MANAGED BY:
JUMAT
21 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Kamis, 04 April 2019 10:32
Berbincang dengan Setyo Pranoto, Pria Berjuluk Manusia Jadul
Keliling Jawa dan Kalimantan untuk Berburu Handphone Jadul
Setyo bercerita, awal mula mengoleksi ponsel jadul itu sejak 2014 lalu.

PROKAL.CO, Teknologi semakin maju. Telepon genggam pun semakin canggih dengan desain yang aduhai. Tapi itu ternyata tak membuat Setyo Pranoto tertarik. Ia tetap lebih memilih handphone zaman dulu alias jadul. Tak heran jika orang di sekitarnya menjulukinya manusia jadul.

 

YUYUN ERMA KUTARI, Mataram

 

Nokia, Ericson, dan Motorola. Tiga merk ponsel ini pernah berjaya pada era 90-an hingga tahun 2000-an. Bila dibandingkan dengan raksasa ponsel seperti Samsung dan iPhone, dari segi teknologi dan fitur, memang terlampau cukup jauh. Namun, ternyata ada yang tidak rela melihat ponsel jadul itu punah.

Setyo Pranoto misalnya. Pria 27 tahun ini sangat akrab di telinga Komunitas Hape Jadul Lombok (KHJL).

Senyumnya yang ramah dalam menyambut dan mempersilakan Koran ini duduk, sembari menikmati angin sepoy-sepoy dari tanaman yang ada dipekarangannya. Tampak memang tidak ada yang beda atau aneh atau bahkan terkesan horor. Tetapi saat Koran ini masuk ke ruang tamu si empunya rumah, terlihat deretan rapi puluhan ponsel jadul milik Setyo.

Ada yang merk Nokia, Ericson, hingga Samsung seri pertama. “Itu semuanya koleksi saya, nggak pernah hitung secara pasti tetapi jumlahnya bisa sampai 40 unit lebih,” terangnya, membuyarkan lamunan Koran ini.

Masih teringat jelas dalam ingatan, Nokia begitu populer pada zamannya. Berbagai seri dan bentuk, unik, dan klasik. Menyentuh ponsel-ponsel itu seperti menerawang kembali ke zaman 90an hingga 2000an. Awal mula lahirnya generasi ponsel berteknologi tinggi.

Setyo bercerita, awal mula mengoleksi ponsel jadul itu sejak 2014 lalu. Ia mendengar keluhan seorang temannya, yang ingin memiliki ponsel hanya untuk mengirim pesan dan menelpon saja, tanpa ada aplikasi tambahan lainnya. Rupanya, hal itu sejalan dengan apa yang dipikirkan Setyo. Akhirnya ia memberanikan diri untuk mencari ponsel jadul hingga ke Pulau Jawa.

“Ponsel jadul pertama saya itu Nokia 5510. Yang saya rasakan, kok enak ya punya ponsel kayak gini. Eh malah jadi ketagihan, kemudian beli lah satu persatu, akhirnya beginilah sampai sekarang,” ujarnya.

Dari situlah ia mulai mencari ponsel jadul hingga ke berbagai daerah. Hasilnya, berbagai jenis atau seri Nokia dan Ericson terkumpul. Seperti beberapa koleksi miliknya ada Nokia 7610, Nokia 3315, Nokia N-Gage Klasik dan N-Gage QD, Nokia E90 sampai dengan ponsel super jadul Nokia 2010 yang sering disebut ponsel Bata yang harganya mencapai Rp 2,5 juta.

Begitu juga dengan koleksi ponsel Ericsson Seri R250s Pro dan Ericsson R190 Satelit. “Alhamdulillah semuanya masih ori bawaan pabrikan. Mulai dari case, CD Drive, buku panduan sampai dengan spare partnya. Dan yang paling penting semuanya masih bisa menyala,” kata Setyo.

Mengoleksi ponsel jadul, memang ada tantangannya sendiri. Hal ini bisa terjadi pada beberapa orang yang memang senang mengoleksi barang-barang lama.

Kesulitan yang masih dirasakan Setyo sampai saat ini adalah mengenai spare part dan baterai. Itulah mengapa ia bergabung dalam sebuah komunitas, agar apa yang menjadi permasalahan yang ada di ponsel-ponsel tersebut, bisa dipecahkan sama-sama.

“Memang manfaatnya bergabung dalam komunitas ya seperti itu, jadi nggak jarang saat kami Kopdar (Kopi Darat), yang dibicarakan adalah permasalahan ponsel-ponsel kami,” jelasnya.

Untuk diketahui, puluhan ponsel milik Setyo tidak hanya berakhir sebagai pajangan saja. Tetapi ia juga kerap memakainya pada berbagai kesempatan. Misalnya saat bekerja, atau saat ngumpul bersama teman-teman sebaya yang bukan berasal dari komunitasnya.

Ia mengatakan, mengoleksi ponsel jadul merupakan bagian dari caranya untuk melestarikan atau mengawetkan bagian kecil dari sebuah peradaban teknologi. Ia juga ingin memperkenalkan kepada masyarakat sekarang ini, bahwa jauh sebelum ada ponsel Android ataupun iOS, ponsel seperti Nokia atau Ericsson juga pernah ada.

“Kesan unik dan klasik itu yang ingin tetap saya tampilkan, makanya setiap ada kesempatan saya pakai, bahkan seri N-Gage sudah jadi teman buat saya,” jelas Setyo.

Selain itu, ada kebanggaan tersendiri bahwa dirinya masih memakai ponsel jadul sampai saat ini. Tidak mengherankan, setiap kali Setyo hang out dengan teman-temannya, disebut sebagai manusia jadul atau ketinggalan zaman.

Ia hanya membalas itu dengan senyuman, karena memang ada perasaan berbeda ketika memakai ponsel jadul dan terbaru.

Ibaratnya pada satu tempat tongkrongan, hanya Setyo sendiri yang memakai ada ponsel jadul, walaupun ada ponsel Android harganya Rp 10 juta tetapi orang lain memiliki hal yang sama.

“Jadi ponsel macam ini, hanya saya sendiri yang pakai. Ya harganya mungkin Rp 200 ribu tetapi kesan saya sendiri yang punya itu bikin saya tetap bangga dan masih awet sampai sekarang,” tegasnya.

Berbicara soal penggunaan ponsel jadul. Memang harus ada tekhnik khusus di dalamnya. Sama halnya dengan merawat benda tua, seperti motor atau mobil. Ponsel jadul juga butuh pemanasan (warming up), agar spare part dan baterai tetap berfungsi. (*/r5)


BACA JUGA

Minggu, 02 Juni 2019 17:39
Kisah Asmuni Membangun Rumah Makan Sukma Rasa

Dari Jualan Keripik, Pernah Jadi TKI, hingga Sukses di Usaha Kuliner

Siapa yang bersungguh-sungguh pasti berhasil. Asmuni, pemilik Rumah Makan Sukma…

Sabtu, 01 Juni 2019 13:23

Ini Cerita Petualangan Matteo Nanni Bermotor dari Italia ke Indonesia

Dari Italia, Matteo Nani sudah berkendara enam bulan hingga sampai…

Selasa, 28 Mei 2019 14:57
Dari Mengaji Mereka Mengharumkan Nama Kaltim di Tingkat Dunia: Syahroni (2)

Gelar Juara Diakui Tak Lepas dari Hobi Nyanyi

Ramadan tahun ini, sangat lengkap bagi Syahroni. Ustaz perantauan asal…

Senin, 27 Mei 2019 15:46
Mahmud ”Hypegrandy”, Kakek Gaul Penggemar Gaya Hypebeast yang Viral

Dandanan Boleh Kekinian, tapi Hobi Tetap Ternak Burung

Kemeja, celana bahan, dan sepatu pantofel tampaknya sudah so yesterday…

Minggu, 26 Mei 2019 13:31
Mencicipi Pengalaman Ramadan di Oxford (2–Habis)

Gelar Kajian Quran Sebelum Berbuka Puasa

SEPERTI umumnya kegiatan muslim di berbagai negara, kami juga menjalani…

Kamis, 23 Mei 2019 11:24
Bilkis Bano, Tunggu Keadilan Selama 17 Tahun

Dapat Rumah, Pekerjaan, Kompensasi Miliaran

Kerusuhan di Gujarat, India, 2002 lalu telah merenggut kehormatan dan…

Kamis, 16 Mei 2019 14:55
Berbincang dengan dr Joseph, Bule Brazil Penjaga Pohon Kurma di Islamic Center

Bule Rawat 165 Pohon Kurma tanpa Digaji, Yakin Kurmanya Berbuah Tiga Tahun Lagi

Masjid Hubbul Wathan Islamic Center ditanami 165 pohon kurma. Uniknya,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*