MANAGED BY:
SENIN
27 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

CELOTEH

Sabtu, 13 April 2019 21:03
Rasa Iri Ternyata Penyebab Anak Lakukan Bullying

PROKAL.CO, Semua orang pasti pernah merasakan iri pada orang lain. Kemudian, ada tipe orang yang meredamnya dan ada yang cenderung dikeluarkan dengan mengganggu orang lain.

Menurut psikolog, sifat iri ternyata merupakan faktor terbesar yang membuat orang melakukan tindakan bullying. Terutama, para perempuan yang memiliki potensi besar untuk cemburu apa yang dimiliki orang lain. Bisa karena fisik, populer, atau disukai oleh pria yang sudah lama diincar.

“Karena alasan utama nge-bully itu iri hati. Dia seneng melihat orang menderita karena itu tujuan utamanya. Jadi, kalau misalnya harapan kita bahwa anak ini bisa berempati akan susah, karena memang tujuannya bahwa korban itu sengsara,” kata Hanlie Muliani, M. PSi, Psikolog Anak, Remaja, dan Pendidikan, sekaligus penulis buku Why Children Bully?, ketika dihubungi JawaPos.com, baru-baru ini.

Kemungkinan lain, lanjut Hanlie, perundungan bisa disebabkan seorang anak atau remaja melihat kekerasan adalah sesuatu hal yang biasa. Sebab, mereka sudah terhipnosis dengan tontonan yang kurang mendidik, penggunaan media sosial yang kurang bijak, dan acara televisi yang menayangkan cerita tentang kekerasan.

Oleh sebab itu, Psikolog Klinis dan Hipnoterapis, Liza Marielly Djaprie menyarankan setiap orang tua perlu mendampingi dan mengajak diskusi anak agar mengetahui sampai mana pengetahuan mereka. Sehingga, orang tua bisa meluruskan pemikiran yang tidak benar.

“Orang tua perlu mendampingi karena analisa pemikiran anak atau remaja belum bekerja dengan baik dan benar. Bagian otak paling pesat adalah bagian yang mengatur emosi, sehingga remaja banyak gejolak emosi. Apa yang belum berkembang secara maksimal bagian daya analisa dan logika,” kata Liza Marielly Djaprie.

Menurutnya, bagian otak yang bekerja untuk analisa dan berpikir akan cukup matang ketika memasuki usia 19 tahun ke atas.

Lebih lanjut, Liza mengatakan hukuman bagi pelaku bullying tidaklah cukup mendidik. Ia pun menyarankan untuk dibina dengan memberi tambahan pekerjaan sosial, seperti terlibat membantu di panti jompo, kerja bakti, dan kegiatan sosial lainnya.

Selain itu, Liza mengungkapkan bahwa pelaku bisa didorong untuk melakukan kampanye dari kelas ke kelas tentang stop bullying agar mereka tahu bahwa hal tersebut tidak baik. (jpc)


BACA JUGA

Minggu, 26 Mei 2019 14:12

Mandiri, Tak Ingin Bergantung Pada Suami

MENURUT Ira Yuliana, dalam sehari sangat gampang menghadirkan ratusan orang…

Minggu, 26 Mei 2019 14:08
Diet Enak Bahagia Menyenangkan (DEBM)

Tiga Bulan Pangkas 14 Kilogram

GORENGAN jadi makanan favorit Supinah saat muda dulu. Kebiasaan itu…

Minggu, 26 Mei 2019 14:07

Ingin Tetap Bugar Sambut Hari Tua

BAGI Supinah yang sukses turunkan berat badan 14 kilogram (kg)…

Minggu, 26 Mei 2019 14:05

Konsumsi Minim Karbo, Tinggi Protein dan Lemak

PEREMPUAN dengan usia 30–40, cenderung berhadapan dengan berbagai permasalahan penuaan (aging) dan…

Minggu, 26 Mei 2019 13:56

7-9 Jam Perhari, Jaga Kualitas Tidur Saat Ramadan

SETIAP orang memiliki kesibukan beragam. Apalagi semakin bertambahnya usia, berbanding…

Minggu, 26 Mei 2019 13:55

Kurang Tidur Berujung Emosional

KURANG tidur pasti akan mengakibatkan kelelahan namun akan merembet pada…

Minggu, 26 Mei 2019 13:47

Aneka Kuliner Penjuru Dunia

EDISI Sedap Kaltim Post kali ini tidak mengulas mi nusantara,…

Minggu, 26 Mei 2019 13:44

Pizza Margherita Sehat, Sup Jagung Nikmat

SIAPA tidak kenal pizza? Makanan asal Italia dengan adonan tepung…

Minggu, 26 Mei 2019 13:43

Kudapan Manis Kekinian

KUDAPAN manis masih jadi juara, apalagi saat untuk hidangan berbuka.…

Senin, 20 Mei 2019 09:29
Windie Karina Farmawati

Berbisnis Sejak 1972, Pernah Dibayar Rp 1

Trisnawati Tjandra mengaku sebagai pelopor usaha salon pertama di Samarinda.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*