MANAGED BY:
KAMIS
25 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Senin, 15 April 2019 10:16
Tiga Proyek Disorot, PUPR Bakal Dipanggil

Sidak Pansus LKPj DPRD Samarinda

MINIM PERKEMBANGAN: Pembangunan SD 005 Loa Janan Ilir, Jembatan Adi Sucipto, dan pembebasan lahan RSUD IA Moeis, jadi sorotan tim Pansus LKPj DPRD Samarinda.

PROKAL.CO, SAMARINDA–Enam proyek menjadi sampel yang ditilik panitia khusus laporan pertanggungjawaban (Pansus LKPj) DPRD Samarinda beberapa waktu lalu. Tiga di antaranya mendapat atensi lebih. Sebab, menyerap anggaran besar, tapi wujudnya belum tampak.

Tiga proyek itu: pembangunan Jembatan Adi Sucipto di Jalan Adi Sucipto, RT 20, Handil Bakti, Palaran; pematangan lahan RSUD IA Moeis, dan pembangunan SD 005 di Jalan Harun Nafsi, Rapak Dalam, Loa Janan Ilir. “Alokasi besar. Tapi hasil, menurut kami tak sepadan,” ucap Abdul Kadir, ketua Pansus LKPj DPRD Samarinda yang dikonfirmasi kemarin (14/4).

Khusus Jembatan Bungkuk dan SD 005, sambung dia, sangat tak wajar. Pengerjaannya memakan lebih dari tiga mata anggaran. Namun, tak kunjung bisa digunakan maksimal hingga kini. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang menangani proyek itu pun akan dimintai keterangannya. Itu jadi modal pansus menyusun hasil kerja untuk diparipurnakan. “Beberapa kali pertemuan yang datang bukan pemegang kebijakan, makanya akan dipanggil ulang,” tuturnya.

Kadir tak bisa memastikan kapan PUPR dipanggil untuk memberikan keterangan kepada pansus. Hanya, dia menggaransi itu segera terwujud. “Biar steril pembahasan jadi habis pemilu saja. Toh, besok (hari ini) sudah masa tenang,” singkatnya.

Tiga proyek tersebut sudah mendapat jatah besar dari kue anggaran. Kendati demikian, tak ada satu pun yang benar-benar rampung. Menurut para legislator, pemkot acap kali mengklaim kekurangan anggaran untuk menyelesaikan proyek itu.

 

Jembatan Bungkuk

Jembatan Adi Sucipto menjadi salah satu opsi jalur menuju Stadion Palaran. Direncanakan sejak 2014, pengerjaan baru berjalan pada 2015. Pembangunan sempat mandek dua tahun karena pemkot minim anggaran. Baru pada 2018, ada alokasi untuk jembatan dengan panjang sekitar 50 meter itu.

Dalam APBD Murni 2015, pemerintah menggelontorkan Rp 17,9 miliar untuk pengerjaan tahap I. Nilai itu berubah sebelum pembahasan APBD Perubahan 2015. Badan anggaran (banggar) dan tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) bersepakat mengadendum gelontoran dana dengan menambah alokasi menjadi Rp 19,2 miliar, bertambah Rp 1.290.233.000.

Di mata anggaran yang sama, usulan pengerjaan tahap II diusulkan di perubahan. Ada alokasi segar lainnya sebesar Rp 3,7 miliar namun dengan kontraktor yang berbeda. (lihat grafis)

Di APBD Perubahan 2018, baru proyek itu yang menerima kembali anggaran untuk menyelesaikan pengerjaan. Sebesar Rp 973 juta teralokasikan. Total Rp 22 miliar telah keluar, namun belum mampu menuntaskan proyek tersebut. Pemkot pun meminta untuk dialokasikan kembali Rp 2,5 miliar. Nantinya, ditujukan untuk pengerjaan akhir.

 

Lahan RSUD IA Moeis

Kendala pematangan lahan berukuran 60x40 meter di belakang gedung utama RSUD IA Moeis tak jauh berbeda dengan Jembatan Adi Sucipto. Anggaran yang digelontorkan tak kunjung membuahkan hasil.

Lahan berupa tanah menanjak itu perlu diratakan agar usulan bantuan keuangan ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bisa turun. Tapi, mematangkan lahan itu membutuhkan dana Rp 1,8 miliar, dialokasikan pada 2018. Menilik luasan lahan, menurut pansus, jelas tak logis. “Lihat saja kondisinya. Anggaran cuma buat matangkan lahan segitu tapi enggak kelar,” ucap Abdul Kadir, ketua pansus LKPJ.

Menurut Sugiarto, kepala Bagian Tata Usaha RSUD IA Moeis, lahan itu perlu dimatangkan karena rumah sakit pelat merah itu mendapat bantuan dari Kemenkes untuk pembangunan gedung rawat inap kelas III dengan tiga tingkat. “Tapi kondisi lahannya belum sepenuhnya matang. Makanya dana itu belum bisa cair. Harapannya bisa klir tahun ini jadi 2020 bisa dikerjakan gedungnya,” tuturnya.

RSUD IA Moeis, lanjut dia, tak tahu-menahu urusan pematangan. Semua yang bersangkutan teknis jadi tugas PUPR sepenuhnya. Usulan pun kembali diajukan agar lahan benar-benar layak untuk dibangun gedung tersebut. “Syaratnya harus matang lahannya. Mereka (tim Kemenkes) juga tinjau kondisi lahan. Makanya kami usulkan lagi. Soal besaran itu bergantung pemerintah mengalokasikannya,” tutupnya.

 

SD 005 di Jalan Harun Nafsi

Proyek gedung SD 005 di Jalan Harun Nafsi, Rapak Dalam, Loa Janan Ilir belum jua klir sejak dikosongkan sedari 2015. Sebanyak 364 siswa SD 005 saat ini harus bersekolah dengan menumpang di tiga sekolah lain, yakni SD 001, MTs Al Madani, dan SMP 36. Dituturkan Suciati, kepala SD 005, pada 2007 bangunan SD itu memang sempat direhabilitasi. Tapi, saat itu, bangunan masih berupa kayu. Pada 2015, barulah ada opsi merombak penuh bangunan tersebut. “Tiga tahun menumpang di beberapa sekolah. Tapi, tahun ini (2019) kami tengah ajukan bangunan bisa digunakan,” sebutnya ketika sidak pansus LKPj tersebut.

Ada tujuh ruang yang bisa digunakan di gedung bertingkat dua itu. Enam ruangan untuk belajar, satu ruangan sebagai ruang guru. “Tapi masih menunggu aset seperti bangku dan meja. Tahun ajaran baru mungkin sudah bisa ditempati,” singkatnya.

Terpisah, Cecep Herli, kepala Bidang Cipta Karya PUPR Samarinda mengaku pengerjaan gedung SD itu sempat terhenti karena anggaran minim pemkot. Padahal, estimasi dana yang dibutuhkan sebesar Rp 8,5 miliar. Pada 2015, pemkot hanya bisa mengalokasikan dana untuk mematangkan lahan dan pemasangan pancang. Tiga tahun sempat menganggur, baru pada 2018 pekerjaan kembali berjalan. “Tapi baru lantai pertama. Untuk lantai kedua masih kami usulkan di perubahan nanti sekitar Rp 2 miliar,”akunya.

Sementara itu, pejabat pembuat komitmen (PPK), DPUPR Samarinda Supra Yogi mengklaim, tidak ada masalah dalam pembangunan SD tersebut. Sebab, sebelum pihaknya bekerja, ruangnya memang kurang. “Pembangunannya pun bertahap karena anggaran terbatas,” ujarnya.

Dia tidak menampik, pemancangan yang berlangsung 2015 memakan anggaran Rp 1 miliar lebih. Adapun pembangunan konstruksi sekolah dua tingkat telah menghabiskan Rp 4,7 miliar. Hanya, anggaran tersebut tidak cukup menuntaskan proyek secara keseluruhan. “Awalnya anggaran yang diperlukan Rp 8,5 miliar. Tapi, untuk menuntaskan memerlukan Rp 1,5 miliar. Semua kekurangan pasti tuntas,” jelas staf di bidang cipta karya itu.

Disinggung mengenai kekurangan sekolah tersebut sehingga dipermasalahkan tim pansus, Yogi mengaku tidak mengetahui secara pasti. Pasalnya, yang belum terselesaikan hanya dinding, pemasangan keramik, dan plafon di lantai dua. “Tahun ini tidak berjalan, anggarannya tidak ada,” bebernya.

Menurutnya, tim pansus LKPj hanya mempermasalahkan bentuk. Sehingga, pihaknya menghadirkan konsultan untuk menjelaskan. Dia yakin tim pansus belum melihat rancangan anggaran biaya (RAB) dan anggaran yang ada. Sehingga beranggapan demikian. “Lagi pula dinding belum selesai. Sekarang memang tertutup seng, supaya air hujan tidak masuk ke bangunan,” terangnya.

“Yang jelas, tidak ada masalah. Bahkan proses pemeriksaan BPK (Badan Pemeriksaan Keuangan) tidak bermasalah. Kami selalu mengusulkan setiap tahun. Hanya, memang anggaran terbatas. Mungkin dialokasikan untuk melunasi utang. Tahun ini pemkot fokus melunasi utang,” kata Yogi.

Meski bangunan belum rampung, sudah dapat difungsikan. Pihaknya telah menyerahkan surat pinjam pakai kepada pihak sekolah sebulan belakangan. “Kalau belum dioperasikan saya tidak tahu. Info yang saya terima dari kepala sekolah, perlengkapan belum disiapkan Dinas Pendidikan,” ungkapnya. “Kekurangan bangunan tidak memengaruhi fungsi. Ruang kantor dan enam ruang kelas di lantai satu bisa difungsikan,” pungkasnya. (*/dq/*/ryu/ndy/k16)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 25 April 2019 09:22

KPU Bantah Terjadi Penggelembungan Suara di Samarinda Ilir

SAMARINDA - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Samarinda, Firman Hidayat…

Kamis, 25 April 2019 09:19
Ini Kisah Rekapitulasi Perhitungan Suara di Sungai Pinang

Petugas KPPS Pulang Pagi, Para Saksi Malah Banyak yang Ngga Tahan

Pemilu 2019 serentak terus menjadi polemik, akibat banyaknya petugas KPPS,…

Rabu, 24 April 2019 09:46

Ciduk 43 Calon Penyalah Guna Sabu-Sabu

Samarinda menempati urutan pertama daerah dengan angka penyalah guna narkoba…

Rabu, 24 April 2019 09:23

BISA DICEK..!! Formulir C1 Sudah Diumumkan di Setiap Kelurahan

SAMARINDA- Untuk transparansi serta melaksanakan amanat undang-undang, Komisi Pemilihan Umum…

Rabu, 24 April 2019 09:10

Sarang Sabu di Kota Samarinda Kembali Digerebek, 15 Orang Diangkut BNNP

SAMARINDA – Sarang 'narkotika' Samarinda berada di Jalan Kesejahteraan I…

Selasa, 23 April 2019 09:34
Kasus “Serangan Fajar” di Jalan Pramuka

Bukti Bertambah, Seorang Caleg Diperiksa

SAMARINDA–Desakan agar Bawaslu Samarinda menuntaskan dugaan “serangan fajar” di Jalan…

Selasa, 23 April 2019 09:33

Jarang Sosialisasi, Kerap Keluar Malam

SAMARINDA–Aktivitas, Senin (22/4) pagi, warga Jalan Lambung Mangkurat, Gang Syahdan…

Selasa, 23 April 2019 09:32

“Tambang, Bom Waktu yang Mengancam Lingkungan”

Hari Bumi Internasional bisa dimaknai dengan banyak cara. Salah satunya…

Selasa, 23 April 2019 09:31

Masih Menunggu Validasi di Kecamatan

SAMARINDA–Informasi perolehan suara dalam pemilu serentak terus diperbarui. Terbaru, dari…

Selasa, 23 April 2019 09:31

Pelaku di-SP I, Kasus Diserahkan ke Inspektorat

SAMARINDA–Kasus dugaan pungutan liar (pungli) di lingkungan Kecamatan Samarinda Ulu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*