MANAGED BY:
MINGGU
26 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 14 Mei 2019 14:14
Membandingkan Kualitas Daging Kerbau dan Sapi
Lebih Sehat, Masyarakat hanya Belum Terbiasa
PILIHAN CERMAT: Tak hanya lebih murah, kandungan gizi daging kerbau ternyata lebih baik dari daging sapi. ANGGI PRADITHA/KP

PROKAL.CO, Daging kerbau perlahan mendapat tempat tersendiri dalam menu makanan masyarakat Kaltim setiap harinya. Daging ini memiliki kualitas lebih baik dari sapi. Harganya pun lebih murah.

DAGING kerbau di Bumi Etam baru booming setelah Bulog Divisi Regional (Divre) Kaltimra mendapat penugasan dari pemerintah pusat untuk menjualnya. Daging kerbau dipasarkan ke masyarakat sebagai alternatif konsumsi. Sejauh ini permintaannya diklaim meningkat.

Perum Bulog Kaltimra mencatat ada kenaikan konsumsi dibanding tahun lalu. Kabid Pengadaan Operasional Pelayanan Publik Bulog Divre Kaltimra Agung Setiabudi mengatakan, tahun lalu konsumsi rata-rata per bulan sekitar 5 ton. “Tahun ini penjualan kami sekitar 7 ton per bulan. Saat Ramadan biasanya konsumsi melonjak. Ramadan lalu sekitar 20 ton. Yang jual daging kerbau beku ini tidak hanya kami. Ada juga distributor dan supermarket,” ungkapnya, Senin (13/5).

 

HARUS DIBIASAKAN: Meski warga belum terbiasa, Bulog terus menyediakan daging kerbau beku untuk masyarakat.

 

Meski permintaan naik, ia menilai masih banyak masyarakat yang masih awam terhadap daging kerbau. Memang yang konsumsi tidak banyak, paling tidak saat Ramadan bisa menjadi pilihan alternatif dari daging sapi.

“Kerbau di Indonesia identik digunakan membajak sawah. Jadi, banyak yang berpikir kalau dagingnya dijual kualitasnya pasti tidak bagus dan tekstur keras. Pemikiran itu salah, daging kerbau yang beredar di Indonesia ini diimpor dari India, di sana kerbau diternak seperti sapi di Indonesia. Kualitas dagingnya sama. Kalau dicoba diolah hampir tidak ada bedanya,” jelasnya.

Daging kerbau adalah salah satu daging yang paling bergizi. Bahkan bisa juga digunakan untuk burger, daging panggang, steak, dan direbus. Karena sebagian besar daging kerbau ini didapatkan dari peternakan terbuka dan diberi makan rumput, maka daging mengandung jauh lebih sedikit antibiotik buatan, hormon, dan steroid, daripada daging sapi dan daging lainnya yang lebih umum memakainya.

Nilai gizi daging kerbau dibanding daging sapi serta harganya. (grafis amrullahachmad/kp)

 

Yang menjadi pembeda jika diselidiki di kandungan gizinya. Ada perbedaan antara daging sapi dan kerbau. Dalam 100 gram daging kerbau mengandung kalori sebesar 79 kkal, protein 18,7 gr, 0,5 gram lemak, 14 mg kalsium, dan 3,3 mg zat besi. Sedangkan dalam 100 gram daging sapi mengandung kalori sebesar 201 kkal, protein 18,8 gr, lemak 14 gr, kalsium 11 mg dan 2,8 mg zat besi.

Jika dilihat, kandungan kalori serta lemak pada daging sapi lebih besar dibandingkan dengan kerbau. Sedangkan kandungan protein, kalsium dan zat besi hampir sama per 100 kg-nya. Daging kerbau adalah pilihan makanan yang umum bagi mereka yang menderita alergi terhadap daging umum lainnya, karena itu dianggap non-alergenis.

“Kalau dikonsumsi hampir semuanya jenis olahan daging sapi bisa menggunakan daging kerbau. Jadi mau itu dimasak semur, rending, atau masakan yang awalnya menggunakan daging sapi bisa diganti daging kerbau. Biasa kalau di supermarket itu daging kerbau namanya daging rending,” terangnya.

Dari sisi harga, daging kerbau ini lebih murah, karena menyesuaikan harga eceran tertinggi (HET) pemerintah seharga Rp 80 ribu. Kalau daging sapi beku atau segar sekitar Rp 100 – Rp 120 ribu.

Store General Manager Hypermart Balikpapan Trade Mall, M Khadafi mengaku, penjualan daging kerbau tahun ini cukup bagus. Per bulan rata-rata sekitar 1 ton. Namun, Ramadan kali ini permintaannya tidak terlalu tinggi. Pasalnya, harga daging sapi masih stabil. “Berbeda dengan tahun lalu, harga daging sapi melambung tinggi, jadi orang banyak memilih ke daging kerbau beku,” katanya.

Sementara itu, daging sapi permintaannya per bulan 1,5 ton. Ramadan kali ini bakal naik sebesar 500 persen. Sementara daging kerbau beku hanya 60 persen. Menurutnya, belum terbiasanya masyarakat jadi penyebab. “Padahal dari rasa sama saja, cuma mungkin masih banyak yang merasa aneh dan belum terbiasa dengan daging kerbau,” pungkasnya. (aji)


BACA JUGA

Sabtu, 25 Mei 2019 14:49

Pegadaian Setor Dividen Rp 1,387 Triliun

JAKARTA – PT Pegadaian berhasil membukukan laba Rp 2,775 triliun…

Sabtu, 25 Mei 2019 13:01

TransNusa Ekspansi Rute Penerbangan ke Sulawesi dan Kalimantan

BALIKPAPAN- TransNusa terus memperluas sayap bisnisnya di bidang angkutan udara.…

Sabtu, 25 Mei 2019 12:55

Ramadan, Konsumsi Data Telkomsel Naik

BALIKPAPAN- Telkomsel berhasil mencatatkan lonjakan traffic layanan data pada momen…

Sabtu, 25 Mei 2019 12:54

Kampanye Negatif Pengaruhi Penghasilan Petani

SAMARINDA- Kampanye negatif dari Uni Eropa (UE) tentang minyak kelapa…

Jumat, 24 Mei 2019 11:27

Obligasi Bisa Percepat Pembangunan

SAMARINDA- Pemprov Kaltim diminta mempertimbangkan untuk menerbitkan obligasi atau surat…

Jumat, 24 Mei 2019 11:18

Saatnya Mal Panen Omzet

BALIKPAPAN- Sepanjang periode empat bulan pertama tahun ini, Matahari Department…

Jumat, 24 Mei 2019 11:08

Bulog Siapkan Beras untuk Zakat

BALIKPAPAN- Kewajiban membayar zakat fitrah bagi setiap muslim pada Ramadan…

Kamis, 23 Mei 2019 14:40

Tekan Harga Daging Sapi, Masyarakat Bisa Beralih ke Daging Beku

BALIKPAPAN- Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Wilayah (Kanwil) V…

Kamis, 23 Mei 2019 14:38
Bank Mandiri Balikpapan Siapkan Rp 1 T

Layani Penukaran Uang dengan Mobil Keliling

BALIKPAPAN- Bank Mandiri Area Balikpapan menyiapkan armada keliling untuk melayani…

Kamis, 23 Mei 2019 14:31

Dorong Transaksi dengan Midnight Sale

BALIKPAPAN- Momentum peak season Ramadan atau jelang Lebaran bakal digunakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*