MANAGED BY:
SELASA
16 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Senin, 06 Mei 2019 13:13
Padusan, “Ritual” Sambut Ramadan yang Jadi Tradisi
Umat Islam Padati Tempat-Tempat Pemandian Alami
Tempat-tempat pemandian umum itu tak hanya dipadati warga setempat. Wisatawan pun berdatangan untuk padusan. Tak terkecuali mereka yang dari luar Jogjakarta. ELANG KHARISMA D/RADAR JOGJA

PROKAL.CO, SLEMAN – Sudah menjadi tradisi tahunan tiap H-1 Ramadan masyarakat Jogjakarta memadati tempat-tempat pemandian umum. Seperti kemarin (5/5). Mereka datang ke tempat pemandian umum untuk padusan. Padusan berasal dari kata adus yang berarti mandi. ‘Ritual’ itu mengandung makna membersihkan diri untuk menyambut bulan puasa.

Tempat-tempat pemandian umum itu tak hanya dipadati warga setempat. Wisatawan pun berdatangan untuk padusan. Tak terkecuali mereka yang dari luar Jogjakarta. Padusan sebenarnya bisa dilakukan dengan mandi di rumah. Namun tetap saja banyak umat Islam yang beramai-ramai mendi di umbul atau kolam pemandian. Tradisi yang ada sejak dulu itu sampai sekarang masih terjaga. Bahkan, tradisi padusan telah menjadi komoditas wisata.

Blue Lagoon menjadi salah satu objek wisata alam yang menjadi jujugan wisatan untuk padusan. Sumber mata air di Dusun Dalem, Widodomartani, Ngemplak, Sleman memang melimpah. Bahkan dipercaya tak pernah kering meski saat kemarau sekali pun.

"Saya sengaja ke sini untuk padusan dan main air," ujar Ali Guntoro, 30, warga Tempel kata salah seorang pengunjung Ali Guntoro, 30, warga Tempel saat ditemui di Blue Lagoon kemarin (5/5).

Biasanya Ali bersama keluarganya padusan di Pantai Parangtritis. Namun kali ini dia ingin mencoba suasana baru. "Ya lumayan segar di sini. Hanya, masih butuh beberapa pembenahan," tambahnya.

Lokasi Blue Lagoon yang berada di pedesaan membuat nuansa sejuk. Apalagi di sekitarnya banyak pohon peneduh. Itulah yang menjadikan Blue Lagoon sebagai daya tarik wisatawan. Sejak pagi ratusan pengunjung sudah memadati tiga kolam yang ada.

Haryanto, pengelola Blue Lagoon, mengatakan, tradisi padusan mampu menarik jumlah pengunjung hingga sepuluh kali lipat dibanding hari biasa. Jika hari biasa hanya sekitar seratus orang, pada H-1 puasa bisa mencapai seribu pengunjung. “Mereka datang dari pagi hingga maghrib,” ungkapnya.

Haryanto mengakui masih banyak yang perlu dibenahi. Khususnya untuk menambah daya tarik Blue Lagoon. Namun yang utama baginya adalah faktor keamanan. Saat hujan pengelola akan menutup tempat pemandian alami itu. Karena selalu kebanjiran. Selain Blue Lagoon, masih banyak tempat pemandian umum alami di Jogjakarta yang selalu menjadi jujugan wisatan untuk padusan. Misalnya: Sendang Kasihan, Bantul; Sendang Klangkapan, Seyegan, Sleman, dan masih banyak lagi. Termasuk kolam renang umum.(har/yog)


BACA JUGA

Sabtu, 13 Juli 2019 12:33

Kenal Musik Hingga Flora Fauna Kaltim

SANGATTA - Rinan adalah sapaan yang khas oleh teman-teman sekolahnya.…

Sabtu, 06 Juli 2019 12:45
Dua Dekade Lebih Yayasan Kakak Perjuangkan Nasib Anak Korban Kekerasan Seksual

Banyak Yang Tidak Sadar Mereka Sebenarnya Korban

Pendampingan anak-anak korban eksploitasi seksual komersial termasuk yang paling sulit.…

Selasa, 02 Juli 2019 12:42
Komunitas Pelestari Bahasa Daerah Oryza Lokabasa

Sulit Cari Anggota, Penutur Bukan Harus Orang Lokal

Membayangkan anak turun semakin tak mengenal bahasa daerah menjadi salah…

Senin, 01 Juli 2019 12:23

Arswendo Atmowiloto yang Tak Surut Semangat kendati Tengah Sakit

Bahkan saat kondisi kesehatannya mulai menurun, Arswendo Atmowiloto tetap bersemangat…

Senin, 24 Juni 2019 13:20
Oleh-Oleh dari Junior Recital Violin Classic

Menggesek Biola Tidak Sembarangan, Mood Mesti Dijaga

Memiliki kepercayaan diri dan menghargai pencapaian yang dimiliki selama ini,…

Kamis, 13 Juni 2019 14:21

Festival Balon, Jalan Tengah untuk Melestarikan Tradisi dan Menjaga Keamanan Penerbangan

Festival di Ponorogo dan Pekalongan berlangsung tanpa melanggar aturan tentang…

Minggu, 02 Juni 2019 17:39
Kisah Asmuni Membangun Rumah Makan Sukma Rasa

Dari Jualan Keripik, Pernah Jadi TKI, hingga Sukses di Usaha Kuliner

Siapa yang bersungguh-sungguh pasti berhasil. Asmuni, pemilik Rumah Makan Sukma…

Sabtu, 01 Juni 2019 13:23

Ini Cerita Petualangan Matteo Nanni Bermotor dari Italia ke Indonesia

Dari Italia, Matteo Nani sudah berkendara enam bulan hingga sampai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*