MANAGED BY:
SENIN
27 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Sabtu, 20 April 2019 14:04
Sementara Golkar Masih Berjaya, PDIP-PKS Mengekor

Jokowi Unggul Tipis dari Prabowo di Kaltim

PROKAL.CO, SAMARINDA–Real count Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim sudah bisa dilihat. Hasil sementara menunjukkan pasangan calon (paslon) nomor urut 01 Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin mendapat suara terbanyak. Paslon petahana itu unggul 52 persen dari lawan politiknya nomor 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahudin Uno.

Perolehan suara itu tertuang dalam Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) KPU Kaltim per Jumat (19/4) pukul 15.00 Wita. Namun persentase suara yang masuk di Situng tersebut masih sangat kecil, yakni sekitar 2,1 persen.

Pelaksanaan penghitungan dan rekapitulasi suara pemilihan umum (pemilu) saat ini masih dilakukan secara berjenjang. Mulai penghitungan di tingkat tempat pemungutan suara (TPS), panitia pemilihan kecamatan (TPS), KPU kabupaten/kota, hingga provinsi.

KPU memiliki waktu selama 35 hari untuk merampungkan semua proses penghitungan dan rekapitulasi surat suara tersebut. Terhitung sejak pelaksanaan pencoblosan dan pemungutan suara dilaksanakan pada 17 April 2019.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim Rudiansyah menerangkan, data hasil pemilu serentak 2019 yang muncul di Situng belum masuk data rekapitulasi berjenjang penyelenggara pemilu. Data tersebut baru sebatas data scan formulir C-1 untuk memastikan bahwa proses rekapitulasi berjalan baik.

Selain itu, data di Situng menjadi informasi pembanding bagi peserta pemilu dan warga, terutama untuk mengawal jalannya penghitungan dan rekapitulasi suara di setiap jenjang pemilu. Karena di beberapa TPS diketahui masih didapatkan adanya kesalahan dalam penjumlahan perolehan suara.

Selain itu, data hasil pemilu yang sudah tampil di Situng KPU bertujuan memastikan kebenaran antara data formulir C-1 dengan yang di input sama. Bila ditemukan kekeliruan saat perekapan, maka bisa dilakukan perbaikan dari awal.

“Tapi hasil resmi tetap dari rekapitulasi berjenjang. Data di Situng ini termasuk data yang menutup kemungkinan pada rekapitulasi manual ada oknum yang mencoba mengubah data resmi. Yang tampil di Situng adalah data apa adanya,” paparnya.

Pada 18 April lalu, diketahui sudah ada sejumlah kecamatan di kabupaten/kota di Kaltim yang melakukan proses rekapitulasi surat suara. Bahkan, masing-masing calon legislatif (caleg) memiliki saksi.

Dengan begitu, peluang adanya praktik kecurangan dalam penghitungan dan rekapitulasi suara sangat kecil. Terlebih setiap jenjang rekapitulasi ada petugas dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang ikut mengawasi.

“Kalau ada masyarakat teriak ada kecurangan, sementara di penyelenggaraan pemilu dan saksi tidak memprotes atau melaporkan adanya kecurangan. Maka proses penghitungan dan rekapitulasi sudah berjalan baik dan sesuai aturan,” sebut dia.

“KPU tidak akan berdiam diri kalau memang ada koreksi dari peserta pemilu. Dalam rekapitulasi, semua saksi harus betul-betul cermat. Karena di beberapa TPS kami pun menemukan masih adanya kekeliruan. Itu lebih karena petugas kami mungkin sudah dalam faktor tekanan dan kelelahan,” sambungnya.

 Unggulnya Jokowi-Ma’ruf di Kaltim turut diikuti partai pengusung keduanya. Seperti PDI Perjuangan yang memperoleh suara 22,53 persen. Partai berlambang banteng moncong putih itu mengekori Golkar yang berada di puncak dengan 23,1 persen suara. Di posisi ketiga ada Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan suara 10,93 persen (lihat grafis).

Namun diketahui, data tersebut hanya bersifat sementara karena proses perhitungan masih berlangsung. Data yang dikutip dari KPU Kaltim pada 19 April 2019 pukul 15.00 Wita itu sudah masuk 209 TPS dari total 10.909 TPS. Atau data yang masuk baru 1,91 persen.

Pada Pemilu 2014 di Kaltim, Golkar sebagai pemenang. Menguasai kursi DPRD Kaltim. Di mana partai beringin memperoleh 362.150 suara. Kemudian disusul PDI Perjuangan dengan 250.886 suara dan Partai Gerindra 160.930 suara.

SIAP BUKA-BUKAAN

Pernyataan Calon Presiden Prabowo Subianto yang menilai hasil hitung cepat atau quick count lembaga survei sebagai alat kebohongan publik, direspons Perhimpunan Survei dan Opini Publik Indonesia (Persepi). Induk lembaga yang menaungi sejumlah lembaga survei yang menggelar quick count pemilu presiden itu siap untuk membuka luas seluruh proses yang mereka lakukan pada 17 April lalu.

Pernyataan politik Prabowo terkait kualitas dan validitas hasil quick count pilpres, tampaknya membuat Persepi terusik. Setelah hasil quick count dirilis pada 17 April, Prabowo kerap meminta pendukungnya untuk tidak memercayai hasil hitung cepat. Pernyataan terbaru disampaikan Prabowo, saat menggelar sujud syukur kemenangan, berdasarkan hasil real count yang dilakukan tim internalnya.

“Rakyat tidak percaya sama kalian lembaga survei mungkin kalian harus pindah ke negara lain. Mungkin kau bisa pindah ke Antartika, bohongi penguin-penguin di Antartika. Hai lembaga-lembaga survei tukang bohong, rakyat Indonesia tidak mau dengar kamu lagi,” kata Prabowo dalam pernyataannya, kemarin (19/4).

Prabowo kemarin menggelar sujud syukur kemenangan bersama ulama dan habib. Acara itu kembali tidak dihadiri Cawapres Sandiaga Uno yang tengah sakit. Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan rasa terima kasih kepada simpatisan, relawan, para ulama, atas kemenangan yang diraih berdasarkan hasil hitung cepat internal. “Kami minta agar menjaga formulir C-1 dan C-1 plano yang berada di kotak suara. Karena sudah ada yang mencoba menghilangkan kotak-kotak suara,” beber Prabowo.

Persepi pun merespons hal itu. Anggota dewan etik Persepi, Hamdi Muluk, menyatakan bahwa pernyataan yang disampaikan Prabowo justru malah menunjukkan kurangnya sikap ksatria.

Ini karena, pada Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu, banyak bukti yang menunjukkan bahwa Prabowo percaya pada hasil hitung cepat lembaga survei, setelah memastikan kemenangan pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno atas Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat. “Cek saja, yang hitung cepat kan lembaganya itu-itu juga,” kata Hamdi kepada Jawa Pos, kemarin.

Pernyataan itu kontradiktif dengan yang disampaikan Prabowo saat ini. Karena itu, demi menghindari kericuhan di masyarakat, lembaga-lembaga survei yang berada di naungan Persepi akan memaparkan secara terbuka hasil hitung cepat mereka. Mulai Indikator, Charta Politika, CSIS, dan Cyrus telah memastikan siap untuk hadir. “Besok (hari ini) kami akan adakan semacam public expose. Kami beber semua, semua terbuka, media silakan bertanya,” kata profesor psikologi politik Universitas Indonesia itu. (*/drh/rom/k8)


BACA JUGA

Senin, 27 Mei 2019 10:54

Selasar SD 032 Penajam Longsor, Sembilan Ruangan Terancam

PENAJAM–Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) awal pekan…

Minggu, 26 Mei 2019 14:45

Adam Levine Tinggalkan The Voice

LOS ANGELES – Adam Levine membuat keputusan besar. Jumat waktu…

Minggu, 26 Mei 2019 14:39

Penyaluran Zakat Ikut Ketentuan Kemenag

JAKARTA - Kementerian Agama menyerukan agar pembayaran zakat fitrah dilakukan…

Minggu, 26 Mei 2019 14:37

Polisi Ringkus 11 Perusuh Tanah Abang

JAKARTA – Polri menetapkan 11 tersangka dalam kericuhan yang terjadi…

Minggu, 26 Mei 2019 14:36
Bila Ingin Menangkan Sengketa Pilpres

02 Harus Siapkan Bukti Kuat

JAKARTA – Gugatan sengketa hasil pilpres telah sampai. Tim kuasa…

Minggu, 26 Mei 2019 13:59

BIAR CAKEP DAN CANTIK..!! Yuk, Pilah-pilih Pakaian Idulfitri

PUSAT perbelanjaan mulai ramai. Berbondong-bondong mencari pakaian, agar tampil trendi…

Minggu, 26 Mei 2019 12:38

Bukti Pasar Segiri Belum “Bersih”, Romi: Ada yang Sakit Hati..??

SAMARINDA - Seperti pepatah, mati satu tumbuh seribu. Satu lokasi…

Minggu, 26 Mei 2019 12:30

Pemkot Minta Bantuan Pemprov Rp 5 Miliar

SAMARINDA – Pemkot Samarinda telah mengajukan permohonan bantuan keuangan (bankeu)…

Minggu, 26 Mei 2019 12:13

Ribuan Petugas Gabungan Siaga Mudik

SEJUMLAH titik rawan kecelakaan pada jalur mudik Lebaran di Kaltim…

Minggu, 26 Mei 2019 12:06

KPK Panggil Lagi Sofyan Basir

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutuskan menjadwalkan ulang pemeriksaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*