MANAGED BY:
SELASA
16 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

CELOTEH

Sabtu, 13 April 2019 21:03
Rasa Iri Ternyata Penyebab Anak Lakukan Bullying

PROKAL.CO, Semua orang pasti pernah merasakan iri pada orang lain. Kemudian, ada tipe orang yang meredamnya dan ada yang cenderung dikeluarkan dengan mengganggu orang lain.

Menurut psikolog, sifat iri ternyata merupakan faktor terbesar yang membuat orang melakukan tindakan bullying. Terutama, para perempuan yang memiliki potensi besar untuk cemburu apa yang dimiliki orang lain. Bisa karena fisik, populer, atau disukai oleh pria yang sudah lama diincar.

“Karena alasan utama nge-bully itu iri hati. Dia seneng melihat orang menderita karena itu tujuan utamanya. Jadi, kalau misalnya harapan kita bahwa anak ini bisa berempati akan susah, karena memang tujuannya bahwa korban itu sengsara,” kata Hanlie Muliani, M. PSi, Psikolog Anak, Remaja, dan Pendidikan, sekaligus penulis buku Why Children Bully?, ketika dihubungi JawaPos.com, baru-baru ini.

Kemungkinan lain, lanjut Hanlie, perundungan bisa disebabkan seorang anak atau remaja melihat kekerasan adalah sesuatu hal yang biasa. Sebab, mereka sudah terhipnosis dengan tontonan yang kurang mendidik, penggunaan media sosial yang kurang bijak, dan acara televisi yang menayangkan cerita tentang kekerasan.

Oleh sebab itu, Psikolog Klinis dan Hipnoterapis, Liza Marielly Djaprie menyarankan setiap orang tua perlu mendampingi dan mengajak diskusi anak agar mengetahui sampai mana pengetahuan mereka. Sehingga, orang tua bisa meluruskan pemikiran yang tidak benar.

“Orang tua perlu mendampingi karena analisa pemikiran anak atau remaja belum bekerja dengan baik dan benar. Bagian otak paling pesat adalah bagian yang mengatur emosi, sehingga remaja banyak gejolak emosi. Apa yang belum berkembang secara maksimal bagian daya analisa dan logika,” kata Liza Marielly Djaprie.

Menurutnya, bagian otak yang bekerja untuk analisa dan berpikir akan cukup matang ketika memasuki usia 19 tahun ke atas.

Lebih lanjut, Liza mengatakan hukuman bagi pelaku bullying tidaklah cukup mendidik. Ia pun menyarankan untuk dibina dengan memberi tambahan pekerjaan sosial, seperti terlibat membantu di panti jompo, kerja bakti, dan kegiatan sosial lainnya.

Selain itu, Liza mengungkapkan bahwa pelaku bisa didorong untuk melakukan kampanye dari kelas ke kelas tentang stop bullying agar mereka tahu bahwa hal tersebut tidak baik. (jpc)


BACA JUGA

Senin, 15 Juli 2019 11:21

Menjaga Kepercayaan Klien

Usaha yang dirintis semakin berkembang. Klien berdatangan. Menjadi bisnis yang…

Senin, 15 Juli 2019 11:21

Biasa dengan Karakter Klien Beda, Tangani 10 Ribu Tamu

KARAKTER klien yang berbeda sudah biasa dihadapi. Diungkapkan Kritaya Zenaida…

Senin, 15 Juli 2019 11:11

Waspada Tiga Jenis Kutu di Kepala

Ketikalagi asyik mengobrol, tiba-tiba kulit kepala rasanya gatal sekali? Kondisi…

Senin, 15 Juli 2019 11:09

Mitos Membasmi Kutu, Dari Santan Basi hingga Kapur Barus

SELAIN mengganggu kenyamanan saat beraktivitas, rasa gatal berlebih akibat kutu…

Senin, 15 Juli 2019 11:07

Menabung sejak Dini, Bisa Dimulai dari Usia Dua Tahun

Kebiasaanmenabung sebaiknya ditanamkan sejak dini. Orangtua penting agar anak lebih…

Senin, 15 Juli 2019 11:06

Ajarkan Anak Menghargai Usaha

SEBAGIAN orangtua menganggap belum waktunya anak memahami uang. Namun, berbeda…

Senin, 15 Juli 2019 11:05

Belajar Bahasa Inggris Usia Dewasa, Benahi Mental agar Lancar

Kemampuan berbahasa penting untuk menunjang karier dan pendidikan. Mampu berbahasa…

Senin, 15 Juli 2019 11:03

Persiapan Matang demi Karier Gemilang

DIA adalah Jeannet Novelia Sarwono. Mahasiswi program studi Manajemen Fakultas…

Senin, 15 Juli 2019 10:59

Masakan Tatar Sunda Manjakan Lidah

Menghabiskan liburan dengan sekadar berjalan-jalan namun tak berwisata kuliner agaknya…

Senin, 15 Juli 2019 10:58

Soto Mi Bogor dengan Aneka Isian

SETELAH mi kocok bandung, menu selanjutnya yakni soto mi bogor.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*