MANAGED BY:
KAMIS
18 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

CELOTEH

Minggu, 05 Mei 2019 13:43
Tak Khawatir Persaingan
KESEMPATAN: Lydy melihat konsep foto new born baby photography sangat menarik dan belum terlalu banyak penyedianya di Samarinda. Melihat tren yang berkembang di media sosial membuat Lydy mulai menekuninya.

PROKAL.CO, PARA orangtua muda tentu ingin mengabadikan masa emas pertumbuhan buah hati mereka. Memiliki konsep menarik dan tentu saja hasil bagus, membuat jasa Lydia Gautama atau Lydy diburu. Lydy tak menampik ketika mendengar pendapat orang jika biaya jasa miliknya dipatok dengan harga tinggi.

TENANG: Sebelum sesi foto dimulai, Lydy harus memastikan para bayi yang akan dia foto dalam keadaan tenang dan nyaman. Bayi yang masih berusia harian lebih dianjurkan karena lebih mudah ditangani.

 

Memotret bayi, apalagi yang baru lahir justru berbeda perlakuannya dengan orang dewasa atau anak-anak. Fotografer tak hanya dituntut jago memotret, namun harus paham mengenai kondisi bayi. Belum lagi properti yang kebanyakan tak jual di Samarinda. Demi keamanan dan kenyamanan bayi, Lydy memilih properti yang memang didesain khusus.

KESEMPATAN: Lydy melihat konsep foto new born baby photography sangat menarik dan belum terlalu banyak penyedianya di Samarinda. Melihat tren yang berkembang di media sosial membuat Lydy mulai menekuninya.

 

Dia mengutamakan dan meningkatkan kualitas. Hal itu menurutnya berkaitan dengan persaingan. Meski belum banyak pesaing, Lydy sudah siap menghadapinya. Apalagi sejak sepuluh tahun silam, Lydy memang terjun di dunia fotografi yang tentu sudah membuatnya banyak makan asam garam. Dia melihat persaingan sebagai hal lumrah.

“Lagi pula, bisnis ini sudah punya pasarnya sendiri. Saya percaya, rezeki sudah ada jalannya masing-masing. Enggak perlu khawatir dan enggak usah saling iri dengan penyedia jasa serupa,” tutur alumnus Universitas Kristen Petra Surabaya tersebut.

 

TELATEN: Sebagai ibu beranak dua, Lydy sudah berpengalaman dalam menangani bayi. Menjaga agar si kecil tetap nyaman.

 

Selain teknik, keahlian mumpuni, dan hobi turut mengantarkan Lydy pada kesuksesan. Keluarga dan teman-teman terdekatnya menjadi dukungan utama. Sejak awal dia merintis usaha, tak ada yang meragukan kemampuannya. Dukungan terus mengalir. Meski beberapa anggota keluarga sempat khawatir melihat hasil foto bayi dengan pose yang dianggap ekstrem. Dia mencoba maklum dan kembali menjelaskan.

Menikmati pekerjaan menjadi salah satu alasan dia bertahan dengan dunia fotografi. Oleh sebab itu, sebisa mungkin selalu memberikan pelayanan terbaik. Sejauh ini, tanggapan positif selalu didapat.

Lydy pernah mengalami kejadian yang dirasanya cukup aneh. Dia memotret seorang bayi yang ditemani oleh sang ibu dan dua orang sanak saudara lain. Sang ibu itu tak berani melihat bagaimana proses pemotretan dan Lydy mencoba menenangkannya. Sesi foto selesai. Keesokan hari, Lydy dihubungi oleh seseorang yang mengaku sebagai ibu dari bayi yang difotonya kala itu.

“Dia bilang, kenapa bayi difoto kayak begitu, dibungkus kain gorden. Saya dengarnya syok. Dia ngakunya sebagai ibu dari si bayi kemarin. Enggak taunya, itu adalah kakak ipar si ibu. Dia tahu pemotretan itu karena saudara menemani saat itu membuat video dan dikirim ke dia. Sorenya, ibu bayi yang asli menghubungi dan minta maaf. Saya waktu itu sudah mau nangis karena dimarahin, cuma bisa minta maaf doang,” ungkap Lydy sembari menirukan gaya bicara keluarga klien itu.

Pekerjaannya memang menuntut untuk menjalin komunikasi yang baik dan harus supel. Ditambah lagi, sejak dulu Lydy memang bercita-cita ingin menjadi seorang pengusaha.

 

SABAR: Memotret bayi tentu berbeda dengan anak-anak atau orang dewasa. Kunci utamanya adalah selalu sabar ketika menghadapi kondisi bayi. Tak hanya jago soal fotografi, memperlakukan bayi dengan baik juga harus jadi perhatian.

 

“Harapannya ingin bisa buka cabang di daerah lain di Kaltim. Soalnya banyak dapat permintaan untuk foto di daerah seperti Bontang, Balikpapan, dan Tenggarong. Selain itu, semoga makin banyak karyawan, dan tambah fotografer lagi supaya lebih terbantu,” tutup sulung dari tiga bersaudara itu. (*/ysm*/rdm2)


BACA JUGA

Senin, 15 Juli 2019 11:21

Menjaga Kepercayaan Klien

Usaha yang dirintis semakin berkembang. Klien berdatangan. Menjadi bisnis yang…

Senin, 15 Juli 2019 11:21

Biasa dengan Karakter Klien Beda, Tangani 10 Ribu Tamu

KARAKTER klien yang berbeda sudah biasa dihadapi. Diungkapkan Kritaya Zenaida…

Senin, 15 Juli 2019 11:11

Waspada Tiga Jenis Kutu di Kepala

Ketikalagi asyik mengobrol, tiba-tiba kulit kepala rasanya gatal sekali? Kondisi…

Senin, 15 Juli 2019 11:09

Mitos Membasmi Kutu, Dari Santan Basi hingga Kapur Barus

SELAIN mengganggu kenyamanan saat beraktivitas, rasa gatal berlebih akibat kutu…

Senin, 15 Juli 2019 11:07

Menabung sejak Dini, Bisa Dimulai dari Usia Dua Tahun

Kebiasaanmenabung sebaiknya ditanamkan sejak dini. Orangtua penting agar anak lebih…

Senin, 15 Juli 2019 11:06

Ajarkan Anak Menghargai Usaha

SEBAGIAN orangtua menganggap belum waktunya anak memahami uang. Namun, berbeda…

Senin, 15 Juli 2019 11:05

Belajar Bahasa Inggris Usia Dewasa, Benahi Mental agar Lancar

Kemampuan berbahasa penting untuk menunjang karier dan pendidikan. Mampu berbahasa…

Senin, 15 Juli 2019 11:03

Persiapan Matang demi Karier Gemilang

DIA adalah Jeannet Novelia Sarwono. Mahasiswi program studi Manajemen Fakultas…

Senin, 15 Juli 2019 10:59

Masakan Tatar Sunda Manjakan Lidah

Menghabiskan liburan dengan sekadar berjalan-jalan namun tak berwisata kuliner agaknya…

Senin, 15 Juli 2019 10:58

Soto Mi Bogor dengan Aneka Isian

SETELAH mi kocok bandung, menu selanjutnya yakni soto mi bogor.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*