MANAGED BY:
SENIN
27 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Kamis, 25 April 2019 12:27
Penyelenggara Pemilu Meninggal Usai Menjalankan Tugasnya, Baru Terjadi di Indonesia
ilustrasi

PROKAL.CO, Ratusan petugas KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara), anggota Panwaslu, dan personel Polri, meninggal dunia usai menjalankan tugasnya di Pemilu 2019. Merespons itu, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyatakan kejadian tersebut bukanlah hal yang wajar. “Peristiwa ini sangat memprihatinkan,” kata Fahri, Rabu (24/4). 

Fahri mengatakan, tidak ada negara demokrasi di dunia ini pemilunya sampai menyebabkan ratusan korban meninggal dunia dan mengalami sakit, seperti di Indonesia. Belum lagi, kata Fahri, korban dari aspek sosial berupa disintegrasi. 

Kemudian korban ekonomi karena harus mengeluarkan dana lebih dari Rp 26 triliun. Juga korban berupa situasi politik yang tidak stabil dalam kurun yang begitu lama.

 "Jadi korban yang begitu besar ini harus segera diakhiri. Ini terjadi akibat adanya kesalahan sistemik dalam cara menata regulasi dan kelembagaan pemilu, serta juga petugas pemilu kita," katanya.

Fahri menilai kejadian yang tidak normal tersebut terjadi akibat sistem yang sejak awal diterapkan dalam Undang-Undang Pemilu salah desain. 

"Nah, karena itu sebetulnya yang diperlukan adalah kearifan dari kita semua untuk mengakhiri problem yang terulang dalam setiap UU Pemilu kita,” katanya. 

Menurut Fahri, UU Pemilu dan UU Partai Politik selalu dibahas di ujung mendekati pemilu, tanpa investigasi menyeluruh tentang bagaimana sebuah desain sistem yang tidak ada lubangnya. Sehingga orang mau melakukan satu kesalahan dalam sistem itu tidak bisa karena sudah ditutup.

 "Sekarang bagaimana coba? 813 ribu TPS itu orang disuruh saksi masing-masing. Sudah saya cek, ternyata orang ini tidak sanggup membayar saksi, sehingga banyak sekali TPS yang tidak imbang. Di situlah ruang permainannya," papar dia.

 Fahri mengusulkan KPU dan Bawaslu agar lebih aktif merespons segala kecurangan yang disampaikan oleh masyarakat. Dia menegaskan jangan hanya sekali-kali saja. Bila perlu, harus ada juru bicara atau petugas yang stand by setiap saat untuk menjelaskan ke publik.

 Menurut dia, hal-hal yang terjadi di masyarakat, maupun sosial media harusnya dijawab langsung oleh KPU maupun Bawaslu. "Harus ada jubir yang siap dan duduk 24 jam menghadapi wartawan, mengetik di sosial media dan sebagainya. Yang saya perhatikan, website-nya KPU juga Bawaslu tidak melakukan itu,” katanya.

 Fahri mengatakan, kekisruhan dalam pelaksaan pemilu ini juga menjadi evaluasi presiden sebagai pengusul atas perubahan UU Pemilu dan Parpol. Selain itu, juga harus menjadi bahan evaluasi bagi parpol. 

"Maka kita harus berjanji pada diri kita sendiri bahwa kita tidak akan lagi mendesain sistem pemilu yang begini kacau dan rusak. Cukuplah ini yang terakhir,” tuntas politikus asal Nusa Tenggara Barat, itu. (boy/jpnn)


BACA JUGA

Minggu, 26 Mei 2019 12:03

Pemudik Jarak Jauh Mulai Padati Terminal

JAKARTA – Sejak Jumat (24/5) pemudik jarak jauh seperti Sumatra…

Sabtu, 25 Mei 2019 14:44

Proses Visa Haji Mulai Syawal

JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) sampai sekarang masih menerima pengumpulan…

Sabtu, 25 Mei 2019 14:40

Amien Rais: People Power Eggi Enteng-Entengan

KEBAYORAN BARU - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN),…

Sabtu, 25 Mei 2019 13:23

PWI Peduli dari Anggota Untuk Masyarakat

JAKARTA- Menyatukan potensi yang dimiliki seluruh anggota, Persatuan Wartawan Indonesia…

Kamis, 23 Mei 2019 12:51

Ke Istana Lagi, tapi Tak Bahas Koalisi

BOGOR – Kans Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN)…

Kamis, 23 Mei 2019 10:39

Ini Wasiat Ustadz Arifin Ilhan

Jenazah almarhum Ustadz KH Muhammad Arifin Ilham, diperkirakan tiba di…

Kamis, 23 Mei 2019 10:00

Ustad Arifin Ilham Berpulang

PENANG -- Ustad Arifin Ilham berpulang semalam. Setelah sempat kritis…

Rabu, 22 Mei 2019 22:19
Rusuh di Jakarta, Sudah 6 Orang Meninggal

Kapolri Bilang, Tidak Ada Peluru Tajam, Petugas Cuma Bawa Perisai dan Pentungan

JAKARTA- Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan, kerusuhan yang terjadi di…

Rabu, 22 Mei 2019 11:27
M. Nuh Pimpin Dewan Pers

Ingin Perkuat Media Massa untuk Fungsi Edukasi

JAKARTA – Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh terpilih…

Rabu, 22 Mei 2019 11:25

Partisipasi Pemilih Melonjak, Tertinggi sejak Pemilu 2004

JAKARTA – Pemilu 2019 menghasilkan sejumlah kejutan. Salah satunya adalah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*