MANAGED BY:
SELASA
16 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Rabu, 15 Mei 2019 11:34
Menyulap Lahan Kritis Pascatambang (3-Habis)
Tolak Tambang, Pertanian Terpadu Jadi Benteng
SEMANGAT WARGA: Salah satu lokasi pertanian terpadu di RT 24, Kelurahan Sangasanga Dalam, yang merupakan pinjaman dari Pertamina.

PROKAL.CO, class="yiv2451107804ydpdc458a55msonormal">Trauma dengan aktivitas tambang membuat warga RT 24, Kelurahan Sangasanga Dalam, Kecamatan Sangasanga, gencar melakukan kampanye penolakan tambang. Tak melulu dengan unjuk rasa, tapi juga mengembangkan pertanian terpadu.

MUHAMMAD RIFQI, Tenggarong

SEBUAH balai pertemuan yang dibangun kelompok tani Daya Karya Mandiri (DKM) di RT 24, Kelurahan Sangasanga Dalam, seolah menjadi saksi perjuangan membentuk karakter desa yang mandiri. Tak melulu hanya berteriak menolak aktivitas tambang batu bara yang dianggap tak ramah lingkungan.

Namun, warga juga berupaya kreatif dalam menanamkan nilai-nilai kearifan lokal. Balai tersebut berada di atas kawasan lahan Pertamina yang dipinjamkan kepada kelompok tani untuk dijadikan etalase ternak sapi. Di sana juga terdapat sejumlah kolam ikan dan lahan untuk ditanami sayur serta rumput untuk pakan sapi. Aktivitas pertanian tersebut pun saling berkaitan.

Misalnya, keberadaan kotoran sapi dianggap mampu menyuburkan tanah dan menjadi pupuk. Ketua DKM Dasi mengatakan, kampungnya tak hanya menjadi perhatian sejumlah penggiat lingkungan serta peneliti lokal. Tapi juga sejumlah peneliti dari luar negeri. Salah satunya, dari Inggris. Bertahannya masyarakat di tengah konflik aktivitas pertambangan, membuat banyak pihak menaruh perhatian.

Sejumlah pejabat, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, pun sudah berkali-kali datang. Mereka ingin memastikan jika penolakan warga atas aktivitas tambang di kampung tersebut benar-benar dilaksanakan dan sesuai ketentuan.

“Alhamdulillah warga di sini konsisten sekali untuk bertahan menolak aktivitas pertambangan di kampung. Salah satunya dengan mengembangkan pertanian terpadu ini,” terang Dasi.

Warga setempat, menurut dia, berkeinginan dukungan pemerintah serta pihak swasta agar semakin mengembangkan semangat dan motivasi warga tersebut. Termasuk peluang menjadi percontohan atau pilot project, dengan menyulap kampung yang semula bergantung dengan aktivitas tambang menjadi lebih mandiri.

“Kami juga menjadikan kawasan pertanian terpadu ini menjadi benteng untuk menolak aktivitas tambang yang merusak. Karena lubang-lubang tambang di kampung kami sudah menjadi bukti, pihak perusahaan tidak bertanggung jawab setelah melakukan aktivitas tambang,” kata Zainuri, ketua RT 24. (***/kri/k8)

 


BACA JUGA

Selasa, 16 Juli 2019 10:53

Dissos Tak Cakup Kesehatan Warga Miskin

Pembatasan anggaran diberlakukan. Agar semua urusan tertangani.   SANGATTA–Pergeseran pos…

Selasa, 16 Juli 2019 10:41

GATALLLL..!! Istri Bekerja, Anak Tiri Dicabuli

TALISAYAN–Mardan (50), warga Kampung Tembudan, Kecamatan Batu Putih, Berau, harus…

Selasa, 16 Juli 2019 10:37

Soal Perusahaan Sawit Pakai Jalan Umum, Ini Kata Dishub

Dishub Kubar menepis tudingan bahwa pihaknya membiarkan perusahaan sawit menggunakan…

Selasa, 16 Juli 2019 10:36

Polisi Masih Selidiki Kecelakaan di Kilometer 34

TENGGARONG - Insiden kecelakaan kembali terjadi di jalan poros Samarinda-Balikpapan,…

Selasa, 16 Juli 2019 10:34

Terbukti Jual Seragam, Kepala Sekolah Bisa Dicopot

  PENAJAM- Tahun ajaran baru di Kabupaten Penajam Paser Utara…

Selasa, 16 Juli 2019 10:32

LAMA BANGET..!! Daftar Haji Sekarang, Berangkat 2040

PENAJAM- Calon jamaah haji asal Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU)…

Senin, 15 Juli 2019 12:06

Masuk Tiga Besar, Wakili Kaltim Ajang Nasional.

SANGATTA - Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Timur (Kutim) sangat mendukung…

Senin, 15 Juli 2019 12:03

Sangasanga Bikin Terobosan Pelayanan

Sebuah terobosan digagas Kelurahan Sangasanga Muara untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.…

Senin, 15 Juli 2019 12:00

Angka Pengangguran di Kutai Barat Tinggi

SENDAWAR - Ribuan orang di Kubar belum memiliki pekerjaan alias…

Senin, 15 Juli 2019 11:58

Lulus Seleksi, 12 Eks Honorer K-2 Belum Diangkat, Empat Bulan Menggantung

Belasan honorer melampaui passing grade saat tes tertulis. Pengangkatan teradang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*