MANAGED BY:
SENIN
27 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Kamis, 18 April 2019 12:49
Gara-Gara Ini, Tak Bisa Mencoblos di Rumah Sakit
TERTUNDA: Logistik pemilu sudah tiba di RSUD AW Sjahranie Samarinda. Namun, warga tak bisa menggunakan hak pilihnya.

PROKAL.CO, PESTA demokrasi yang dilakukan serentak bersamaan dengan pemilihan legislatif, tidak seutuhnya bisa dirasakan warga yang tengah berada di rumah sakit. Khususnya RSUD AW Sjahranie Samarinda. Sejak sepekan sebelum pencoblosan, pihak rumah sakit bahkan sudah diminta mengurus daftar pasien yang diharapkan bisa memberikan suaranya. Hingga sehari sebelum hari H, yang tercatat bisa memilih sebanyak 41 orang.

Humas RSUD AW Sjahranie Samarinda dr Arysia Andhina yang ditemui Kaltim Post menjelaskan, kondisinya kemarin benar-benar di luar kendali. Pasalnya, tempat pemungutan suara (TPS) khusus yang diagendakan pukul 12.00 Wita, tak berjalan maksimal.

“Semula sesuai rencana, tapi kabarnya ada masalah di TPS lain,” ungkap dokter yang murah senyum itu. Harian ini mengikuti perihal pencoblosan yang diagendakan di rumah sakit pelat merah tersebut. Hingga tengah hari, tak tampak perwakilan dari panitia TPS terdekat.

Waktu terus berjalan, pukul 12.55 Wita, Najib selaku komisioner KPU Samarinda datang membawa surat suara. Sayang, pasien yang harusnya bisa menyumbangkan hak pilih, harus gigit jari. Lantaran waktu sudah lewat dari pukul 13.00 Wita.

Najib yang merupakan komisioner KPU bidang sosialisasi terlihat seorang diri di rumah sakit. Tangannya tak lepas dari handphone untuk terus berkoordinasi mengenai pencoblosan di sana. “Maaf, keputusannya tidak bisa dilakukan pemilihan,” jelas Najib.

Sebanyak 41 daftar pemilih tidak bisa menyuarakan hak pilihnya harus tertunda. “Itu atas rekomendasi dari Bawaslu, dan rencananya bakal ada pleno untuk membahas masalah ini dengan komisioner lainnya,” ujarnya.

Dijelaskannya, dia membawa langsung logistik dari gudang, termasuk hologram, dan lainnya. Namun, sempat terganjal surat suara. “Kami harus mencari dari beberapa TPS yang merupakan surat suara sisa. Tapi karena waktunya sudah telanjur lewat, ya mau tidak mau harus berbesar hati,” sambungnya.

Serentak digelar perdana pada 2019, Najib berharap kendala yang terjadi di pesta demokrasi tahun ini bisa jadi pelajaran untuk ke depan. Mulai kekurangan surat suara, distribusi logistik, hingga kesiapan petugas.

“Semua punya tanggung jawab,” ungkapnya. Setidaknya, sebanyak 41 orang yang direncanakan mencoblos di rumah sakit, terpaksa menunda. “Ya harapan kami mereka bisa tetap dilibatkan dalam memilih, artinya ada pemilihan susulan untuk rumah sakit,” tambahnya.

Yang terjadi di rumah sakit, termonitor oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI yang turun langsung memantau kegiatan pesta demokrasi di rumah sakit pelat merah tersebut. Hairansyah, wakil bidang internal Komnas HAM RI menjelaskan, sudah melakukan pemantauan secara khusus.

“Mulai pendaftaran hak pilih hingga pelaksanaannya. Kami ingin memastikan hak warga bisa terpenuhi,” sebutnya. Menurut Komnas HAM, masalah yang terjadi di rumah sakit kemarin, adalah pelanggaran serius. “Kalau sampai tidak terlayani, ada sanksi pidana bagi penyelenggara pemilu,” timpalnya.

Menurut Hairansyah, pesta demokrasi sejatinya bukan hal baru. “Aturan penggunaan TPS khusus memang tidak ada lagi, tapi yang terdekat (TPS) harusnya melayani,” timpalnya. Harian ini juga memantau aktivitas di Polresta Samarinda. Dari 142 jumlah tahanan, hanya lima yang bisa menyumbangkan hak pilihnya. Di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Atma Husada Mahakam Samarinda, dari 27 yang didaftarkan, hanya 19 yang bisa menyumbangkan suaranya. (*/ryu/*/dra/*/drh/rom/k15)

 


BACA JUGA

Senin, 27 Mei 2019 11:35

Kaltim Solid karena Rukun

PERINGATAN Tri Suci Waisak 2563 BE/2019 digelar umat Buddha di…

Senin, 27 Mei 2019 10:29

Libur Lebaran 2019, BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Peserta JKN-KIS Tetap Jalan

SAMARINDA - Selama liburan lebaran 2019, tanggal 29 Mei -…

Senin, 27 Mei 2019 10:27

Rusman Ya'qub Ramaikan Bursa Pilkada Samarinda

SAMARINDA – Usai Pemilu 2019, partai langsung melakukan konsolidasi untuk…

Minggu, 26 Mei 2019 12:32

Korban Diancam, Tersangka Cabul Ini Membantah

SAMARINDA - Syamsuddin Kurniawan (45), seperti tak ada rasa bersalah.…

Minggu, 26 Mei 2019 11:16
Pengungkapan Transaksi Narkoba Bermodus Rumah Singgah

Terindikasi Lanjutkan Bisnis Terlarang Jaringan Keluarga

Sejumlah polisi berpakaian sipil mencegat Kartini (42) di kompleks bangsal…

Minggu, 26 Mei 2019 11:14
Kasus Kematian Bayi di RSUD AW Sjahranie

Polisi Sudah Periksa 12 Saksi

SAMARINDA-Lebih sebulan sudah Otniel Junior Kewo meninggal. Putra ketiga pasangan…

Minggu, 26 Mei 2019 11:05

Terdakwa Penipuan Semringah Divonis Rendah

SAMARINDA–Ismail Taufik, Anto Camma, dan Wati, tampak semringah. Putusan hakim…

Minggu, 26 Mei 2019 11:04

Kecelakaan Maut di PM Noor, Sopir Truk Terancam Jadi Tersangka

SAMARINDA-Tewas kecelakaan, Nur Salam (44) sudah dikebumikan kemarin (24/5). Unit…

Minggu, 26 Mei 2019 11:02

PPDB Online di Kota Tepian, Belum Semua Sekolah Terfasilitasi

SAMARINDA–Jalur zonasidalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) jadi salah satu…

Sabtu, 25 Mei 2019 21:54

Raihan Kursi Naik, PKB Pede Siapkan Kader untuk Jadi Pemimpin Daerah

SAMARINDA- Di Pemilu 2019 ini, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kaltim…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*