MANAGED BY:
SELASA
25 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Jumat, 17 Mei 2019 10:14
Kutim Diusulkan Jadi Lokasi Studi Hutan
AGAR HUTAN BERMANFAAT: Kasmidi Bulang mengusulkan Kutim untuk dijadikan tempat studi lapangan oleh Fakultas Kehutanan Unmul.Desi For KP

PROKAL.CO, SANGATTA–Kabupaten Kutai Timur (Kutim) adalah salah satu pilot project dalam proyek Strengthening Forest Area Planning and Management in Kalimantan (Kalfor) di Kaltim. Lantas, kabupaten pemilik bentang alam nan indah itu diusulkan menjadi tempat studi lapangan hutan Kaltim.

Untuk diketahui, proyek Kalfor di Kaltim oleh Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan digawangi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda.

“Bila memungkinkan kita (Kutim) bisa bekerja sama dengan Unmul dalam studi lapangan hutan di Kaltim. Kutim bisa mewakili Kaltim, untuk dijadikan tempat studi lapangan," ungkap Wakil Bupati (Wabup) Kutim Kasmidi Bulang saat mengikuti presentasi hasil studi lapangan untuk baseline proyek Kalfor di Kutim oleh tim Unmul di Ruang Rapat Bappeda Kutim, Selasa (14/5).

Kajiannya, menurut Kasmidi, akan bermanfaat bagi Kutim maupun Unmul. Di Kutim banyak desa yang terdapat kekayaan hutan, sehingga harus dijaga jangan sampai dimasuki perusahaan-perusahaan atau kegiatan-kegiatan yang lain, selain studi lapangan oleh Fakultas Kehutanan Unmul. “Sehingga aneka ragam hayati bisa terjaga, seperti buah-buah langka yang ada di hutan,” ungkap Kasmidi.

Hal yang perlu dihindari, sambung Kasmidi, bila hutan menjadi perkebunan, pasti ada yang hilang. Akan putus mata rantai flora-fauna. Mungkin hewan-hewan yang sangat dilindungi akan ikut punah seiring berubahnya hutan menjadi perkebunan.

Kasmidi juga meminta Kepala Bappeda Kutim Edward untuk menggelar seminar khusus dan mengundang para kepala desa se-Kutim. Kemudian menyampaikan berbagai potensi alam di desa masing-masing.

“Sampaikan apa saja potensi yang perlu kita jaga di tiap desa, tidak usah diskusi. Cukup mengumpulkan data, setelah itu Bappeda yang akan mengelola. Lalu inventarisasi terkait hutan yang harus dijaga, karena sampai hari ini kita belum punya data yang akurat,” sebutnya. (mon/kri/k8) 

 


BACA JUGA

Senin, 24 Juni 2019 09:59

Tersenggol saat Menyalip, Pengendara Tewas Dilindas

Laka maut terjadi di Jalan Mangga Besar, Kampung Labanan Makmur,…

Senin, 24 Juni 2019 09:58

Dilema Pajak Reklame Tembakau

SANGATTA–Sewa iklan di reklame menjadi salah satu penyumbang pajak untuk…

Senin, 24 Juni 2019 09:56

Banjir, Dewan Panggil OPD Terkait

TENGGARONG–Rencana revitalisasi fungsi drainase dan sungai di Tenggarong oleh Pemkab…

Senin, 24 Juni 2019 09:55

Dua Hari Terendam, Kini Berangsur Surut

GARA-GARA banjir kiriman, dua kecamatan, Tabang dan Kembang Janggut, harus…

Senin, 24 Juni 2019 09:54

Genangan Air Bisa Tunda Pilkakam

SENDAWAR–Ancaman banjir mengadang pelaksanaan pemilihan kepala kampung (pilkakam) serentak, 27…

Senin, 24 Juni 2019 09:51

Niat Berlibur di Gusung, Rezal Dilaporkan Hilang

PENAJAM- Musibah di perairan Tanjung Jumlai, Kabupaten Penajam Paser Utara…

Senin, 24 Juni 2019 09:50

300 Titik PJU Segera Dilelang

PENAJAM- Pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU) di Kabupaten Penajam…

Sabtu, 22 Juni 2019 12:30

Jasad Dibuang, Masuk Teritorial Buaya, Arus Jadi Momok

Proses pencarian jasad korban pembunuhan pada Minggu (9/6) oleh Polsek…

Sabtu, 22 Juni 2019 12:29

Rampas Kalung Nenek, HN Ditangkap

SENDAWAR–Kegelisahan warga Kampung Sumber Bangun, Kecamatan Sekolaq Darat, Kutai Barat…

Sabtu, 22 Juni 2019 12:28
Kapolda Kaltim Mengaspal di Pesisir Kukar

Berbagi, lalu Menikmati Liarnya Hutan

Kapolda Kaltim Irjen Pol Priyo Widyanto dan Kapolres Kukar AKBP…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*