MANAGED BY:
KAMIS
25 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Rabu, 03 April 2019 12:19
Ribuan Anak Yaman Angkat Senjata di Garda Depan
Dijanjikan Uang dan Pekerjaan, tapi Disuruh Perang
Tentara anak anak yang berasal dari Houthi.

PROKAL.CO, Anak-anak di Yaman tidak hanya harus tumbuh dengan melihat pemandangan peperangan. Sebagian di antara mereka juga terjun langsung di dalamnya. Mereka ditipu, dijual, dan dipaksa untuk angkat senjata.

 

ALI Hameed memandang foto putranya, Mohammad. Tatapan matanya penuh kerinduan. Oktober tahun lalu Mohammad meninggalkan rumah mereka di selatan Kota Taiz, Yaman. Remaja 15 tahun tersebut pergi ke Al Buqa'. Dia direkrut menjadi salah seorang prajurit pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA). Sejak itu, Mohammad tak pernah pulang atau memberi kabar.

’’Ibunya merasa hancur. Dia sudah menyerah. Saya harap dia menelepon dan memberi tahu kami bahwa dirinya baik-baik saja. Hanya itu yang kami inginkan,’’ ujarnya.

Ali ingin tahu apakah putra kesayangannya tersebut masih bernyawa ataukah sudah tiada. Sayang, tak ada yang bisa memberinya informasi. Tempat bertanya pun tiada. Yang bisa dilakukan Ali saat ini hanyalah berdoa. Semoga ada keajaiban. Mohammad bisa kembali pulang.

Nasib hampir sama dialami Ahmad Al Naqib. Dia juga berangkat dengan rombongan yang berbeda. Menurut dia, di Al Buqa' terdapat kamp untuk melatih anak-anak yang berperang untuk pasukan koalisi. Ahmad mau pergi karena dijanjikan pekerjaan dan uang yang lumayan banyak. Bukan untuk angkat senjata.

’’Kami diberi tahu akan bekerja di dapur dan digaji SAR 3.000 (Rp 11,37 juta). Kami percaya dan masuk ke dalam bus,’’ terang Ahmad saat diwawancarai Al Jazeera akhir tahun lalu.

Bagi penduduk Yaman yang mayoritas hidup di bawah garis kemiskinan, tawaran itu luar biasa menggiurkan. Kelompok yang merekrut biasanya beroperasi di wilayah-wilayah miskin.

Anak-anak tersebut lantas diangkut bus dan diserahkan kepada kelompok perdagangan manusia di wilayah perbatasan Yaman-Saudi. Setelah itu, mereka diserahkan kepada penyelundup lain yang lebih besar di Al Wade'a. Mereka dibuatkan kartu identitas agar bisa menyeberang ke Saudi dan dimasukkan ke kamp militer.

Ahmad tak mau bertempur. Dia berhasil melarikan diri dari kamp akhir tahun lalu. Tapi, malang tak bisa ditolak. Januari lalu dia meninggal dengan kepala tertembus peluru di dekat rumahnya.

Salah seorang perekrut prajurit anak yang diwawancarai Al Jazeera mengungkapkan bahwa apa yang dilakukannya sudah biasa. Ada banyak prajurit anak di Yaman. Bagi mereka, anak-anak itu tidak penting. Yang paling penting adalah apakah mereka bisa membawa senjata dan jadi prajurit yang baik.

Berdasar paparan PBB, dua per tiga prajurit anak-anak direkrut Houthi. Selanjutnya, sisanya yang sepertiga berada di bawah naungan pasukan koalisi. Sementara itu, UNICEF mengungkapkan bahwa lebih dari 2.700 anak di Yaman telah menjadi prajurit anak. Jumlah tersebut diperkirakan hanya di pucuk gunung es. (sha/c22/dos)


BACA JUGA

Rabu, 24 April 2019 10:27
Caleg Pasutri yang Diprediksi Lolos, Suastika Hindari Simakrama Bareng Istri

Bukan Haus Jabatan, Tapi Karena Penugasan Partai

Calon legislatif (caleg) DPRD pasangan suami-istri (pasutri) yang kemungkinan besar…

Kamis, 04 April 2019 10:32
Berbincang dengan Setyo Pranoto, Pria Berjuluk Manusia Jadul

Keliling Jawa dan Kalimantan untuk Berburu Handphone Jadul

Teknologi semakin maju. Telepon genggam pun semakin canggih dengan desain…

Kamis, 04 April 2019 10:30
Bule Perancis Keliling Dunia Pakai Sepeda

Telah Singgahi 10 Negara, di Indonesia Doyan Makan Tempe dan Bakso

Victor Habchy punya nyali tinggi. Bule asal Prancis itu berkeliling…

Rabu, 03 April 2019 12:19
Ribuan Anak Yaman Angkat Senjata di Garda Depan

Dijanjikan Uang dan Pekerjaan, tapi Disuruh Perang

Anak-anak di Yaman tidak hanya harus tumbuh dengan melihat pemandangan…

Rabu, 27 Maret 2019 12:08
Warga Venezuela yang Hidup di ’’Neraka Gelap’’

Semua Jadi Gila saat Listrik Mati

Masyarakat Venezuela ingin melupakan kejadian tragis yang disebabkan lumpuhnya jaringan…

Sabtu, 23 Maret 2019 12:03
Geliat Wisata saat Gunung Bromo Erupsi Kecil

Justru Bisa Dapat Sajian Momen Keindahan Asap

Jumlah wisatawan ke Bromo menurun bahkan jika dibandingkan dengan saat…

Sabtu, 16 Maret 2019 14:06
Setelah sang Pelukis Abstrak Itu Berpamitan Dua Bulan Lalu

Sosok yang Supel dan Selalu Siap Bantu Teman

Dari Jogjakarta, Zulfirman Syah pindah ke Selandia Baru untuk mendampingi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*