MANAGED BY:
KAMIS
25 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

HIBURAN

Senin, 15 April 2019 11:17
Pemenang Asia’s Got Talent Season 3 Eric Chien
Bagikan Kebahagiaan lewat Sulap
AXN ASIA FOR JAWA POS

PROKAL.CO, Laporan

ADINDA WAHYU AZMARANI

Singapura

 

 

Aura bintang Eric Chien muncul jauh sebelum dinobatkan sebagai pemenang Asia’s Got Talent Season 3 pada Kamis malam (11/4). Sikapnya tenang, humble, plus wajahnya yang charming ’’menipu’’ jutaan penonton yang hampir tidak berkedip saat menyaksikan aksi sulap jarak dekatnya.

 

---

ERIC terlihat tidak percaya ketika confetti emas membanjiri panggung result show di MasterCard Theatre, Marina Bay Sands, Singapura, malam itu. Keringat membanjiri wajahnya, padahal ruangan berkapasitas lebih dari 2.155 orang itu cukup dingin. Begitu pun ketika dia turun panggung untuk menghadapi awak media.

’’Aku nervous banget. Tapi, setelah ini aku akan merayakannya dengan orang-orang di belakang situ. Mereka semua teman. Ini benar-benar perjalanan yang luar biasa,’’ ujarnya sambil menengok kepada sembilan finalis yang masih berfoto di atas panggung.

Ini merupakan panggung kompetisi Asia’s Got Talent pertama bagi Eric. Sudah lama Eric ingin mengikuti audisi pergelaran tersebut. Namun, dia sama sekali tidak berpikir untuk menang. Dia mengalahkan Yaashwin Sarawanan, manusia kalkulator dari Malaysia yang kini menduduki posisi runner-up. ’’Meski masuk final, goal-ku bukan menang. Tapi membagikan kebahagiaan lewat sulap,’’ ungkapnya dalam bahasa Inggris. Tidak heran jika Eric masih merasa shock ketika turun dari panggung.

Talenta yang dimiliki Eric bukan sesuatu yang instan. Dia jatuh cinta dengan dunia sulap sejak sepuluh tahun lalu. Tepatnya saat Eric duduk di bangku SMA. Eric ingat sulap pertamanya adalah trik kartu yang simpel. Seorang teman mengajarinya. Dia lantas mempraktikkan trik tersebut ke teman-temannya yang lain. ’’Aku pikir trik itu tidak bisa menipu semua orang. Tapi, ketika aku tunjukkan ke teman-temanku, mereka semua takjub,’’ ceritanya.

Ekspresi kaget, bingung, sekaligus senang dari teman-temannya itulah yang membuat Eric memantapkan cita-citanya sebagai pesulap profesional. ’’Pikirku, sesuatu hal sesimpel ini bisa menciptakan reaksi yang besar. Aku ingin membuat mereka semua senang dan membagikan kebahagiaan ini kepada semua orang di dunia,’’ tuturnya.

Eric sempat berkuliah di jurusan psikologi. Sebab, dia pikir bidang itu akan membantunya dalam hal sulap. Namun, ternyata tidak. Eric akhirnya memutuskan keluar. Kemudian, dia mulai berimprovisasi sendiri. Menonton video tutorial trik sulap di internet sampai datang sendiri ke toko sulap dan membeli barang-barang sulap. ’’Aku tidak ingin seperti orang lain yang terus-menerus melakukan trik sama. Aku pengin unik dan menjadi diriku sendiri,’’ tegasnya.

Merasa sudah memiliki cukup bekal, Eric mulai menampilkan aksi sulapnya di jalanan. Dia sempat menjalani wajib militer (wamil) di Taiwan. Sepulangnya dari wamil, Eric menjadi konsultan sulap. ’’Itulah langkah awalku menjadi pesulap profesional,’’ ujar pria yang menjadi pesulap pertama di keluarganya tersebut.

Berada di panggung Asia’s Got Talent Season 3 memberinya banyak pelajaran penting. ’’Aku benar-benar grogi waktu audisi pertama dulu,’’ ucapnya.

Lewat panggung kompetisi tersebut, Eric belajar melakukan presentasi yang baik. Juga, belajar berbicara dalam bahasa Inggris dan menguasai panggung. ’’Aku belajar semua itu meski sekarang masih jauh dari kata sempurna. Tapi, aku yakin bisa lebih baik,’’ katanya.

Sejak namanya makin ngehit, Eric mulai memiliki fans. Dia sangat menghargai dan berterima kasih kepada semua orang yang mendukungnya. Eric juga suka menonton reaction video tentang aksi sulapnya dan komentar di platform online. ’’Dengan melihat reaksi mereka, aku bisa tahu sudah melakukannya dengan benar atau belum,’’ jelas pria yang mengidolakan pesulap Cyril Takayama tersebut.

Lantas, apakah pesulap akan menjadi karir jangka panjangnya? ’’Ya, aku tidak pernah punya cita-cita lain. Yang jelas, aku nggak bakal berhenti,’’ tandasnya. (*/c14/nda)

 

 

What’s Next?

Panggung Asia’s Got Talent season 3 menjadi batu loncatan bagi Eric Chien. Juga bagi sang runner-up Yaashwin Sarawanan dari Malaysia. Satu lagi, kontestan dari Indonesia Siti Saniyah yang masuk enam besar. Lantas, apa langkah besar mereka setelah ini? (adn/c6/nda)

 

Eric Chien

Pemenang Asia’s Got Talent season 3

’’Uang itu (hadiah USD 100 ribu atau Rp 1,4 miliar) akan membantuku menjadi pesulap dan performer. Saat ini, aku melakukan semua sendiri dan seorang asisten. Aku berencana merekrut lebih banyak asisten, konsultan, dan membuat tempat latihan yang lebih baik. Kemudian, menggelar pertunjukan dan menghadiri banyak show TV.’’

 

Yaashwin Sarawanan

Runner-up Asia’s Got Talent season 3

’’Istirahat dulu sambil fokus akademik. Tahun depan mungkin mau coba Britain’s Got Talent atau Got Talent lain. Kamu tahu, orang Asia lebih pintar dalam bidang matematika dibanding Amerika. Jadi, mungkin keunikan yang aku dapat ini bisa memukau mereka. Aku ingin menjadikan angka sebagai sesuatu yang menarik dan seru.’’

 

Siti Saniyah

Grand finalist Asia’s Got Talent season 3 perwakilan Indonesia (top six)

’’Pengin buat single. Sebab, aku ngerasa jadi penyanyi itu kan yang dilihat karyanya, bukan sensasinya. Jadi aku mau usahain itu, tapi mau diomongin dulu sama tim. Pengin juga ketemu dan kolaborasi sama Yura Yunita. Suka banget!’’

--

 

Serba-serbi AGT season 3

• Setelah menampilkan duet virtual dengan mendiang Luciano Pavarotti lewat lagu Caruso, Anggun C. Sasmi akan mulai terjun ke dunia akting. ’’Mulai akting film di Prancis nanti November. Doakan aku berhasil,’’ ujarnya di atas panggung.

• Setelah diumumkan bahwa dirinya tidak masuk top 4, Siti Saniyah menuju belakang panggung. Kemudian, juri Jay Park lewat. Tak disangka, Jay minta bersalaman dengan Siti. ’’Astaga, kaget banget. Sampai bingung ngomong apa. Gila banget salaman sama Jay Park. Dipeluk sama (host) Alan Wong juga,’’ ceritanya.

• Selama menjalani kompetisi, Siti Saniyah bersahabat dengan Shadow Ace, kontestan asal Filipina. Pria yang disapanya Ace itu, menurut Siti, sangat lucu. ’’Kita suka masuk ke drug store, terus nyobain make-up bareng,’’ katanya, lantas tertawa.

• Eric Chien selalu memakai kalung di setiap penampilannya. Kalung itu adalah dolar morgan, uang koin Amerika Serikat yang dicetak dari 1878 hingga 1904, kemudian 1921. Koin tersebut diukir mengikuti gambarnya. Rupanya, itu pemberian seorang temannya tiga tahun lalu. Eric mengaku sangat menyukainya. Lantas, dia menjadikan kalung tersebut sebagai lucky charm.


BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2012 08:41

Sumbat Celah Kepsek Titipan

<div> <div> <strong>TENGGARONG </strong>- Diberlakukannya aturan pengangkatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*