MANAGED BY:
JUMAT
24 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM PEMBACA

Rabu, 17 April 2019 10:25
Cegah Laka, Banyak Pihak Terlibat
Ibrahim

PROKAL.CO, KECELAKAAN tidak melulu disebabkan kondisi kendaraan. Ada pula faktor kesalahan manusia hingga kondisi jalan yang tak menunjang. Terlebih untuk kendaraan bermuatan seperti truk. Muatan berlebihan turut menambah tinggi risiko terjadinya kecelakaan.

Seperti kecelakaan di sekitar tanjakan dekat diler mobil Mazda, Jalan MT Haryono, Balikpapan Utara, Senin (15/4) malam. Tiga trailer tabrakan beruntun. Satu korban dirawat di rumah sakit karena mengalami patah kaki.

Di lokasi tersebut, tahun lalu, kecelakaan serupa pernah terjadi. Truk tak kuat menanjak sehingga muatan kontainer terguling dan menimpa pikap Toyota Hilux KT 8574 LB di belakangnya. Sopir kendaraan bak terbuka itu pun tergencet di dalam kabin dan tewas seketika.

Rentetan kejadian itu harusnya jadi pelajaran. Forum lalu lintas pun harus mulai menunjukkan peran. Seperti mengolah kajian, mencari solusi, kemudian mengatasinya. Termasuk untuk tindakan darurat menangani korban kecelakaan untuk memastikan keselamatan nyawanya.

Selain itu, dalam bidang lain misalnya Jasa Raharja, apabila terjadi kecelakaan, yang menjadi beban pikiran adalah biaya. Untuk itu, apabila ada kerja sama dengan pihak asuransi ini kemungkinan korban bisa terbantu biayanya.

Soal petugas lalu lintas, khususnya Unit Laka Lantas dituntut pula sigap dalam merespons setiap kecelakaan. Mulai datang ke lokasi penanganan korban hingga penegakan hukumnya. Sebab, ini menyangkut pelayanan masyarakat.

Kecelakaan lalu lintas bukan hal yang diinginkan terjadi. Berbagai faktor menyebabkan kecelakaan, kuncinya hanya satu: kewaspadaan. Kalau sudah waspada, tapi tetap celaka, berarti menjadi korban kecelakaan. Imbas yang tanpa disadari masyarakat yakni dapat memberikan kontribusi meningkatnya angka kemiskinan.

Studi Ditlantas Polda Kaltim menyebutkan, korban kecelakaan lalu lintas didominasi warga produktif. Artinya, mereka merupakan bagian dari keluarga bahkan kepala keluarga yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarga. Sehingga keluarga korban mengalami kemiskinan karena tulang punggung keluarga meninggal ataupun luka berat.

Kalaupun mengalami luka berat, setidaknya pekerjaannya tetap terganggu sehingga tidak dapat bekerja beberapa saat atau bahkan selamanya karena cacat tetap. Usia produktif yang menjadi korban dan pelaku kecelakaan selama 2017–2018 antara 16–45 tahun. (*) Wartawan Kaltim Post

loading...

BACA JUGA

Jumat, 17 Mei 2019 10:53

Melihat Pahala

PEMANDANGAN biasa yang terjadi setelah sepuluh hari Ramadan ke atas…

Kamis, 16 Mei 2019 15:49

Dahsyatnya Pengaruh Perkataan

Oleh: Afriani Nur Fitri Masyarakat Kutai Timur   HAI sobat…

Kamis, 16 Mei 2019 15:48

Pelecehan Seksual di Kampus: Jalan Damai Apakah Cukup?

Oleh: Andi Wahyu Irawan  Dosen Bimbingan Konseling Universitas Mulawarman SEJUMLAH…

Rabu, 08 Mei 2019 20:08

Mengenal (sedikit) Tentang Plagiarism

Menulis itu gampang gampang susah atau susah susah gampang. Sebagai…

Sabtu, 27 April 2019 10:05

Tepis HOAX Dan Kecurangan, Publikasikan Form C1!

Oleh Herdiansyah Hamzah Pengamat Politik Beberapa hari terakhir ini publik…

Senin, 22 April 2019 10:36

Perlambatan Ekonomi Indonesia dan Peningkatan Kompetensi ASN

 Oleh : Dewi Sartika, SE, MM Peneliti Pusat Pelatihan dan…

Rabu, 17 April 2019 10:25

Cegah Laka, Banyak Pihak Terlibat

KECELAKAAN tidak melulu disebabkan kondisi kendaraan. Ada pula faktor kesalahan…

Kamis, 11 April 2019 10:48

Justice For Audrey. Ini Penyebab Pelaku Lakukan Bully

Jagat belantara maya saat ini sedang memberikan perhatian penuh pada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*