MANAGED BY:
SELASA
16 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Rabu, 15 Mei 2019 11:30
Banyak Bangunan Tidak Ber-IMB, Kawasan Munthe Jadi Sorotan
KAWASAN MUNTHE: Satpol PP dan DPRD satu suara dalam memandang tanah hibah Kawasan Munthe yang selama ini dipergunakan sebagai permukiman.

PROKAL.CO, SANGATTA–Kawasan Munthe, Jalan Yos Sudarso IV, Sangatta Utara, Sangatta, Kutai Timur, saat ini menjadi kawasan ramai penduduk. Sayang, pengembangan daerah itu dinilai tidak sesuai aturan.

Menurut Sekretaris Satpol PP Didi Herdiansyah, saat ini, Munthe menjadi sorotan pihaknya. Menurut dia, kini Munthe tak lagi berfungsi sebagaimana mestinya. "Munthe itu tanah perusahaan yang dihibahkan kepada Pemkab Kutim. Tapi pada kenyataannya digunakan sebagai permukiman masyarakat, itu karena ada oknum yang bermain," ungkap Didi dalam rapat koordinasi.

Di tanah kawasan Kantor Telkom sampai Jalan Munthe, warga pernah diminta menyelesaikan persoalan itu. Selain itu, Didi kini membuat surat edaran Satpol PP untuk penertiban bangunan yang tidak berizin mendirikan bangunan (IMB). Salah satu sasaran utamanya adalah di Kawasan Munthe tersebut.

"Kami tidak menyalahkan OPD (organisasi perangkat daerah). Tapi realitanya banyak bangunan yang tidak ber-IMB atau tak sesuai IMB di Sangatta," papar Didi.

Ditemui terpisah, anggota DPRD Kutim Herlang yang terkenal getol memperjuangkan tanah di Kawasan Munthe mengatakan, harusnya pemerintah bersikap tegas. Sebab, kondisi itu sudah berlangsung lama.

"Pemkab bisa gunakan SP (surat peringatan) I sebagai teguran, kemudian SP II sebagai teguran lebih keras bila masih melanggar. Bahkan bisa sampai SP III berupa pencabutan hak warga atau oknum yang bersikeras tak mau menerima," ulas Herlang kepada media ini.

Dia menegaskan, pemkab bisa memberi tawaran berupa ganti rugi lahan. Tidak menggusur, tapi mengganti rugi. Jangan sampai takut didemo. Justru memperjuangkan hal yang benar menurutnya lebih baik dan masyarakat akan menilai bila sudah jadi hasilnya. “Mereka justru pasti akan dukung,” tegas dia.

Herlang menilai, warga yang bermukim di Kawasan Munthe, baik mengontrak maupun membeli dari seseorang, termasuk berbuntut kasus pungutan liar (pungli), karena bukan haknya. “Tidak ada dasar kepemilikan yang sah di atas tanah hibah,” pungkas dia. (mon/ndy/k8)


BACA JUGA

Selasa, 16 Juli 2019 10:41

GATALLLL..!! Istri Bekerja, Anak Tiri Dicabuli

TALISAYAN–Mardan (50), warga Kampung Tembudan, Kecamatan Batu Putih, Berau, harus…

Selasa, 16 Juli 2019 10:37

Soal Perusahaan Sawit Pakai Jalan Umum, Ini Kata Dishub

Dishub Kubar menepis tudingan bahwa pihaknya membiarkan perusahaan sawit menggunakan…

Selasa, 16 Juli 2019 10:36

Polisi Masih Selidiki Kecelakaan di Kilometer 34

TENGGARONG - Insiden kecelakaan kembali terjadi di jalan poros Samarinda-Balikpapan,…

Selasa, 16 Juli 2019 10:34

Terbukti Jual Seragam, Kepala Sekolah Bisa Dicopot

  PENAJAM- Tahun ajaran baru di Kabupaten Penajam Paser Utara…

Selasa, 16 Juli 2019 10:32

LAMA BANGET..!! Daftar Haji Sekarang, Berangkat 2040

PENAJAM- Calon jamaah haji asal Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU)…

Senin, 15 Juli 2019 12:06

Masuk Tiga Besar, Wakili Kaltim Ajang Nasional.

SANGATTA - Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Timur (Kutim) sangat mendukung…

Senin, 15 Juli 2019 12:03

Sangasanga Bikin Terobosan Pelayanan

Sebuah terobosan digagas Kelurahan Sangasanga Muara untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.…

Senin, 15 Juli 2019 12:00

Angka Pengangguran di Kutai Barat Tinggi

SENDAWAR - Ribuan orang di Kubar belum memiliki pekerjaan alias…

Senin, 15 Juli 2019 11:58

Lulus Seleksi, 12 Eks Honorer K-2 Belum Diangkat, Empat Bulan Menggantung

Belasan honorer melampaui passing grade saat tes tertulis. Pengangkatan teradang…

Senin, 15 Juli 2019 11:57

Rp 300 Juta Diakomodasi Tahun Ini

PENAJAM–Anggaran penambahan ruang perawatan di RSUD Ratu Aji Putri Botung…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*