MANAGED BY:
JUMAT
24 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MANCANEGARA

Senin, 15 April 2019 11:42
Kebingungan karena Brexit yang Kembali Tertunda
Pembuat Peta pun Hentikan Produksi
Perjalanan Inggris untuk keluar dari Uni Eropa (UE) masih serba-tidak pasti. Inggris diberi waktu tambahan enam bulan untuk menentukan ingin Brexit atau batal bercerai. Situasi yang bikin beberapa kalangan kebingungan.

PROKAL.CO, Perjalanan Inggris untuk keluar dari Uni Eropa (UE) masih serba-tidak pasti. Inggris diberi waktu tambahan enam bulan untuk menentukan ingin Brexit atau batal bercerai. Situasi yang bikin beberapa kalangan kebingungan.

 

MESIN cetak milik perusahaan AEDIS di Desa Lempdes, Clermont-Ferrand, Prancis, tak lagi bekerja keras seperti dulu. Barang itu tak lagi memuntahkan ratusan lembar peta perjalanan. Waktu istirahat. Hitung-hitung mesin dan pegawainya tak bekerja keras bagai kuda.

Ini bukan kisah industri kertas yang tergeser platform digital. Perusahaan dengan 12 pegawai di pabrik percetakan peta dan buku panduan itu bukan tertekan karena industri yang lesu. Rilisan mereka masih laku di rest area pada jalan-jalan tol sepanjang Eropa.

Mereka tertekan karena debat kusir yang terjadi 880 kilometer dari pabrik mereka. Lebih tepatnya perdebatan politik yang terjadi di Istana Westminster, London, kantor parlemen Inggris. ”Kami benar-benar hilang arah,” ujar Manajer AEDIS Henri Medori kepada Agence France Presse.

Sekilas, seharusnya Medori dan kawan-kawan bisa memilih peduli setan terhadap nasib negara tetangga mereka. Namun, nafkah mereka terkait erat dengan status Inggris di Uni Eropa. Kalau mereka keluar, peta Uni Eropa versi mereka harus diubah.

”Kami punya 10 buku yang berisi peta Eropa. Masalahnya jadi rumit,” ujarnya.

Pada 2016, ketika pemerintah Inggris kali pertama mengumumkan Brexit, perusahaannya jadi salah satu yang mencuri start. Dia langsung mencetak peta versi EU27. Angka 27 menunjukkan jumlah negara di Uni Eropa minus Inggris. Itu dilakukan karena banyak pembeli peta yang melayangkan protes.

”Mereka bilang, peta kita tidak akurat karena masih mencantumkan Inggris,” katanya.

Beberapa bulan kemudian, surat elektronik datang dan memprotes versi terbaru mereka. Menurut mereka, AEDIS sudah keterlaluan karena mencoret Inggris dari Uni Eropa. Sebab, saat itu Inggris masih punya perwakilan di parlemen UE. Solusi terakhir, mereka harus mencantumkan kolom yang menjelaskan Brexit di peta mereka.

”Selama satu setengah tahun, kami menyerah untuk menjual produk-produk ini,” ujar Medori. Tidak ada panduan khusus dari lembaga EU untuk mengatasi masalah tersebut.

Menjelang 29 Maret, mereka bersiap untuk menjual versi EU 27. Versi tersebut cukup laku dan terjual 6 ribu eksemplar di sepanjang Eropa. Namun, tenggat itu ditangguhkan sampai 12 April. Kemudian, datang penangguhan yang lebih panjang hingga 31 Oktober.

”Sekarang kami kira lebih baik menunggu sampai masalah Brexit jelas,” katanya.

Penundaan jangka panjang tersebut memang membuat nasib Inggris kembali abu-abu. Semua pilihan terbuka. Termasuk membatalkan keputusan bercerai. Opsi itu terus didorong Partai Buruh.

Opsi yang sama didorong oleh sebagian besar negara Uni Eropa. Mereka tahu bahwa keluarnya Inggris dari organisasi regional itu bukan hal yang bagus. Terutama nelayan-nelayan asing.

”Sebanyak 50 persen tangkapan nelayan Belanda datang dari perairan Inggris. Jadi, bagi kami, Brexit adalah tragedi,” ungkap nakhoda kapal nelayan Cor Vonk. (bil/c6/sof)


BACA JUGA

Kamis, 23 Mei 2019 12:44

Tetap Darurat setelah Sebulan

KOLOMBO – Umat Katolik Sri Lanka baru saja mengadakan doa…

Kamis, 23 Mei 2019 11:39

Pemilu Sela Untungkan Duterte

MANILA – Hasil pemilu paro waktu di Filipina kemarin (22/5)…

Rabu, 22 Mei 2019 11:45

Ingin Kembalikan Sampah Kanada

MANILA – Filipina kembali menebar ancaman. Mereka akan menarik lebih…

Rabu, 22 Mei 2019 11:43

Huawei Tak Takut, Ren: Jangan Remehkan Kami

BEIJING – Pendiri Huawei Ren Zhengfei buka suara terkait dengan…

Rabu, 22 Mei 2019 11:17

Pecahkan Rekor Daki Himalaya

KATHMANDU – ’’Saya sangat senang dan bangga.’’ Pernyataan itu dilontarkan…

Selasa, 21 Mei 2019 14:10

ISIS Bikin Ribut di Bui, 24 Anggotanya Ditembak Mati

DUSHANBE – Keluarga tahanan yang mendekam di Penjara Vakhdat, Tajikistan,…

Selasa, 21 Mei 2019 14:04

Pemasok Teknologi Mulai Putus Hubungan, Pasar Huawei Jadi Lumpuh

WASHINGTON – Huawei baru saja menerima pukulan berat. Berbagai perusahaan…

Senin, 20 Mei 2019 11:46

Trump Dukung Larangan Aborsi

WASHINGTON – Presiden AS Donald Trump menanggapi Undang-Undang (UU) Larangan…

Minggu, 19 Mei 2019 10:48

Pertarungan Sengit untuk Kabinet Baru Australia

Pemilu Federal Australia kemarin (18/5) jadi pertaruhan bagi Partai Buruh…

Minggu, 19 Mei 2019 10:45

Sosis Panggang Punya Peran Penting

SOAL siapa yang akan dipilih sudah pasti dipikirkan. Tapi, ada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*