MANAGED BY:
KAMIS
27 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Jumat, 10 Mei 2019 13:14
Kisah Roelyta Aminuddin Bangun Kampung Literasi Balikpapan
Buka Taman Baca hingga Gagas Mural di Lorong Gang
Roelyta Aminuddin

PROKAL.CO, Kota Minyak punya spot hiburan sekaligus edukasi baru bernama Kampung Literasi. Ada puluhan mural bertema literasi di permukiman padat penduduk tersebut. Hiasan di sepanjang gang itu melengkapi taman baca yang sudah berdiri sejak 2011. Dialah Roelyta Aminuddin, sosok di balik lahirnya Kampung Literasi.

DINA ANGELINA, Balikpapan

GANG yang dulunya kusam seketika indah dan terang dengan pemandangan baru. Apalagi kalau bukan karena keindahan mural begitu menarik perhatian mata. Anak-anak hingga muda-mudi ramai memenuhi area Kampung Literasi yang berlokasi di Jalan Gajah Mada, Balikpapan Kota. Terutama sore hari, saat matahari sudah tidak mengeluarkan sinar teriknya.

Tak sedikit orang yang berswafoto di sana. Terlalu sayang jika tidak dibagikan di jejaring media sosial. Mengingat spot foto ini terhitung fresh, baru berusia seminggu setelah peresmiannya, Kamis (2/5) lalu. Dulunya gang ini hanya jejeran tembok dominasi putih yang catnya pun sudah hampir pudar. Terkesan kotor dari banyaknya lumut menempel.

Hal ini yang memicu Roelyta untuk mengubah suasana kampung tempat dia bermukim. Menurutnya, jika ingin menghidupkan kampung, maka perlu sesuatu yang dapat mengubah image sekaligus pemandangan baru. “Terpikirkan mural yang bisa memperindah lingkungan sekaligus menarik perhatian anak-anak,” tuturnya.

Keinginan ini sebenarnya sudah lama terpendam. Roelyta sempat mengajukannya ke beberapa instansi agar dapat memberi bantuan mewujudkan ide tersebut. Selama beberapa tahun pencariannya, ide ini disambut Pertamina yang ingin turut bersumbangsih melalui program corporate social responsibility (CSR).

Caranya dengan mengadakan kompetisi mural untuk menghiasi dinding sepanjang gang. Dengan tema seputar literasi, edukasi, dan budaya lokal. Tema ini sekaligus mengenalkan budaya lokal kepada para wisatawan melalui mural. Tak disangka, kegiatan ini disambut positif oleh pelukis mural. Mereka senang dan mau memberikan dedikasi.

Totalnya ada 43 space tembok yang dipenuhi pemandangan lukisan tersebut. Sementara jumlah peserta yang berpartisipasi mencapai 80 orang. Kemudian melibatkan tiga RT, yakni RT 8, 9, 10 Kelurahan Klandasan Ilir. “Waktu kompetisi berlangsung tiga hari untuk menyelesaikan karya,” sebutnya.

Cerita berdirinya Kampung Literasi sesungguhnya jauh sebelum ada mural. Awalnya karena kehadiran Taman Baca Masyarakat (TBM) An-Nisaa. Roelyta mendirikan taman baca ini sekitar delapan tahun lalu. Alasan mendirikan TBM sederhana. Dia menyukai buku sejak dini dan hobi mengoleksi beragam jenis buku. Dari kegemarannya itu, koleksi buku semakin tidak terbendung.

Muncul pikiran untuk membuka taman baca. Berangkat dari niatnya menjaga buku. Perempuan bergelar magister pendidikan ini juga tidak ingin merasakan manfaat buku sendiri. Dia ingin berbagi ilmu buku koleksinya lewat taman baca yang berdiri sejak 2011.

Selama itulah perempuan berhijab itu sudah mencurahkan hidupnya untuk lingkungan sekitar. Terutama menggaungkan semangat literasi kepada generasi muda. “Ketika itu hanya orang terdekat yang mulai pinjam buku, kemudian semakin banyak yang berkunjung dan memanfaatkan taman baca,” imbuhnya.

Tak sekadar taman baca, kegiatan di TBM An-Nisaa semakin beragam setelah perempuan itu diangkat menjadi ketua RT 9 sekitar 2016. Misalnya membuat kegiatan yang fokus pada literasi dan minat baca. Tahun pertama masa kerja, Roelyta menggalakkan kampung buku bertepatan momen peringatan Hari Kemerdekaan RI.

Dari situ kegiatan literasi terus berkembang hingga terdengar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). “Kami dapat anugerah kampung literasi dari Kemendikbud di Jogjakarta, tahun 2017,” ucapnya. Kini TBM An-Nisaa sudah memiliki koleksi mencapai 5.000 buku. Mulai bacaan novel, agama, motivasi, pelajaran, hingga buku baca anak.

Semua tidak hanya koleksi pribadi, sebagian hibah buku dari warga yang peduli. Selain memberikan fasilitas pinjaman buku, anak kampung sekitar juga diajak mengikuti berbagai kegiatan positif. Misalnya menari, belajar bahasa Inggris setiap akhir pekan, hingga belajar menulis dari para penulis Balikpapan. Semua kegiatan positif mengisi hari-hari anak di sana.

 “Kendalanya, taman baca karena butuh relawan yang mau konsisten bantu operasional atau isi kegiatan,” imbuhnya. Dia menyebutkan masih ada banyak pekerjaan rumah yang ingin dilakukan untuk Kampung Literasi. Menurutnya saat ini, Kampung Literasi sudah memiliki fasilitas yang cukup. Tinggal memperbanyak kegiatan literasi di kampung tersebut.

Roelyta akan semakin intens menggerakkan kegiatan yang berhubungan dengan enam poin literasi dasar. Di antaranya baca tulis, digital, sains, finansial, numerik, budaya dan kekeluargaan. “Kalau hanya visual gambar seperti mural bisa bosan. Jadi, tidak cukup hanya itu. Nanti akan lebih banyak diisi kegiatan literasi di kampung,” bebernya.

Sehingga membuat banyak orang mau terlibat dalam literasi. Dia mengajak siapa pun bisa berpartisipasi, tidak terbatas mereka yang berada di sekitar Kampung Literasi. Baik komunitas dan perorangan mampu berkontribusi di sana. Mengisi kegiatan yang berhubungan dengan literasi di masa mendatang.

Rencana dalam waktu dekat, TBM An-Nisaa akan menjadi salah satu lokasi program residensi dari Kemendikbud. “Tahun ini, akan datang 20 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka menginap di rumah warga dan berinteraksi dengan warga lokal di Kampung Literasi,” pungkasnya. (rom/k15)

 


BACA JUGA

Rabu, 26 Juni 2019 14:56

Pelabuhan Semayang Perlu Diperluas

BALIKPAPAN- Perluasan kawasan Pelabuhan Semayang diharapkan dapat segera terealisasi. Hal…

Rabu, 26 Juni 2019 14:48

ExxonMobil Lirik Bisnis Pertamini

BALIKPAPAN- Bisnis pertamini atau pom mini ternyata tidak bisa dipandang…

Senin, 24 Juni 2019 13:57
Cooking Class Nastar dan Red Velvet Kukus

Lama Dipanggang agar Tak Melempem

MENGOLAH cookies terutama kue kering tidaklah mudah. Terlebih untuk mendapatkan…

Senin, 24 Juni 2019 13:56

Layanan IMTN Disarankan Direvisi

Layanan Izin Membuka Tanah Negara (IMTN) yang sudah berjalan lebih…

Senin, 24 Juni 2019 13:55
Dugaan Korupsi Dana Hibah dan Pengadaan Lahan

Penyidik Tunggu Hasil Audit BPKP

BALIKPAPAN-Penyelidikan dugaan korupsi dana hibah senilai Rp 1,5 miliar mandek.…

Minggu, 23 Juni 2019 22:38

Perawatan Bozem Tidak Murah

Maraknya banjir di berbagai daerah turut jadi perhatian Ketua DPD…

Minggu, 23 Juni 2019 22:37

Kendaraan Wajib Uji Berkala

BALIKPAPAN– Kendaraan berbobot besar wajib melakukan pemeriksaan berkala. Untuk memantau…

Minggu, 23 Juni 2019 22:33

Adat Paser Bakal Jadi Muatan Lokal

IDE Pekan Adat Festival Paser muncul saat tim Disdikbud Balikpapan…

Minggu, 23 Juni 2019 22:31

Potensi Pariwisata Masih Banyak

Pekan Festival Adat Paser 2019 dihelat pada 22–27 Juni di…

Sabtu, 22 Juni 2019 13:16

Anggaran Banjir Direalisasikan Bertahap

Konsep penanganan banjir diklaim sudah rampung. Tinggal eksekusi lapangan. Meski…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*