MANAGED BY:
SELASA
25 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Senin, 06 Mei 2019 13:24
Penuh Ujian saat Ramadan
Stok Sembako Aman, Waspada Kebakaran

PROKAL.CO, Setahun berlalu, bulan yang ditunggu-tunggu umat Muhammad pun kembali tiba. Ramadan selalu dirindukan. Penuh berkah sekaligus ujian.

 

MARIAM tak bisa menyembunyikan air matanya. Dia hanya bisa berserah kala jago merah menari-nari di atas rumahnya. Perempuan beruban tersebut sekadar menyelamatkan sedikit harta. Di antaranya surat berharga.

Petaka memang tak mengenal waktu, bahkan ketika Ramadan menyapa. Ya, kediaman Mariam menjadi salah satu korban amukan jago merah tahun lalu, tepatnya Kamis petang pada 17 Mei di Jalan Juanda, RT 59, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu.

Ketika api mulai menyerbu, Mariam baru saja salah Magrib lantas melanjutkannya dengan membaca Surah Yasin. Tak lama terdengar teriakan anak Mariam. “Ibu keluar, ada api,” ucapnya menirukan teriakan anaknya kala itu. Kaget, Mariam langsung membuka mukena dan berlari keluar. Langkah kakinya terhenti dengan tumpukan surat-surat penting yang disimpannya. Membawa surat berharga, dia berusaha menyelamatkan diri. Kebakaran diduga terjadi lantaran korsleting.

Tiga hari setelah itu, kebakaran kembali terjadi di Jalan Dr Soetomo, RT 40, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu. Lima rumah ludes terbakar, terjadi beberapa jam sebelum sahur menyapa.

Syukurnya saat itu Kartini, korban, sudah terjaga dari tidurnya. Tanpa pikir panjang, dia langsung membangunkan orangtuanya, termasuk keluarganya yang lain. Di depan rumah, api sudah berkobar hebat. Satu-satunya cara meloloskan diri adalah jalan di samping warung. Api terus membesar. “Saya harus nekat, walaupun hawanya panas,” ujarnya dengan raut cemas.

Dia tak lagi terpikir membawa harta-benda karena orangtuanya yang sudah renta dan anaknya yang masih kecil-kecil. Informasi diperoleh Kartini, api berasal dari korsleting listrik dari tiang yang berdiri tak jauh dari rumah orangtuanya. “Ada orang yang lihat kabel listrik putus dan jatuh di atap warung,” ungkapnya.

Menukil data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim selama Ramadan 2017–2018 setidaknya ada 62 kebakaran terjadi di Kaltim. Sepanjang tahun itu Kota Minyak dan Kota Tepian menjadi favorit si jago merah. Bahkan, sepanjang Ramadan kejadiannya lebih 10 kali (selengkapnya lihat grafis).

Kasi Peralatan dan Logistik BPBD Kaltim Manatap Sibuea mengatakan, jelang puasa kebakaran memang menjadi ancaman serius. Masyarakat pun diminta waspada, berkaca dari kejadian tahun lalu. “Seperti minum obat, sehari bisa tiga kali kebakaran,” terangnya.

Dia pun meminta setiap BPBD kabupaten/kota agar berjaga jelang Ramadan. Setiap warga diimbau tidak sembrono. Sebab, ada dua hal yang jadi pemicu kebakaran karena kompor meledak lalu korsleting listrik. “Kompor meledak itu yang harus benar-benar diperhatikan,” tegasnya.

Bagaimana tidak, kata dia, saat ibadah puasa lazimnya letih menyapa, terlebih saat sahur kemudian memasak lantas ditinggalkan. Kejadian seperti itu kerap terjadi, jadi masyarakat memang tak boleh main tinggal.

Manatap mengimbau, sebaiknya warga yang hendak memasak jangan sampai lupa mematikan kompor sebelum tidur atau saat hendak keluar rumah. “Jangan ditinggal-tinggal, nanti lupa,” tambahnya. Hal lain yang patut diperhatikan ialah listrik. Satu soket banyak steker, itu sangat tak dianjurkan sebab bisa memicu korsleting. “Lainnya ialah periksa jaringan kabel berkala. Yang tua sebaiknya diganti agar arusnya tak terganggu,” pintanya.

STOK AMAN

Jelang Ramadan, lazimnya sejumlah harga bahan pokok meningkat. Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM Kaltim Heni Purwaningsih pun awam dengan hal tersebut. Semua distributor tentu melihat kenaikan kebutuhan dan itu berbanding lurus dengan kenaikan stok. “Semuanya aman,” terangnya.

Dia mengatakan, saat ini semua stok sudah lebih dari kebutuhan. Bahkan, stok sudah bisa memenuhi kebutuhan hingga tiga bulan ke depan. Stok beras Bulog 22.499 ton, beras non-Bulog 77.053 ton, sehingga total mencapai 99.552 ton.

Sedangkan kebutuhan beras sebulan hanya mencapai 32.954 ton. Untuk gula pasir 47.981 ton sedangkan kebutuhan 5.627 ton, minyak goreng tersedia 10.670 ton dengan kebutuhan 4.283 ton, susu bubuk 2.657 ton kebutuhannya hanya 2.470 ton.

Lalu mentega 1.391 ton kebutuhan 592 ton, tepung terigu 7.069 ton kebutuhan 4.099 ton, garam 1.496 ton kebutuhan 895 ton. Telur ayam 3.640 ton, dengan kebutuhan 1.755 ton per bulan. Daging sapi 4.019 ton kebutuhan 768 ton per bulan, daging ayam 11.934 ton kebutuhan 1.416 ton. “Masyarakat tak perlu panik kemudian memborong untuk berjaga kala Ramadan,” pintanya.

Tak hanya itu, lanjut dia, saat ini pasar murah juga sudah menyapa di beberapa daerah. Jadi, hal-hal seperti kekurangan stok ataupun kelangkaan bahan pokok sebenarnya bukan menjadi masalah. “Seharusnya yang menjadi persoalan adalah oknum nakal yang menjual di luar harga eceran tertinggi,” tegasnya.

CARI BERKAH

Ramadan memang menyapa saban tahun. Meski demikian, tidak ada salahnya momen ini dijadikan sebagai langkah untuk berbenah diri. Karena itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltim KH Hamri Has meminta setiap umat Islam di Benua Etam baiknya mempersiapkan hati.

Tak hanya itu, pihaknya mengajak umat Islam mengembangkan sikap toleransi dalam menjalankan agama, tidak terjebak pada pertentangan dan perselisihan termasuk perbedaan paham keagamaan. "Momentum puasa ini bagaimana persaudaraan kita dibangun sama-sama," katanya.

MUI juga mengimbau segenap umat Islam menghindari perbuatan yang sia-sia dan pemborosan atau konsumtif yang mendatangkan kemudaratan bagi diri sendiri dan orang lain. Sebab, MUI menilai, ada kecenderungan yang kurang bagus saat Ramadan, yakni kebiasaan untuk berboros ria memindahkan kegiatan makan pada siang hari ke malam hari. "Kami imbau tidak boleh boros ria, baiknya uang tersebut diberikan kepada yang membutuhkan," tuturnya.

Kaltim Post kepada 101 responden dihadapkan dengan persoalan tersebut. Lazimnya saat berbuka bersama saat Ramadan ada yang menyiapkan dana khusus. Bahkan, lebih Rp 500 ribu (lihat grafis).

Sementara itu, Saibatul Khairiah, nutrisionis, mengatakan saat menjalani puasa sangat penting untuk memerhatikan asupan cairan. Yaitu, untuk menghindari dehidrasi. Karena itulah, pada saat berbuka puasa sangat dianjurkan mengonsumsi buah-buahan yang mengandung kadar tinggi air, misalnya seperti kelapa.

Selain kandungan kalium yang tinggi, kelapa merupakan cairan isotonik yang alami. Sebaiknya, lanjut Saibah, tidak mencampur gula ataupun susu pada buah agar penyerapannya lebih maksimal. “Mengonsumsi buah dengan kadar air yang tinggi sangat dianjurkan sekali saat berbuka puasa. Supaya asupan air pada tubuh bisa lebih maksimal,” ujarnya.

Selain itu, disarankan berbuka dengan buah-buahan segar karena kelebihan glukosa dalam darah secara terus-menerus justru akan mengakibatkan diabetes melitus. Sebaiknya pada waktu setelah salat Isya, dengan memenuhi kebutuhan gizi seimbang lainnya. “Untuk sahur sendiri perlu diperhatikan konsumsi karbohidrat yang sebaiknya dibatasi. Konsumsi protein bisa lebih ditingkatkan, begitu juga asupan serat,” tambahnya.

Yang menarik dari rutinitas berpuasa adalah, yaitu untuk penderita gangguan lambung seperti mag, justru diyakini bisa melatih penderita untuk sarapan lebih awal dan teratur. “Namun harus dihindari makanan atau minuman yang mengandung gas, berbumbu tajam, dan terlalu pedas,” imbuhnya.

Sedangkan untuk ibu hamil, sebelum memutuskan untuk berpuasa dianjurkan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan. Apabila kondisi sehat dan tidak ditemukan hal yang mengkhawatirkan, maka diperbolehkan berpuasa. Namun dengan memerhatikan asupan gizi ibu hamil. Di antaranya, penambahan kalori, protein, zat besi, kalsium, asam folat untuk daya tahan tubuh dan kecukupan gizi ibu hamil lainnya. (tim kp)

TIM LIPUTAN

YUDA ALMERIO

NOFIYATUL CHALIMAH

MUHAMMAD RIFQI

 

EDITOR: ISMET RIFANI

 

 


BACA JUGA

Senin, 24 Juni 2019 14:15

Komnas HAM Tuding Aparat Tak Taati Rekomendasi

Tewasnya Ahmad Setiawan di kolam bekas tambang memantik reaksi Komisi…

Senin, 24 Juni 2019 14:13

Diduga Terjadi Pembiaran Berlarut

Satu demi satu warga di Samarinda bertumbangan. Lubang bekas tambang…

Senin, 24 Juni 2019 14:11
Samarinda yang Selalu Saja Ada Tambang Ilegal

Pemerintah Beri Ruang Pelanggaran

PELANGGARAN demi pelanggaran dilakukan para pelaku usaha pertambangan di Kaltim.…

Senin, 24 Juni 2019 13:26
Jumlah Pelanggaran Pemilu 2019 Naik Pesat Dibanding 2014

Kombinasi Meningkatnya Pengawasan dan Bebalnya Peserta

Tingkat kepatuhan peserta pada Pemilu 2019, rupanya, belum membaik. Yang…

Senin, 24 Juni 2019 13:18

Pemilik Pabrik Korek Ditangkap di Hotel

LANGKAT – Polres Binjai terus mendalami kasus kebakaran yang menewaskan…

Senin, 24 Juni 2019 10:18

Persentase Penurunan Harga Tiket Pesawat Masih Dikaji

Penurunan harga tiket pesawat masih dinanti-nanti masyarakat. Pihak maskapai masih…

Minggu, 23 Juni 2019 22:57
Ahmad, Jadi Korban Ke-35 yang Tewas di Kolam Bekas Tambang

Diketahui Tenggelam setelah Empat Jam

Pemprov Kaltim sepertinya diuji. Setelah temuan sejumlah tambang ilegal di…

Minggu, 23 Juni 2019 22:54

Tambang di Samarinda, Pastikan TNI Tak Terlibat

ATURAN dilanggar. Hasil bumi dicuri. Namun hingga kini, belum tampak…

Minggu, 23 Juni 2019 22:47

Tiket Pesawat Bisa Murah Asal Ini yang Dihapus...

JAKARTA-Keriuhan masyarakat terhadap harga tiket pesawat mendapat respons dari pemerintah.…

Minggu, 23 Juni 2019 22:43

Insentif Pemerintah Bikin Properti Bakal Lebih Bergairah

Pemerintah punya kebijakan baru untuk dunia properti. Salah satunya insentif…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*