MANAGED BY:
JUMAT
24 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MANCANEGARA

Kamis, 25 April 2019 13:52
Tiongkok Jamu 37 Kepala Negara
AS Tak Hadiri Forum Jalur Sutra
PM Italia Giuseppe Conte bertemu Xi Jinping.

PROKAL.CO,  BEIJING – Presiden Tiongkok Xi Jinping bakal menyambut 37 kepala negara dan ratusan tamu penting lainnya dalam forum Belt and Road Initiative (BRI) hari ini (25/4). Negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia tersebut ingin menggunakan pertemuan kali kedua itu untuk menjaring lebih banyak rekanan dalam menciptakan jalur sutra abad 21. Sebuah ambisi besar yang selalu dilawan Amerika Serikat (AS).

Juru bicara Kedutaan Besar AS untuk Tiongkok pun angkat bicara sehari sebelum forum dimulai. Mereka menampik pernyataan Menlu Tiongkok Wang Yi yang menyebutkan bahwa diplomat AS dan utusan beberapa negara bagian AS bakal datang. ’’AS tak punya niatan untuk mengirimkan utusan ke forum Belt and Road,’’ ujarnya kepada Agence France-Presse.

Dia menegaskan, sampai saat ini, posisi AS belum berubah. Presiden AS Donald Trump dan pemerintahannya menganggap proyek tersebut hanyalah jebakan yang dipasang Tiongkok untuk mengambil untung dari negara lain. Karena itu, mereka terus mengimbau negara lain agar bisa ikut menolak proposal yang ditawarkan Xi.

’’Kami berharap semua negara memastikan diplomasi ekonomi mereka sesuai dengan norma dan tolok ukur internasional,’’ ungkapnya.

Pada forum jalur sutra pertama yang diselenggarakan 2017 lalu, AS masih mengirimkan penasihat Gedung Putih Matt Pottinger. Namun, sikap mereka berubah setelah AS memasuki perang dagang. Mereka berusaha memojokkan Tiongkok dari berbagai sektor.

Tiongkok pun sempat menanggung akibat dari kampanye AS. Beberapa negara yang telanjur menandatangani kerja sama BRI merasa menyesal. Mereka menghapus atau menangguhkan kontrak. Namun, beberapa sudah kembali merangkul Tiongkok. Malaysia baru-baru ini melanjutkan proyek East Coast Rail Link (ECRL) MYR 44 miliar atau sekitar Rp 149 triliun.

Belum lagi, beberapa rekanan baru yang cukup mentereng. Salah satunya, nota kesepahaman yang ditandatangani Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte. Keputusan negara G7 itu masuk ke kelompok jalur sutra langsung membelah Eropa. ’’Pemerintah koalisi di Roma seakan ingin memberikan jari tengah kepada Uni Eropa,’’ ujar Direktur China Institute di London's School for Oriental and African Studies Stephen Tsang.

Hari ini Conte bakal membawa kontingen anti-Uni Eropa dari Eropa menuju Beijing. Mereka, antara lain, Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban dan Perdana Menteri Austria Sebastian Kurz. Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras juga ikut dalam rombongan. Yunani sudah bergantung kepada Tiongkok sejak mereka dibiarkan mengatasi krisis moneter oleh Uni Eropa.

’’Negara-negara tersebut memang lebih miskin dan sering dianggap negara kelas dua,’’ ujar Philippe Legrain, peneliti European Institute di London School of Economics.

Sementara itu, negara-negara Eropa lainnya seperti Prancis, Jerman, dan Spanyol masih wait and see. Mereka hanya mengirimkan pejabat setingkat menteri ke acara tersebut. Mereka masih mempertimbangkan peringatan AS tentang risiko bekerja sama dengan raksasa ekonomi dari Timur itu.

’’Kebanyakan mereka harus mempertimbangkan faktor geopolitik sebelum menanggapi tawaran Tiongkok,’’ ungkap lembaga konsultan Eurasia Group.

Masalahnya, tentangan terhadap proyek BRI bukan hanya datang dari luar negeri. Eksporter menengah ke bawah di Tiongkok juga resah terhadap pembukaan jalur tanpa hambatan di berbagai penjuru negara. Hal tersebut jelas akan menguntungkan pesaing di negara lain.

’’Banyak pabrik dari negara industri berkembang seperti India, Vietnam, dan Kamboja yang mencoba meniru kami. Saat akses mereka terbuka, itu berarti persaingan eksporter makin ketat,’’ ungkap salah seorang eksporter komoditas batu kepada South China Morning Post yang menolak memberitahukan identitasnya.

Dalam forum tersebut, Indonesia juga mengirim delegasi. Wakil Presiden Jusuf Kalla yang memimpin perwakilan Indonesia sudah tiba di Beijing kemarin. (bil/c22/sof)


BACA JUGA

Kamis, 23 Mei 2019 12:44

Tetap Darurat setelah Sebulan

KOLOMBO – Umat Katolik Sri Lanka baru saja mengadakan doa…

Kamis, 23 Mei 2019 11:39

Pemilu Sela Untungkan Duterte

MANILA – Hasil pemilu paro waktu di Filipina kemarin (22/5)…

Rabu, 22 Mei 2019 11:45

Ingin Kembalikan Sampah Kanada

MANILA – Filipina kembali menebar ancaman. Mereka akan menarik lebih…

Rabu, 22 Mei 2019 11:43

Huawei Tak Takut, Ren: Jangan Remehkan Kami

BEIJING – Pendiri Huawei Ren Zhengfei buka suara terkait dengan…

Rabu, 22 Mei 2019 11:17

Pecahkan Rekor Daki Himalaya

KATHMANDU – ’’Saya sangat senang dan bangga.’’ Pernyataan itu dilontarkan…

Selasa, 21 Mei 2019 14:10

ISIS Bikin Ribut di Bui, 24 Anggotanya Ditembak Mati

DUSHANBE – Keluarga tahanan yang mendekam di Penjara Vakhdat, Tajikistan,…

Selasa, 21 Mei 2019 14:04

Pemasok Teknologi Mulai Putus Hubungan, Pasar Huawei Jadi Lumpuh

WASHINGTON – Huawei baru saja menerima pukulan berat. Berbagai perusahaan…

Senin, 20 Mei 2019 11:46

Trump Dukung Larangan Aborsi

WASHINGTON – Presiden AS Donald Trump menanggapi Undang-Undang (UU) Larangan…

Minggu, 19 Mei 2019 10:48

Pertarungan Sengit untuk Kabinet Baru Australia

Pemilu Federal Australia kemarin (18/5) jadi pertaruhan bagi Partai Buruh…

Minggu, 19 Mei 2019 10:45

Sosis Panggang Punya Peran Penting

SOAL siapa yang akan dipilih sudah pasti dipikirkan. Tapi, ada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*