MANAGED BY:
SENIN
27 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

CELOTEH

Minggu, 21 April 2019 09:41
Jangan Sepelekan Penyakit Mental
PERHATIAN: Masyarakat sudah sepatutnya merangkul para penderita gangguan jiwa. Jangan menganggapnya sepele. Sebab penyakit mental tak berbeda dengan penyakit fisik.

PROKAL.CO, BANYAK dijumpai orang yang sering mendiagnosis diri apakah tengah mengidap penyakit mental tertentu. Biasanya, mereka mendapat informasi tersebut melalui media internet kemudian mencocokkan ciri-ciri yang tengah dialami. Psikiater Jaya Mualimin justru menyarankan untuk segera memeriksakan diri ke unit layanan kesehatan terkait jika merasa ada perubahan atau perilaku yang tidak wajar terjadi.

“Ada banyak jenis penyakit mental. Contohnya gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (GPPH). Gejalanya hampir mirip gangguan bipolar. Jadi, jangan langsung menilai jika Anda terkena bipolar. Datang ke psikiater, akan ketahuan apa yang sebenarnya terjadi. Bisa saja penyakit lain,” jelas Jaya ditemui awal pekan lalu.

Sedikit informasi mengenai GPPH, ciri khas gangguan ini biasanya terjadi pada anak usia sekolah. Gejalanya yaitu anak suka kesal dan sering emosi. Bisa dikatakan, emosinya labil. Perilaku yang paling mencolok juga dapat dilihat dari rajin atau tidaknya anak pergi ke sekolah.

Sebagai psikiater, Jaya menyadari jika belum semua orang menaruh atensi pada penyakit mental. Hal tersebut dipengaruhi oleh stigma yang terus melekat dan bergulir di masyarakat. Pola pikir yang salah juga menjadi pemicu. Penyakit mental masih dianggap sepele bahkan diolok-olok. Paling simpel, apapun jenis penyakit mental, masyarakat akan selalu berpendapat orang tersebut gila.

Dia menyebut, penyakit mental itu harus mendapat perhatian yang sama dari semua pihak. Masih banyak yang mengira jika gangguan jiwa sifatnya permanen. “Sayangnya, masyarakat belum siap menerima hal tersebut. Padahal, orang-orang dengan penyakit mental pun juga punya hak sama seperti manusia normal lainnya. Setelah berhasil dilakukan perawatan dan dinyatakan sembuh, mereka juga bisa beraktivitas seperti biasa lagi,” ungkapnya.

Jaya setuju jika masih ada sebagian masyarakat yang kurang informasi dan edukasi terkait gangguan jiwa atau penyakit mental. Sehingga, ketika gejala-gejala itu muncul pada diri sendiri atau sanak keluarga, mereka lebih memilih berobat ke dukun atau orang pintar. Pengobatan secara medis yang benar dan profesional justru tak jadi pilihan. Malah, ketika keadaan sudah semakin parah dan tidak ada perubahan barulah berinisiatif pergi ke psikiater.

Jaya mengatakan penyakit mental sama saja seperti penyakit fisik lain. Jika semakin lama penyakit bersarang dan baru diperiksa, akan semakin lama pula sembuhnya. “Jiwa itu kan terdiri dari pikiran, alam perasaan, perilaku, dan sosial. Kalau salah satu dari itu sudah mencerminkan kesalahan, patut waspada dan diperiksa. Paling penting, jangan takut untuk datang ke rumah sakit jiwa dan jangan malu bertemu psikiater,” pungkas alumnus Universitas Padjadjaran itu. (*/ysm*/rdm2/k16)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 26 Mei 2019 14:12

Mandiri, Tak Ingin Bergantung Pada Suami

MENURUT Ira Yuliana, dalam sehari sangat gampang menghadirkan ratusan orang…

Minggu, 26 Mei 2019 14:08
Diet Enak Bahagia Menyenangkan (DEBM)

Tiga Bulan Pangkas 14 Kilogram

GORENGAN jadi makanan favorit Supinah saat muda dulu. Kebiasaan itu…

Minggu, 26 Mei 2019 14:07

Ingin Tetap Bugar Sambut Hari Tua

BAGI Supinah yang sukses turunkan berat badan 14 kilogram (kg)…

Minggu, 26 Mei 2019 14:05

Konsumsi Minim Karbo, Tinggi Protein dan Lemak

PEREMPUAN dengan usia 30–40, cenderung berhadapan dengan berbagai permasalahan penuaan (aging) dan…

Minggu, 26 Mei 2019 13:56

7-9 Jam Perhari, Jaga Kualitas Tidur Saat Ramadan

SETIAP orang memiliki kesibukan beragam. Apalagi semakin bertambahnya usia, berbanding…

Minggu, 26 Mei 2019 13:55

Kurang Tidur Berujung Emosional

KURANG tidur pasti akan mengakibatkan kelelahan namun akan merembet pada…

Minggu, 26 Mei 2019 13:47

Aneka Kuliner Penjuru Dunia

EDISI Sedap Kaltim Post kali ini tidak mengulas mi nusantara,…

Minggu, 26 Mei 2019 13:44

Pizza Margherita Sehat, Sup Jagung Nikmat

SIAPA tidak kenal pizza? Makanan asal Italia dengan adonan tepung…

Minggu, 26 Mei 2019 13:43

Kudapan Manis Kekinian

KUDAPAN manis masih jadi juara, apalagi saat untuk hidangan berbuka.…

Senin, 20 Mei 2019 09:29
Windie Karina Farmawati

Berbisnis Sejak 1972, Pernah Dibayar Rp 1

Trisnawati Tjandra mengaku sebagai pelopor usaha salon pertama di Samarinda.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*