MANAGED BY:
JUMAT
24 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MANCANEGARA

Minggu, 14 April 2019 22:12
Kisah Anggota ISIS setelah Kalah di Iraq dan Syria
Istri-Anak Huni Kamp Hidup Terkatung-Katung, Suami di Penjara
Leonora Messing, istri anggota ISIS yang kini hidupnya tergatung-katung bersama bayinya setelah ISIS kalah. (Getty Images/BBC)

PROKAL.CO, ISIS telah kalah. Baghouz, Syria, yang menjadi wilayah kekuasaan terakhir mereka telah dikuasai pemerintah pada 23 Maret lalu. Namun, kekalahan itu menyisakan masalah. Tak ada yang mau menampung warga Baghouz.

Leonora Messing memandangi putranya yang masih berusia 2 bulan. Bocah itu sakit. Badannya kurus. Tapi, perempuan 29 tahun yang menjadi istri anggota ISIS tersebut tak bisa berbuat banyak. Suaminya ditahan pejuang Kurdi. Sedangkan dia dan dua anaknya kini tinggal di Kamp Al Hol, Syria, yang minim fasilitas.

Kamp itu ditempati oleh perempuan dan anak-anak ISIS. Saat Baghouz kali pertama dibombardir, “hanya” ada ribuan orang di sana.

Namun, kini kamp itu kian luas dan diperkirakan berisi sekitar 70 ribu orang. Tidak ada tempat pengobatan yang memadai di tempat tersebut. Banyak anak yang sakit dan berakhir dengan kematian. Tapi, Messing yakin anaknya bisa bertahan.

Perempuan asal Jerman itu menceritakan bahwa anak terakhirnya lahir saat Baghouz dibombardir. Messing meminta suaminya mencari bantuan, tapi tak ada seorang pun yang bisa dimintai tolong. “Saya melahirkan sendirian. Tidak ada dokter atau perawat,” ujarnya. Untung, dia dan anaknya selamat.

Messing mengungkapkan, dirinya meninggalkan negaranya saat masih berusia 15 tahun. Tepatnya pada Maret 2015. Dia bergabung dengan ISIS dan menjadi istri ketiga seorang prajurit ISIS yang juga berasal dari Jerman.

Kehidupan di lingkungan ISIS yang luar biasa ketat membuat Messing tak tahan. Dia ingin pulang, tapi jalan untuk kembali masih panjang. Banyak negara yang tak mau menerima orang-orang yang pernah masuk jaringan kelompok radikal ISIS.

“Dulu ketika masih 1,5 tahun bergabung dengan ISIS, saya meminta ayah saya untuk mengirimkan penyelundup yang membantu saya keluar,” terang Messing kepada jurnalis BBC.

Sayang, dia kurang beruntung. Perantara yang dikirim sang ayah tertangkap dan dibunuh. Di telepon genggamnya ada foto Messing. Seketika itu juga Messing dipenjara. Kali pertama dia dipenjara di Kota Raqqa dan yang kedua di Shaafa.

Kamp Al Hol, Syria yang menjadi tempat penampungan bagi perempuan dan anak-ana, setelah ISIS kalah di Iraq dan Syria. (getty images/bbc)

Messing berharap dirinya dan suami bisa segera pulang ke Jerman. Tak mengapa jika suaminya harus menjalani masa hukuman penjara. Dia akan setia menanti. Setidaknya, hidup di negara sendiri jauh lebih baik jika dibandingkan hidup di kamp yang masih dipenuhi simpatisan ISIS.

Messing berpeluang pulang. Bahkan, anaknya sudah dicek perwakilan dari Jerman untuk melihat identitasnya.

Para perempuan yang berasal dari negara-negara Barat sangat takut untuk berbicara dengan orang asing. Terutama pria. Sebab, perempuan-perempuan yang masih yakin ISIS bakal bangkit akan menyerang mereka. Saat malam, tenda mereka akan dibakar habis. Beberapa perempuan dari negara-negara Barat juga tetap kukuh mendukung ISIS.

“Ini adalah pilihan saya. Di Belgia, saya tidak bisa memakai niqab,” ujar Umm Usma, perempuan berdarah Maroko-Belgia. Dulu dia adalah seorang perawat.

ISIS menggunakan perempuan dan anak-anak sebagai tameng hidup saat perang terjadi. Mereka meletakkan kendaraan di depan tenda-tenda tempat para perempuan dan anak-anak tinggal. Padahal, mereka tahu kendaraan itu akan jadi sasaran pengeboman dari udara. Kini ketika perang usai, para perempuan itu harus bersusah payah bertahan hidup sendirian di tengah gurun. (jpc)


BACA JUGA

Kamis, 23 Mei 2019 12:44

Tetap Darurat setelah Sebulan

KOLOMBO – Umat Katolik Sri Lanka baru saja mengadakan doa…

Kamis, 23 Mei 2019 11:39

Pemilu Sela Untungkan Duterte

MANILA – Hasil pemilu paro waktu di Filipina kemarin (22/5)…

Rabu, 22 Mei 2019 11:45

Ingin Kembalikan Sampah Kanada

MANILA – Filipina kembali menebar ancaman. Mereka akan menarik lebih…

Rabu, 22 Mei 2019 11:43

Huawei Tak Takut, Ren: Jangan Remehkan Kami

BEIJING – Pendiri Huawei Ren Zhengfei buka suara terkait dengan…

Rabu, 22 Mei 2019 11:17

Pecahkan Rekor Daki Himalaya

KATHMANDU – ’’Saya sangat senang dan bangga.’’ Pernyataan itu dilontarkan…

Selasa, 21 Mei 2019 14:10

ISIS Bikin Ribut di Bui, 24 Anggotanya Ditembak Mati

DUSHANBE – Keluarga tahanan yang mendekam di Penjara Vakhdat, Tajikistan,…

Selasa, 21 Mei 2019 14:04

Pemasok Teknologi Mulai Putus Hubungan, Pasar Huawei Jadi Lumpuh

WASHINGTON – Huawei baru saja menerima pukulan berat. Berbagai perusahaan…

Senin, 20 Mei 2019 11:46

Trump Dukung Larangan Aborsi

WASHINGTON – Presiden AS Donald Trump menanggapi Undang-Undang (UU) Larangan…

Minggu, 19 Mei 2019 10:48

Pertarungan Sengit untuk Kabinet Baru Australia

Pemilu Federal Australia kemarin (18/5) jadi pertaruhan bagi Partai Buruh…

Minggu, 19 Mei 2019 10:45

Sosis Panggang Punya Peran Penting

SOAL siapa yang akan dipilih sudah pasti dipikirkan. Tapi, ada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*