MANAGED BY:
JUMAT
24 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Senin, 01 April 2019 10:41
Catut Nama Kapolres, Minta Uang ke Pengusaha Raup Rp 100 Juta

Meski Minim Petunjuk, Alligator Berhasil Ringkus Tersangka di Berau

TERPOJOK. Tersangka Ag (kiri) saat baru diamankan di Kabupaten Berau oleh tim Alligator.

PROKAL.CO, class="yiv1633851135ydpf1408a5bmsonormal">TENGGARONG- Pernah menerima pesan singkat, telepon atau SMS dari seseorang yang meminta uang? Entah mengaku dari atasan, rekan kerja atau pun keluarga. Kasus yang nyaris jarang terungkap itu, kali ini berhasil diungkap tim Alligator. Modusnya mencatut nama Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar dengan meminta uang ratusan juta kepada pengusaha.

Dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Kukar AKP Damus Asa, kasus penipuan dengan modus mencatut nama orang lain berhasil diungkap. Tersangka Ag (39) warga Berau dicokok tim Alligator lantaran mencatut nama Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar lalu meminta uang kepada pengusaha. Tak tanggung-tanggung, uang Rp 100 juta berhasil ia raup dengan cara yang tak dibenarkan tersebut. Sementara korbannya diketahui adalah bosnya yang bergerak di perusahaan tambang

“Semoga ini menjadi pelajaran bagi oknum yang coba-coba melakukan penipuan apalagi mencatut nama seseorang. Kita akan tindak tegas dan tidak ada ampun. Seperti yang diungkap kali ini,” terang Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar melalui Kasat Reskrim Polres Kukar AKP Damus Asa.

Kasus ini bermula pada (27/2) lalu sekitar pukul 17.41 Wita seorang pengusaha berinisial Al menerima pesan WhatsApp dari seseorang yang nomornya menggunakan foto Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar. Selanjutnya, pada (1/3) sekitar pukul 14.34 Wita, dari nomor tersebut kembali mengirim pesan WA kepada Al yang isinya meminta bantuan dana sebesar Rp 100 ribu dengan memberikan nomor rekening Bank BRI atas nama Dian Maryanah.

Al pun lalu menyuruh seseorang mengirim uang Rp 100 juta ke nomor rekening pelaku. Dalam pesan WA tersebut, tersangka yang seolah=olah sebagai kapolres mengatakan jika sedang berada di Balikpapan dan hendak menempuh Pendidikan di Mabes Polri. Tersangka lalu meminta dukungan anggaran kepada korban.

“Maaf Pak Haji, bisakah kiranya bantu untuk pinjam dana sekitar 100. Kembali ke Samarinda saya jual Inova buat ganti Pak Haji. Sebelumnya maaf Pak Haji sudah merepotkan,” begiu salah satu potongan kata-kata yang dikirim melalui WhatsApp.

Selanjutnya, pada (24/3), tersangka kembali meminta uang dengan alas an istri kapolres sedang sakit. Korban pun merasa curiga lantaran nomor tersebut ternyata tidak bias dihubungi. Korban lalu mencari kebnaran nomor Whatsapp yang mengaku sebagai kapolres tersebut. Hingga akhirnya diperoleh kabar bahwa nomor tersebut bukan milik Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar.

“Pak Haji saya minta tolong. Saya perlu bantuan tambahan. Dana Pak Haji. Maaf merepotin Pak Haji lagi. Minta maaf pak haji, adakah pak haji. Saya bingung ternyata sudah stadium empat. Harus ditangani secara intensif Pak Haji,” tulis tersangka. 

Mendapat laporan tersebut, Kasat Reskrim Polres Kukar AKP Damus Asa dan Kanit Opsnal Polres Kukar Iptu Aksar beserta tim Alligator melakukan penyelidikan dan menghimpun informasi terkait keberadaan tersangka. Kasus ini pun nyaris tanpa petunjuk. Nomor ponsel yang digunakan tersangka serta buku rekening juga yang digunakan sudah tidak jelas lagi. 

Tersangka rupanya sempat menggunakan buku tabungan milik orang lain dengan alamat Kabupaten Cianjur di Jawa Barat. Petugas pun lalu melakukan metode pengungkapan kasus tanpa lebih dulu menyentuh pihak-pihak yang dicurigai agar tersangka tidak menghilangkan barang bukti.  

“Identitas tersangka pun akhirnya mengerucut yaitu berinisial Ag yang berdomisili di Kabupaten Berau,” ujar kapolres. 

Setelah memasang sejumlah informan untuk mengawasi tersangka di Berau, akhirnya polisi berhasil mengamankan tersangka di kawasan Jalan Garuda, Kelurahan Sambaliung, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau pada (28/3) sekitar pukul 12.00 Wita. “Tersangka diamankan tanpa perlawanan dan mengakui semua perbuatanya tersebut,” tambahnya. 

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti seperti ATM Bank BRI, ponsel, nomor provider serta satu lembar nota pembayaran perbaikan mobil. Berdasarkan pengakuan tersangka kepada polisi, uang tersebut ia gunakan untuk foya-foya. Selama ini, tersangka bersembunyi di rumah pacarnya di Berau.  (qi)

 


BACA JUGA

Kamis, 23 Mei 2019 10:50

Kasus PHK Massal PT Anugerah Energitama, Bupati Ikut Menengahi

SANGATTA–Pemutusan hubungan kerja (PHK) massal atas ratusan karyawan PT Anugerah…

Rabu, 22 Mei 2019 10:55

Gimana Rasanya Coba, Serumah tapi Tak Dinafkahi

APALAH arti keberadaan pasangan, jika lahir dan batin seorang istri…

Rabu, 22 Mei 2019 10:49

Open Bidding Lima JPT Pratama Dimulai

PENAJAM- Lelang jabatan terbuka (open bidding) terhadap jabatan pimpinan tinggi…

Rabu, 22 Mei 2019 10:48

Pasar Murah TPID Disambut Warga Kecamatan

TANA PASER – Upaya stabilisasi harga kebutuhan sembilan bahan pokok…

Rabu, 22 Mei 2019 10:47

ALHAMDULILLAH..!! Ngga Kayak Daerah Lain, PTT di Sini Dapat THR

TANA PASER – Kabar baik untuk pegawai tidak tetap (PTT)…

Rabu, 22 Mei 2019 10:46

Jargas Dijanjikan Beroperasi Agustus

PENAJAM- Pengoperasian jaringan gas (jargas) rumah tangga di Kabupaten Penajam…

Rabu, 22 Mei 2019 10:43

Dugaan Pencemaran di Desa Loh Sumber, DLH Periksa Lokasi

TENGGARONG – Laporan dugaan pencemaran dan atau kerusakan lingkungan di…

Rabu, 22 Mei 2019 10:42

Maling Motor Kepala Dinas Dibekuk, Ternyata Dia...

TENGGARONG - Kasus pencurian sepeda motor yang dilakukan AR (47),…

Rabu, 22 Mei 2019 10:41

Jalan Muara Beloan Bukan Kewenangan Pemprov

SENDAWAR - Kerusakan jalan akses ke Kampung Muara Beloan dan…

Rabu, 22 Mei 2019 10:38

Buruh TKBM Unjuk Rasa di KUPP

TANJUNG REDEB–Puluhan buruh tenaga kerja bongkar muat (TKBM) di Muara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*