MANAGED BY:
SENIN
27 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 09 Mei 2019 14:57
Pemerintah Didorong Buat Terobosan Terkait Harga Tiket Pesawat
Harga tiket penerbangan masih tinggi.

PROKAL.CO, JAKARTA – Gejolak harga tiket pesawat kembali terjadi. Salah satunya di Twitter. Kementerian Perhubungan mengaku sudah berkoordinasi dengan beberapa pihak terkait. Rencananya, Senin nanti Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan menemui Menko Perekonomian untuk membahas hasil pertemuan itu.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan memastikan bahwa pemerintah akan memberlakukan penurunan Tarif Batas Atas (TBA) penerbangan sebesar 15 persen. “Kemarin Garuda sudah yes (sepakat,Red) Rini (Menteri BUMN Rini Soemarno,Red) juga,” kata Luhut di hadapan awak media kemarin (8/5).

Luhut sendiri tidak begitu mempedulikan tagar yang sedang ramai di twitter menuntut Menhub Budi Karya Sumadi untuk mundur dari jabatannya. Luhut menyebut bahwa Budi adalah Menteri yang bagus. Untuk rencana penurunan tarif lebih lanjut, Luhut mengatakan pemerintah masih perlu melihat tren demand dan situasi pasar. 

Sementara itu Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan komponen penentu tiket 45 persen merupakan biaya bahan bakar, 35 persen adalah biaya leasing pesawat, dan sisanya yang lain. Selain jumlah itu ada juga 15 persen biaya sumberdaya SDM. ”Kalau dibilang biaya parkir di bandara mahal itu tidak. Dibandingkan dengan negara lain itu lebih murah,” ungkapnya kemarin saat ditemui di Gedung BPK.

Budi menambahkan bahwa bisnis maskapai merupakan bisnis padat modal. Sehingga penghasilannya mengandalkan omzet. Terkait jumlah penumpang tahun ini yang lebih rendah, Budi membenarkan. Menurutnya itu ada kemungkinan adanya pengurangan penerbangan oleh Garuda Indonesia. Hal ini mempengaruhi jumlah penumpang pesawat di tanah air. ”Saya tidak cek lagi yang lain. Kalau Lion Air itu karena sepuluh pesawat Boeing 737 MAX 8-nya grounded,” beber Budi.

 Pria asli Palembang itu juga berjanji dalam sepekan akan melakukan evaluasi tarif batas atas pesawat. Dia pun tengah berkonsultasi kepada steakholder terkait seperti Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan Ombudsman. ”Senin nanti hasil dari konsultasi itu akan saya sampaikan kepada Menko Perekonomian,” ujar Budi.

Direktur Niaga PT Garuda Indonesia Fikri Ilham Kurniansyah mengatakan adanya penurunan TBA (Tarif Batas Atas) tidak terlalu berpengaruh terhadap bisnis Garuda. Menurutnya, penurunan TBA harus memperhitungkan penurunan struktur biaya.

Hal tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 20 Tahun 2019 tentang Tata Cara dan Formulasi Perhitungan Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri dan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 72 Tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

“Struktur cost-nya turun sehingga akibatnya perhitungan TBA turun bagi maskapai tidak bermasalah. Pemerintah itu bukan menurunkan TBA tetapi struktur cost, biaya mana yang bisa menyebabkan turun karena kan industri harus dilindungi,” urainya. Menurutnya, jika merujuk aturan tersebut TBA bisa berubah jika  ada perubahan struktur biaya operasi  pesawat udara hingga paling sedikit 10 persen disebabkan adanya perubahan harga avtur, harga nilai tukar Rupiah dan harga komponen lainnya.

Selama ini komponen terbesar pembentuk biaya pesawat adalah bahan bakar, perawatan pesawat, sewa pesawat dan komponen lainnya. “TBA ini kan 2014, itu harganya (avtur) jauh banget sudah naik berapa persen, kalau diturunkan itu turun dari yang tertinggi,” ujarnya. Pada 16 Februari 2019, Pertamina menurunkan harga avtur sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM No.17/2019 tentang Formula Harga Dasar dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis BBM Umum Jenis Avtur yang disalurkan melalui Depot Pengisian Pesawat Udara.

 Harga avtur Pertamina saat itu turun dari sebelumnya Rp 8.210 per liter menjadi Rp 7.960 per liter. Sayangnya, harga tersebut kembali bergerak naik menjadi Rp 8.380 per liter (published rate) di Bandara Soekarno Hatta Cengkareng. Pertamina memang melakukan evaluasi secara rutin dan penyesuaian harga avtur secara periodik yaitu sebanyak dua kali dalam sebulan.

Penyesuain dilakukan dengan mempertimbangkan rata-rata harga minyak dunia, nilai tukar Rupiah dan faktor lainnya. “Jadi, yang dilakukan pemerintah sekarang mengevaluasi struktur cost,” tegasnya. Lebih lanjut, pihaknya akan tetap tunduk kepada regulasi dan pemegang saham mengenai ketentuan TBA tersebut.

Meski demikian, Garuda tetap berusaha untuk memaksimalkan pendapatan dari  non penumpang seperti kargo, penjualan barang di pesawat maupun pendapatan iklan. “Dari kargo misalnya, satu stiker kecil di pesawat itu sudah puluhan miliar harganya. Iklan kita tuh gede sekali, iklan di TV kita juga gede,” imbuhnya. Garuda Indonesia akan mengubah konsep bisnisnya dari hanya menjual tiket menjadi menjual brand.

Di satu sisi, Garuda Indonesia memproyeksikan beberapa penerbangan akan mengalami penurunan penumpang saat mudik Lebaran nanti. Seperti rute Jakarta – Jogjakarta dan Jakarta – Semarang akibat beroperasinya tol Trans Jawa. Secara total, Garuda masih memperhitungkan tambahan kursi untuk penerbangan musim mudik dan arus balik pada Lebaran 2019 ini.

 Pengamat Penerbangan Alvin Lie menyatakan, Januari hingga April memang low season bagi dunia penerbangan. Artinya penumpang sepi. Namun jika dibandingkan dengan tahun lalu, jumlah penumpang pada periode ini lebih rendah. Misalnya saja PT Angkasa Pura I mencatat jumlah penumpang yang berangkat lewat bandara yang dikelolanya turun hingga  3,5 juta orang pada kuartal I tahun ini.

 Menurut Alvin ada beberapa ha1 yang menyebabkan jumlah penumpang pesawat turun. Mislanya saja karena adanya Tol Trans Jawa. Selain itu juga adanya pemanfaatan teknologi untuk proses bisnis, sehingga idak lagi harus dilakukan tatap muka. ”Faktor lainnya tingginya biaya perjalanan. Tidak hanya harga tiket tapi juga biaya hotel, transportasi lokal, makan dan sebagainya,”

Kenaikan harga tiket pesawat selama setahun terakhir akan memberi dampak ke berbagai sektor seperti pariwisata, perhotelan termasuk ekonomi kreatif yang tersebar di sejumlah daerah. Pemerintah harus buat terobosan konkret.

Anggota Komisi X DPR RI Anang Hermansyah mengatakan pemerintah harus membuat terobosan konkret atas persoalan mahalnya tiket pesawat di tanah air. Menurut Anang, dampak turunan atas kenaikan harga tiket pesawat merembet ke sejumlah sektor. "Paling nyata dirasakan terjadi di sektor pariwisata, perhotelan, dan ekonomi kreatif," ucap Anang di gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Rabu (8/5/2019).

Musisi asal Jember ini menyebutkan rilis dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada awal Mei mengungkapkan terdapat penurunan penumpang pesawat sebesar 1,7 juta penumpang dalam kurun satu tahun terakhir. Menurut dia, situasi tersebut akan memberi dampak konkret bagi industri pariwisata di Tanah Air. "Penurunan penumpang pesawat cukup drastis. Ini memberi dampak penurunan jumlah wisatawan di tanah air," ucap Anang.

 Anang menambahkan situasi semakin krusial di saat momentum jelang mudik lebaran dan liburan anak sekolah yang jatuh pada akhir Mei dan awal Juni. Kendati demikian, Anang menyebutkan masyarakat memiliki opsi penggunaan moda transportasi selain pesawat.  "Karena momentum mudik lebaran ke kampung halaman akan berdampak transfer ekonomi dari kota ke desa baik melalui sektor wisata, kuliner dan sektor kreatif lainnya," tambah Anang.

Dia berharap pemerintah dapat membuat terobosan terkait persoalan harga tiket pesawat yang melambung tinggi. "Harus ada terobosan konkret untuk menurunkan harga tiket pesawat. Banyak sektor yang terdampak konkret atas kenaikan harga tiket pesawat ini," tandas Anang. (bay/lyn/vir/tau)


BACA JUGA

Minggu, 26 Mei 2019 12:28

Inflasi Kota Tepian Rendah

SAMARINDA – Belum lama ini Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID)…

Sabtu, 25 Mei 2019 14:49

Pegadaian Setor Dividen Rp 1,387 Triliun

JAKARTA – PT Pegadaian berhasil membukukan laba Rp 2,775 triliun…

Sabtu, 25 Mei 2019 13:01

TransNusa Ekspansi Rute Penerbangan ke Sulawesi dan Kalimantan

BALIKPAPAN- TransNusa terus memperluas sayap bisnisnya di bidang angkutan udara.…

Sabtu, 25 Mei 2019 12:55

Ramadan, Konsumsi Data Telkomsel Naik

BALIKPAPAN- Telkomsel berhasil mencatatkan lonjakan traffic layanan data pada momen…

Sabtu, 25 Mei 2019 12:54

Kampanye Negatif Pengaruhi Penghasilan Petani

SAMARINDA- Kampanye negatif dari Uni Eropa (UE) tentang minyak kelapa…

Jumat, 24 Mei 2019 11:27

Obligasi Bisa Percepat Pembangunan

SAMARINDA- Pemprov Kaltim diminta mempertimbangkan untuk menerbitkan obligasi atau surat…

Jumat, 24 Mei 2019 11:18

Saatnya Mal Panen Omzet

BALIKPAPAN- Sepanjang periode empat bulan pertama tahun ini, Matahari Department…

Jumat, 24 Mei 2019 11:08

Bulog Siapkan Beras untuk Zakat

BALIKPAPAN- Kewajiban membayar zakat fitrah bagi setiap muslim pada Ramadan…

Kamis, 23 Mei 2019 14:40

Tekan Harga Daging Sapi, Masyarakat Bisa Beralih ke Daging Beku

BALIKPAPAN- Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Wilayah (Kanwil) V…

Kamis, 23 Mei 2019 14:38
Bank Mandiri Balikpapan Siapkan Rp 1 T

Layani Penukaran Uang dengan Mobil Keliling

BALIKPAPAN- Bank Mandiri Area Balikpapan menyiapkan armada keliling untuk melayani…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*