MANAGED BY:
MINGGU
26 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Selasa, 14 Mei 2019 22:40
Prabowo Klaim Menang dan Bicara soal Kecurangan, Ini Kata KPU
Capres 02 Prabowo Subianto mengatakan, demokrasi telah mengalami 'pemerkosaan'. Karena itu, ia tidak ingin menyerah terhadap kecurangan di Pilpres. (Dery/Jawapos.com)

PROKAL.CO, v class="content">

Pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 02, Prabowo – Sandi menggelar press conference mengenai dugaan adanya kecurangan di gelaran Pilpres 2019 ini. Mantan Danjen Kopassus itu masih yakin kubunya teleah memenangkan ‘pertarungan’ tersebut.

“Kita telah memenangkan mandat dari rakyat. Kalau kita menyerah berarti kita menyerah pada ketidakadilan, itu artinya kita berkhianat pada bangsa negara rakyat dan pendiri bangsa ini. Itu juga artinya kita berkhianat pada puluhan ribu orang yang telah berkorban untuk republik ini,” ujar Prabowo di Hotel Sahid, Jakarta, Selasa (14/5).

Dalam sambutannya, Prabowo Subianto mengatakan demokrasi adalah jalan terbaik bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun di hajatan Pilpres yang telah berlangsung, demokrasi mengalami ‘pemerkosaan’. Sehingga Prabowo tidak ingin menyerah terhadap kecurangan di Pilpres.

Sandiaga UnoCawapres monor 02 Sandiaga Uno juga mengeluh adanya kecurangan di Pilpres 2019. Dia mencontohkan salah satunya terjadi di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. (Dery/JawaPos.com)

‎Karena itu Prabowo mengibau kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk bisa menegakan kebenaran dan keadilan demi keselamatan bangsa dan rakyat Indonesia. Meskipun, pihaknya menolak hasil penghitungan suara yang didasarkan pada kecurangan.‎

“Karena hal itu tidak mencerminkan pertarungan yang fair. Pertarungan hanya mengedepankan kecurangan demi kemenangan pasangan tertentu. Kami tida bisa menerima ketidakadilan dan ketidakjujuran,” katanya.

Lebih lanjut, Prabowo mengaku sebenarnya ingin istirahat tidak ingin ikut Pilpres. Tapi masyarakat masih menginginkan dirinya s‎upaya bisa mengubah bangsa Indonesia menjadi lebih baik.

“Demi Allah, saya dan Sandi bukan karena ambisi pribadi. Saya sesungguhnya ingin istirahat. Tapi setelah saya keliling setelah saya lihat mata dan menjabat mereka dan mendengar harapannya. Saya tidak mungkin meninggalkan rakyat indonesia. Saya akan timbul dan saya akan tenggelam bersama rakyat indonesia,” tuturnya.

Terpisah, Cawapres monor 02 Sandiaga Uno juga mengeluh adanya kecurangan di Pilpres 2019. Dia mencontohkan salah satunya terjadi di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kecurangan dengan menggunakan politik uang sangat masif.

“Terutana di Jateng dan Jatim masyarakat disuguhi cerita gelombang tsunami amplop poitik uang,” katanya.

Bahkan Sandi mengatakan, ada kepala daerah yang dipasksa memenangkan pasangan tertentu di Pilpres. Mereka diancam bakal mendapatkan tindakan hukum. Hal ini jelas merusak demokrasi yang sudah dibangun lama.

“Kami mendengar laporan kepala desa dipaksa menggerakan untuk memiih paslon tertentu dengan ancaman tindakan hukum,” tegas Sandiaga.

Ketua BPN Prabowo-Sandi, Djoko Santoso juga tegas mengatakan, menolak adanya penghitungan suara yang saat ini sedang dilakukan oleh KPU. Pasalnya dia menduga pemilu saat ini penuh adanya kecurangan.

“Kami BPN bersama rakyat Indonesia yang sadar demokrasi menolak hasil penghitungan suara di KPU yang sedang berjalan,” kata Djoko.

Selain itu, BPN juga meminta kepada KPU untuk menghentikan sitem informasi penghitungan suara (Situng) yang saat ini sedang dilakukan. Karena dia menilai sama adanya dugaan kecurangan. Surat pemintaan menghentikan situng juga telah ia kirimkan ke KPU.

“Jadi substansinya agar KPU menghentikan penghitungan suara yang curang, terstruktur, sistematis dan masiug,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Komisioner KPU Hasyim Asy’ari mengatakan, apabia adanya dugaan kecurangan. Maka BPN bisa membuktikannya lewat data. Sehinga nantinya bisa dibuka saat proses rekapitulasi yang saat ini sedang dijalankan oleh KPU.

“Datanya saja kita cocokan, artinya begini kalau secara hukum cara berpikirnya siapa yang mendalilkan, maka dia harus membuktikannya,” tutur Hasyim.

Lebih lanjut, Hasyim menjelaskan sampai saat ini BPN belum membawa data-data adanya kecurangan di Pilpres 2019 ini. Sehingga apabila ada data kecungangan mengenai perolehan suara, KPU bisa langsung mencocokan dengan data di lapangan.

“Ya di bawa ke KPU (datanya), kan nyatanya sampai sekarang sudah 15 provinsi baik-baik saja,” pungkasnya. (gWibisono/jpc)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 26 Mei 2019 12:03

Pemudik Jarak Jauh Mulai Padati Terminal

JAKARTA – Sejak Jumat (24/5) pemudik jarak jauh seperti Sumatra…

Sabtu, 25 Mei 2019 14:44

Proses Visa Haji Mulai Syawal

JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) sampai sekarang masih menerima pengumpulan…

Sabtu, 25 Mei 2019 14:40

Amien Rais: People Power Eggi Enteng-Entengan

KEBAYORAN BARU - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN),…

Sabtu, 25 Mei 2019 13:23

PWI Peduli dari Anggota Untuk Masyarakat

JAKARTA- Menyatukan potensi yang dimiliki seluruh anggota, Persatuan Wartawan Indonesia…

Kamis, 23 Mei 2019 12:51

Ke Istana Lagi, tapi Tak Bahas Koalisi

BOGOR – Kans Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN)…

Kamis, 23 Mei 2019 10:39

Ini Wasiat Ustadz Arifin Ilhan

Jenazah almarhum Ustadz KH Muhammad Arifin Ilham, diperkirakan tiba di…

Kamis, 23 Mei 2019 10:00

Ustad Arifin Ilham Berpulang

PENANG -- Ustad Arifin Ilham berpulang semalam. Setelah sempat kritis…

Rabu, 22 Mei 2019 22:19
Rusuh di Jakarta, Sudah 6 Orang Meninggal

Kapolri Bilang, Tidak Ada Peluru Tajam, Petugas Cuma Bawa Perisai dan Pentungan

JAKARTA- Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan, kerusuhan yang terjadi di…

Rabu, 22 Mei 2019 11:27
M. Nuh Pimpin Dewan Pers

Ingin Perkuat Media Massa untuk Fungsi Edukasi

JAKARTA – Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh terpilih…

Rabu, 22 Mei 2019 11:25

Partisipasi Pemilih Melonjak, Tertinggi sejak Pemilu 2004

JAKARTA – Pemilu 2019 menghasilkan sejumlah kejutan. Salah satunya adalah…

Raihan Kursi Naik, PKB Pede Siapkan Kader untuk Jadi Pemimpin Daerah

Masjid Menjamur, Tak Sabar Ramadan Musim Dingin

Tol Balikpapan-Samarinda Berpotensi Sepi Peminat

Perusda Ini Mau Dibubarkan atau Ngga..??

Wagub Ingin Proses Pemindahan Aset SMA/SMK Tuntas Sebelum Akhir 2019

Laporan Aset dan Keuangan Harus Diperbaiki

Sisi Dewasa Ghea Indrawari

Iran Tolak Upaya Negosiasi

Tarif Hotel Naik 149 Persen

Bukan Bayern Tujuan Timo
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*