MANAGED BY:
KAMIS
27 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Jumat, 26 April 2019 21:57
Korban Tewas di Lubang Tambang Bertambah Jadi 33 Orang, Kerja Pemprov Kaltim Dipertanyakan
Lokasi rumah korban dengan kolam tambang berada di Muara Kaman. Foto oleh Jatam Kaltim

PROKAL.CO, Samarinda - Korban anak-anak tewas di kolam bekas tambang di Kaltim terus bertambah menjadi ke 33. Kali ini, anak SMP Kelas 2, Rizki Nur Aulia (14) meregang nyawa di lubang tambang berada di Desa Bunga Jadi Muara Kaman Kukar pada 21 April 2019.

Pengawasan lubang tambang oleh Pemerintah Provinsi Kaltim, kembali dipertanyakan. Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) mencatat selama Isran Noor menjabat Gubernur dan Hadi Mulyadi sebagai Wakil Gubernur, sudah ada 4 anak tewas.

"Ini (33 anak tewas) masalah yang pelik. Pemerintah ada agenda pengawasan (kolam tambang), tapi sebenarnya tidak ada. Gubernur baru beberapa bulan berkuasa, sudah empat anak tewas di kolam tambang," jelas Dinamisator Jatam Kaltim, Pradarma Rupang, Jumat (26/4/2019).

Jatam Kaltim mencatat pada 21 Oktober 2018, Alif Alfaroci (16) tewas di kolam yang diduga berada di konsesi PT Trias Patriot Sejahtera Desa Rapak Lambur atau Mangkurawang.

Menyusul, anak tewas lagi di kolam yang masuk konsesi PT Bukit Baiduri Energi di Desa Bukit Raya Tenggarong Seberang pada 4 November 2018.

Korban ketiga yang tewas di kolam tambang pada masa Isran menjabat Gubernur yaitu Nurul Huda Aulia di kolam ilegal mining berada di Rapak Dalam Samarinda Seberang pada 20 November 2018.

Dan terakhir, Rizki Nur Aulia yang tewas di Desa Bunga Jadi Muara Kaman. Rupang bercerita tiga hari pasca korban meninggal dunia, pihaknya baru mendapat kabar tersebut. Penyebab tewas almarhumah ini hampir sama kasus-kasus sebelumnya.

"Kasusnya hampir sama. Ada anak-anak bermain di sekitar kolam tambang. Kemudian, anak ini tenggelam. Karena lokasi kolam tambang yang jauh, kami agak sulit menerima informasi terbaru kejadian ini," ujar Rupang.

Menurut Rupang, Gubernur Kaltim dan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral sudah lalai dan tidak menjalankan pengawasan terhadap ketaatan penanggung jawab usaha atau kegiatan terhadap peraturan perundang-undangan dan izin lingkungan sehingga terjadinya kerusakan lingkungan dan hilangnya nyawa manusia telah melanggar Pasal 359 KUHP maupun Pasal 112 UU PPLH.

"Informasi kami terima kolam tambang meninggalnya korban tidak ada papan nama dan pagar. Kita tidak heran, Bapak Gubernur Isran acuh terhadap persoalan ini. Pemilu sudah selesai, tapi korban tewas di kolam terus bertambah. Krisis di Kaltim belum bisa diselesaikan, karena kepala daerah Isran juga tersandera tambang yang mengeluarkan 161 Izin tambang saat menjabat Bupati Kutai Timur," jelas Rupang. (mym)


BACA JUGA

Rabu, 26 Juni 2019 15:39
Penyelesaian Jembatan Pulau Balang Molor hingga 2021

Bakal Rekor Nih..!! Jembatan Ini Sudah 12 Tahun Tak Rampung-Rampung

Progres Jembatan Pulau Balang tak begitu menggembirakan. Masalah pembebasan lahan…

Rabu, 26 Juni 2019 15:34

Pemerintah Pusat Dituntut Responsif

SAMARINDA-Upaya pemerintah mencegah warga yang tewas di kolam bekas tambang…

Rabu, 26 Juni 2019 15:33

Abdoel Moeis Hassan, Tokoh Pertama Kaltim yang Bakal Diusulkan Jadi Pahlawan

Indonesia merdeka hampir 74 tahun. Namun, Kaltim belum memiliki pahlawan…

Rabu, 26 Juni 2019 15:22

KPK Ingatkan Kembali Komitmen Pemberantasan Korupsi Kepala Daerah Se Kaltim

SAMARINDA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penandatanganan Komitmen pelaksanaan…

Rabu, 26 Juni 2019 14:55
27 Juni Putusan Sidang MK

Kapolda Diperintah Tak Beri Izin Demo di Sekitar Gedung MK

JAKARTA – Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang akan dibacakan besok…

Rabu, 26 Juni 2019 12:58

Keruk Batu Bara Ilegal di Konsesi Insani

TAMBANG ilegal merugikan banyak pihak. Tak hanya warga, negara pun…

Rabu, 26 Juni 2019 12:55

Kasus Tewasnya Bocah di Kolam Bekas Tambang, Pemprov Salahkan Orangtua

SAMARINDA-Penjelasan soal tewasnya bocah di kolam tambang adalah kesalahan orangtua…

Rabu, 26 Juni 2019 12:52

Anak Pemilik Hotel Ditemukan Tewas Jatuh dari Lantai Delapan

BALIKPAPAN-Sedang duduk di teras, Senin (24/6) sekitar pukul 11.20 Wita,…

Selasa, 25 Juni 2019 13:43

Persaingan Retailer Makin Ketat, Keuntungan Terus Mengecil

BALIKPAPAN—Persaingan bisnis retail makanan dan minuman semakin ketat. Bahkan, tidak…

Selasa, 25 Juni 2019 12:17
Dari Sidang Dugaan Pergeseran Suara di Loa Janan Ilir

349 Suara Bergeser, PPK Berdalih Faktor Kelelahan

Rekapitulasi Kecamatan Loa Janan Ilir berkelindan dugaan pergeseran suara. Lima…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*