranya, ijazah, surat sertifikat pengalaman kerja, ID card perusahaan, SIM, KTP, kartu BPJS, akta kelahiran, dan kartu keluarga (KK). (aim/riz/k15)


BACA JUGA

Senin, 24 Juni 2019 13:57
Cooking Class Nastar dan Red Velvet Kukus

Lama Dipanggang agar Tak Melempem

MENGOLAH cookies terutama kue kering tidaklah mudah. Terlebih untuk mendapatkan…

Senin, 24 Juni 2019 13:56

Layanan IMTN Disarankan Direvisi

Layanan Izin Membuka Tanah Negara (IMTN) yang sudah berjalan lebih…

Senin, 24 Juni 2019 13:55
Dugaan Korupsi Dana Hibah dan Pengadaan Lahan

Penyidik Tunggu Hasil Audit BPKP

BALIKPAPAN-Penyelidikan dugaan korupsi dana hibah senilai Rp 1,5 miliar mandek.…

Minggu, 23 Juni 2019 22:38

Perawatan Bozem Tidak Murah

Maraknya banjir di berbagai daerah turut jadi perhatian Ketua DPD…

Minggu, 23 Juni 2019 22:37

Kendaraan Wajib Uji Berkala

BALIKPAPAN– Kendaraan berbobot besar wajib melakukan pemeriksaan berkala. Untuk memantau…

Minggu, 23 Juni 2019 22:33

Adat Paser Bakal Jadi Muatan Lokal

IDE Pekan Adat Festival Paser muncul saat tim Disdikbud Balikpapan…

Minggu, 23 Juni 2019 22:31

Potensi Pariwisata Masih Banyak

Pekan Festival Adat Paser 2019 dihelat pada 22–27 Juni di…

Sabtu, 22 Juni 2019 13:16

Anggaran Banjir Direalisasikan Bertahap

Konsep penanganan banjir diklaim sudah rampung. Tinggal eksekusi lapangan. Meski…

Sabtu, 22 Juni 2019 13:14
Penumpang Sepinggan Sepi, Pendapatan Merosot

Pajak Parkir Anjlok, Berharap Ada Pengaturan Rute

Tiga dari empat potensi pajak bandara tergerus oleh turunnya jumlah…

Sabtu, 22 Juni 2019 13:10

Pendam VI/Mulawarman Kembali Raih Juara

TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) digelar tiga kali setahun. Selain…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*