MANAGED BY:
KAMIS
25 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Senin, 15 April 2019 10:12
Tim Kuasa Hukum Bungkam

Kasus Tersangka Notaris Ditahan Bareskrim

KASUS BERGULIR: ASC (baju oranye) saat digiring tim Bareskrim Mabes Polri dari kantor notariatnya, Kamis (11/4).

PROKAL.CO, BALIKPAPAN–Penyidik dugaan penggelapan hingga merugikan korban Rp 42 miliar berlanjut. Perkara dituduhkan pada tersangka notaris berinisial ASC, warga Balikpapan, terus bergulir di Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri Jakarta.

Sebelumnya, Kamis (11/4), penyidik datang dari Jakarta membawa ASC, menuju kantor notarisnya, kawasan Balikpapan Baru, Blok AB 4. Lima personel kepolisian menggeledah kantor tersebut selama tiga jam. Dikabarkan untuk mencari alat bukti lain. Esok harinya, mereka kembali ke Jakarta.

Kuasa Hukum ASC, Yohanes Maroko SH, saat dikonfirmasi Kaltim Post Minggu (14/4) mengatakan, pihaknya belum ingin memberikan keterangan. “Nanti saja. Tunggu ketua tim pengacara. Masih rapat,” jawabnya. Sebab, pengacara asal Balikpapan itu tak ingin salah menjelaskan.
“Supaya jelas, tidak salah-salah menjelaskan. Tunggu saja nanti,” imbuhnya.

Sementara itu, korban, Jovinus Kusumadi (45), melalui tim kuasa hukum Elza Syarief saat dikonfirmasi, membenarkan penyidik telah menetapkan ASC dan ditahan. “Klien kami buat laporan polisi (LP) tuduhan penggelapan,” jawab Elza.

Penggeledahan dilakukan penyidik, berdasarkan pengembangan penyidikan atas LP Jovinus. “Dari proses pengembangan diduga ada barang bukti yang disembunyikan,” urainya. Informasi diterima tim kuasa hukum, ada nama-nama yang diduga terlibat dalam pidana penggelapan tersebut.

“Diduga ada keterlibatan pelaku lain. Tentu penyidik akan membongkar semuanya. Kami sepenuhnya backup penyidik membantu membongkarnya,” jelas dia. Untuk diketahui, saat penggeledahan, penyidik datang mengendarai dua mobil. Tiba di lokasi, petugas memboyong tersangka ASC. Mereka ditemani pula tiga anggota Satreskrim Polres Balikpapan untuk pengamanan proses penggeledahan.

Mereka dari Jakarta, tiba di Balikpapan langsung menuju lokasi. Turun dari mobil, tampak ASC mengenakan kemeja batik dan celana kain. Kedua tangannya diborgol dikawal penyidik kemudian langsung masuk kantornya yang berlantai dua itu.

Dua petugas lain berjaga di luar. Di dalam kantor, kuasa hukumnya, Yohanes Maroko sudah menunggu. Sesekali beberapa karyawan ASC keluar sejenak. Aktivitas pelayanan di kantor notaris tersebut juga beroperasi seperti biasa. Terlihat beberapa konsumennya keluar-masuk membawa berkas.

Sekitar 16.30 Wita, ASC keluar kantor dengan kawalan penyidik Bareskrim. Dia mengenakan topi dan baju tahanan warna oranye. Mulutnya ditutup masker. Kedua tangannya diborgol. Dengan menundukkan kepalanya untuk menghindari jepretan kamera, ASC buru-buru dibawa ke mobil berwarna silver itu. Duduk di bangku tengah.

Kasus berawal ketika Jovinus membuat LP pada 15 Maret 2018 di Bareskrim. Dia melaporkan ASC atas tuduhan penggelapan. Tuduhan tersebut setelah korban mengurus akta jual-beli (AJB) empat sertifikat sebagai jaminan.

Namun, hanya satu sertifikat yang dibalik-nama. Sisanya tidak diberikan kepada korban. Selain itu, ada perjanjian melalui akta notaris untuk kuasa penuh 11 tahun di dermaga tersebut.

Lahan dermaga itu di kawasan Jalan Baru, Kelurahan Margomuyo, Balikpapan Utara, disahkan dengan Akta Nomor 69 pada 21 September 2016.

Kerja sama pengelolaan dan pengoperasian lahan seluas 12 hektare itu disebut-sebut membuat dirinya merugi karena sudah berinvestasi Rp 25 miliar. Kerugian itu bertambah pula setelah membangun kantor, menggaji karyawan, pembangunan tiang pancang, memperbaiki jalan, dan lainnya. Sehingga total kerugian mencapai Rp 42 miliar.

Dalam akta tersebut diuraikan seseorang berinisial AHR disebut-sebut memberikan areal dermaga dan lahan seluas 12 hektare untuk digunakan usaha oleh Jovinus dengan sistem bagi hasil. Perjanjian tersebut selama 11 tahun.

Rupanya, awal September 2017, lokasi tersebut digembok pagarnya dan aktivitas karyawan diduga dihentikan AHR, hingga korban tak bisa beraktivitas lagi. Padahal, telah berinvestasi dan perjanjian notaris ASC. (aim/ndy/k8)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 23 April 2019 09:30

KPU: Rekapitulasi Belum Tuntas

BALIKPAPAN–Pesan berantai beredar di jejaring aplikasi pesan singkat WhatsApp publik…

Selasa, 23 April 2019 09:30

Berhenti Mendadak, Pemotor Diseret Dump Truck

BALIKPAPAN–Kecelakaan kembali terjadi di Jalan MT Haryono, Balikpapan Utara. Tepatnya…

Selasa, 23 April 2019 09:29

Dua Pejabat di Lanud Dhomber Berganti

BALIKPAPAN–Dua pejabat di lingkungan Lanud Dhomber Balikpapan berganti. Jabatan yang…

Selasa, 23 April 2019 09:28

Dirut Dituntut Empat Tahun Penjara

BALIKPAPAN–Setelah empat kali tertunda, sidang Direktur Utama PT Arafah Tamasya…

Selasa, 23 April 2019 09:27

Ketika Hasrat Kaum Hawa Terbagi

Pertemuan dengan Madam Sri Menyan (Asri Welas), seorang paranormal, mengubah…

Selasa, 23 April 2019 09:27

Sekolah Negeri Gelar hingga Tiga Sesi

BALIKPAPAN–Hari pertama ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat SMP di…

Senin, 22 April 2019 09:15

Pendidikan Termasuk Bagian Penyetaraan

BALIKPAPAN–Perjuangan penyetaraan hak perempuan oleh Raden Ajeng Kartini sejak puluhan…

Senin, 22 April 2019 09:14

Belum Temukan Pelanggar

BALIKPAPAN-Larangan berkendara sambil merokok yang diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan…

Senin, 22 April 2019 09:14

Mayoritas Siap Gelar Mandiri

BALIKPAPAN–Mulai hari ini (22/4), 10.334 pelajar SMP yang terdiri dari…

Senin, 22 April 2019 09:13

Salah Minum yang Mengungkap Keberadaan Kanker

Plaza Balikpapan menggelar berbagai event bulan ini. Salah satunya Inspirasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*