MANAGED BY:
MINGGU
26 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Selasa, 14 Mei 2019 13:54
KPK Pidanakan Pejabat Penerima Parsel
ilustrasi

PROKAL.CO, JAKARTA–Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan semua pejabat negara agar menolak gratifikasi hari raya. Peringatan tersebut disampaikan agar para pejabat itu tidak terjebak dalam kesalahan. Apalagi, mendekati Idulfitri, godaan gratifikasi biasanya banyak berdatangan.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menjelaskan, salah satu gratifikasi itu adalah pemberian parsel dari bawahan kepada atasan. Kemudian, pemberian parsel dari rekanan kepada pejabat karena adanya hubungan pekerjaan. “Hal tersebut dapat dikategorikan gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan tugas dan kewajiban,” ucapnya.

Ancaman hukuman bagi pejabat yang menerima gratifikasi berdasar Pasal 12B UU Pemberantasan Tipikor adalah pidana penjara seumur hidup atau penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun. ”Dan pidana denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar,” terang Febri.

Karena itu, KPK menekankan supaya pihak-pihak yang hendak memberikan gratifikasi kepada para pejabat mengurungkan niat mereka. “Lebih baik keinginan untuk berbagi saat Ramadan atau Idulfitri disalurkan kepada pihak-pihak yang lebih memerlukan,” tutur Febri.

Seperti tahun lalu, KPK juga membuka diri bila para pejabat hendak melaporkan dugaan gratifikasi hari raya. Laporan bisa disampaikan bila para pejabat sulit menolak pemberian gratifikasi sejak awal. “Paling lambat pemberian 30 hari kerja,” ujarnya.

Sampai kemarin (13/5), KPK belum menerima satu pun laporan. Menurut Febri, memang tren laporan penerimaan gratifikasi hari raya dari tahun ke tahun terus menurun. Dia menyebutkan, pada Lebaran 2017 jumlah laporan yang masuk 172. Angka tersebut terdiri atas laporan gratifikasi hari raya dari berbagai instansi.

Yakni, laporan dari kementerian/lembaga sebanyak 40, kemudian dari pemerintah daerah 50, serta dari BUMN 82. “Total nilai pelaporan gratifikasi terkait dengan Idulfitri tersebut Rp 161.660.000,” ungkap Febri.

Perinciannya adalah Rp 22.730.000 laporan dari kementerian/lembaga, Rp 66.250.000 dari pemerintah daerah, serta Rp 72.680.000 dari BUMN. Pada 2018 laporan gratifikasi hari raya yang masuk sebanyak 153. ”Terjadi penurunan laporan sekitar 11 persen,” imbuh Febri.

Laporan itu terdiri atas 54 laporan dari kementerian/lembaga, 40 laporan dari pemerintah daerah, serta 58 laporan dari BUMN. Turunnya jumlah laporan bertolak belakang dengan nilai gratifikasi yang justru naik. “Menjadi Rp 199.531.699,” tambah dia. Menurut pria asal Padang tersebut, gratifikasi hari raya yang dilaporkan masih berupa parsel. Baik makanan, pakaian, voucher, maupun barang pecah belah. (syn/c9/git/jpnn/rom/k8)


BACA JUGA

Minggu, 26 Mei 2019 12:03

Pemudik Jarak Jauh Mulai Padati Terminal

JAKARTA – Sejak Jumat (24/5) pemudik jarak jauh seperti Sumatra…

Sabtu, 25 Mei 2019 14:44

Proses Visa Haji Mulai Syawal

JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) sampai sekarang masih menerima pengumpulan…

Sabtu, 25 Mei 2019 14:40

Amien Rais: People Power Eggi Enteng-Entengan

KEBAYORAN BARU - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN),…

Sabtu, 25 Mei 2019 13:23

PWI Peduli dari Anggota Untuk Masyarakat

JAKARTA- Menyatukan potensi yang dimiliki seluruh anggota, Persatuan Wartawan Indonesia…

Kamis, 23 Mei 2019 12:51

Ke Istana Lagi, tapi Tak Bahas Koalisi

BOGOR – Kans Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN)…

Kamis, 23 Mei 2019 10:39

Ini Wasiat Ustadz Arifin Ilhan

Jenazah almarhum Ustadz KH Muhammad Arifin Ilham, diperkirakan tiba di…

Kamis, 23 Mei 2019 10:00

Ustad Arifin Ilham Berpulang

PENANG -- Ustad Arifin Ilham berpulang semalam. Setelah sempat kritis…

Rabu, 22 Mei 2019 22:19
Rusuh di Jakarta, Sudah 6 Orang Meninggal

Kapolri Bilang, Tidak Ada Peluru Tajam, Petugas Cuma Bawa Perisai dan Pentungan

JAKARTA- Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan, kerusuhan yang terjadi di…

Rabu, 22 Mei 2019 11:27
M. Nuh Pimpin Dewan Pers

Ingin Perkuat Media Massa untuk Fungsi Edukasi

JAKARTA – Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh terpilih…

Rabu, 22 Mei 2019 11:25

Partisipasi Pemilih Melonjak, Tertinggi sejak Pemilu 2004

JAKARTA – Pemilu 2019 menghasilkan sejumlah kejutan. Salah satunya adalah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*