MANAGED BY:
MINGGU
26 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MANCANEGARA

Rabu, 15 Mei 2019 14:14
Ketegangan Sri Lanka setelah Bom Paskah
Masih Tegang, 1 Orang Tewas
Warga Chilaw melakukan demo.

PROKAL.CO, KOLOMBO – ’’Terapi’’ yang diberikan pemerintah Sri Lanka untuk meredakan ketegangan sosial tak lagi manjur. Tensi di beberapa daerah sudah memuncak dan merenggut korban jiwa pertama. Otoritas pun berjanji lebih tegas setelah dikritik terlalu lembut menangani konflik sosial setelah serangan bom Paskah.

Kericuhan pada Senin (13/5) menjadi bukti kuat bahwa pemerintah tak bisa mendinginkan hati warga. Saat konflik pecah pada di Kota Chilaw sehari sebelumnya, polisi menetapkan jam malam. Aplikasi media sosial seperti Facebook, Instagram, YouTube, dan WhatsApp diblokir.

Namun, massa kembali terbentuk sejak Senin pagi lalu. Setidaknya lima kota di Provinsi Barat Laut menjadi panggung para oknum yang ingin ’’balas dendam’’ atas kematian 258 orang akibat serangan National Tawheed Jamaath pada 21 April silam. Di Kota Minuwangoda, hotel dan masjid rusak dilempari batu dan dipukuli tongkat kayu. ’’Beberapa toko (milik muslim) diserbu massa. Kami harus memberi tembakan peringatan dan menembakkan gas air mata,’’ kata petinggi kepolisian kepada Agence France-Presse (AFP).

Aparat bergerak cepat. Mereka kembali memberlakukan jam malam untuk seluruh pulau. Namun, penduduk tak menggubris. Mengandalkan jumlah yang melebihi petugas, massa terus merusak dan membakar berbagai lokasi.

Di Distrik Puttalam, kericuhan mencapai level baru. Salah satu kelompok masyarakat menyerang sebuah bengkel mebel. Mereka mengambil perkakas di bengkel tersebut dan menyabet salah seorang muslim di sana. Pria 45 tahun itu sempat dibawa ke rumah sakit. Sayangnya, dia tak bisa bertahan. ’’Ini adalah korban jiwa pertama dalam kericuhan (setelah bom Paskah, Red),’’ ujar jubir kepolisian Ruwan Gunasekera.

Politisi maupun kaum muslim geram dengan eskalasi konflik sosial beberapa hari terakhir. Aparat yang berjaga dengan senjata laras panjang ternyata tak bisa menakuti massa. Petugas di lapangan malah seperti takut dengan ribuan orang yang mengamuk.

’’Di luar, polisi dan tentara berjaga. Namun, mereka juga tak membantu memadamkan api. Mereka membiarkan tiga pegawai saya terluka saat ingin keluar dari pabrik,’’ ucap Ashraf Jifthty. Pabriknya, Diamond Pasta Private Limited, juga menjadi sasaran kemarahan masyarakat.

Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremesinghe menuding ada oknum yang memanfaatkan keresahan masyarakat untuk memancing keributan. Menurut laporan, sebagian besar keributan dimulai geng sepeda motor.

Pengamat politik Victor Ivan mencurigai kericuhan tersebut sebagai gerakan politis. Dia percaya oposisi pemerintah ingin memanfaatkan masalah tersebut untuk memperburuk citra pertahana. ’’Sudah ada bukti yang muncul. Salah seorang tokoh oposisi level rendah terbukti menghasut penduduk untuk melakukan kekerasan,’’ tegasnya. Namun, pemerintah Sri Lanka tak berbuat banyak. Mereka tetap memblokir aplikasi media sosial. Kali ini ditambah Twitter.

Berantas Ujaran Kebencian

Sementara itu, sepuluh ribu kilometer dari Sri Lanka, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guteres ikut meneriakkan dorongan agar masyarakat tak mudah terpancing emosi. Menurut dia, kebencian yang tersimpan di dunia maya bisa dimanfaatkan kapan saja untuk menghasut masyarakat melakukan kejahatan.

’’Ujaran kebencian di dunia maya menyebar layaknya api di hutan. Kita harus segera memadamkan ’api’ itu,’’ tuturnya saat mengunjungi korban serangan Christchurch, Selandia Baru.

Dia sudah menugasi Adama Dieng, orang kepercayaan PBB, untuk membuat penangkal ekstremisme online. Jadi, masyarakat global bisa terhindar dari pengaruh konten buruk. ’’Kami akan mengumpulkan tim untuk mempercepat respons terhadap ujaran kebencian,’’ tegasnya. (bil/c14/dos)


BACA JUGA

Minggu, 26 Mei 2019 13:02

No Deal atau Referendum Kedua

TANGGAL 29 Maret lalu seharusnya menjadi hari terakhir Inggris menjadi…

Minggu, 26 Mei 2019 12:05
Menanti Pertarungan Jadi Perdana Menteri Inggris

Boris Johnson Dianggap Paling Berpeluang

Jumat (24/5) Theresa May meletakkan jabatannya sebagai ketua Partai Konservatif.…

Sabtu, 25 Mei 2019 15:02

Iran Tolak Upaya Negosiasi

TEHERAN – Iran tak lagi mau membahas perjanjian nuklir dengan…

Sabtu, 25 Mei 2019 14:30

Dua Tewas karena Macet di Everest

KATHMANDU – Dalam dua hari, empat pendaki puncak Gunung Everest…

Sabtu, 25 Mei 2019 14:28

Modi Menang, Tapi Sulit Penuhi Janji Kampanye

NEW DELHI – Kemenangan sudah digenggam. Jabatan perdana menteri (PM)…

Sabtu, 25 Mei 2019 13:58

MARAH..!! Tiongkok Sebut AS Terus Berbohong

BEIJING – Tiongkok benar-benar marah. Mereka tak terima dengan tudingan…

Jumat, 24 Mei 2019 13:46

Selamatkan 50 Anak dari Jaringan Pedofil

BANGKOK – Interpol baru saja mengungkapkan kemajuan penyelidikan jaringan pedofil…

Jumat, 24 Mei 2019 13:45

BJP Menang Telak, Modi PM Lagi

NEW DELHI – Kembang api menghiasi langit di atas kantor…

Jumat, 24 Mei 2019 13:02

Isu Huawei Merembet ke Asia

TOKYO – Perusahaan teknologi yang memutus suplai ke Huawei terus…

Kamis, 23 Mei 2019 12:44

Tetap Darurat setelah Sebulan

KOLOMBO – Umat Katolik Sri Lanka baru saja mengadakan doa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*