MANAGED BY:
KAMIS
23 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MASKULIN

Minggu, 31 Maret 2019 12:44
Selalu Ingin Berbisnis
SERIUS: Adit berpikir jika usaha baju yang dia miliki bisa berkembang lebih baik. Berani dengan tantangan, akhirnya dia memutuskan lebih serius menjalani usaha.

PROKAL.CO, MERINTIS usaha memang tak selalu berjalan mulus. Ada rintangan yang harus dihadapi Adhytya Nugraha. Selalu tekun dan mengikuti proses menjadi pembuktian pria yang sering dipanggil Adit itu untuk bertahan selama delapan tahun. Orangtua yang awalnya mendukung dengan ikut memberikan modal, nyatanya sempat meragukan keinginan Adit berbisnis.

Dia mengungkapkan, orang tua menyimpan harapan agar kelak setelah lulus kuliah, anaknya bisa menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Namun, Adit menolak mentah-mentah keinginan tersebut. Tak pernah terlintas di pikirannya untuk bekerja dengan orang. Menurutnya, dia bukan tipe yang seperti itu. Sejak dulu, dia memang menaruh minat besar dengan dunia wirausaha.

“Aku punya jalanku sendiri dan coba untuk meyakinkan orangtua dengan kasih lihat pendapatan yang aku raih dari usaha ini dan brand-ku sudah banyak dipakai orang. Waktu itu aku juga sempat kerja sama dengan acara Samarinda City Run pada 2014. Di situ orang tua melihat, ini kok tokonya rame? Sejak itu, aku dianggap ada bakat di bisnis dan akhirnya didukung sampai sekarang,” jelas pria kelahiran 1994 tersebut.

Demi keberhasilan usaha, Adit selalu mencoba untuk mendekati pelanggan. Di media sosial Instagram Ditz, Adit kerap memberikan edukasi seperti tips-tips berpakaian. Dia melakukan itu agar usahanya tak membosankan dan tak monoton hanya murni berjualan. Berbisnis di bidang yang disukai, Adit juga merasakan kesulitan yakni di produksi.

“Membuatnya kan di Bandung, jadi nunggunya lama karena sistem antri. Bisa baru selesai setelah tiga minggu. Nah, karena proses produksi yang suka molor itu akhirnya enggak bisa mengikuti tren. Tren itu kan berubahnya cepat banget. Mau enggak mau ya produksi di sini. Cuma ya kualitasnya enggak sebagus di Jawa,” keluh Adit.

Komplain dari pelanggan pun pernah didapat oleh Adit selain karena hal itu memang lazim terjadi di dunia usaha. Tentu saja yang biasanya dikeluhkan adalah soal kualitas. Walaupun Adit sudah melakukan quality control, masih ada saja pelanggan yang sedetail itu dengan produknya.

“Kadang yang meleset itu ya dari vendor di sana. Aku kan enggak bisa melihat langsung, jadi susah juga kalau mau mengontrol ke sana. Kayak kemarin itu, ada yang komplain soal jaket karena menurut dia jahitannya kurang bagus. Pada akhirnya, aku jelaskan sih kenapa jadi seperti itu secara jujur. Komunikasi itu harus tetap dijaga asal cara penyampaiannya baik. Mereka akan paham,” tutur Adit sembari menyesap minuman di hadapannya.

Sempat merasa jatuh, Adit pernah berkeinginan untuk menutup tokonya pada 2016 karena selama sebulan tidak ada yang membeli produknya. Tak patah semangat, Adit mulai bangkit untuk mencari tahu apa akar dari permasalahannya dan makin gencar melakukan promosi. Dia mengungkapkan, dirinya tak bisa berhenti berbisnis. Kadang, dia menceritakan masalah tersebut ke teman-temannya dan meminta solusi. Teman-temannya pula yang selalu mendukung dan meyakinkan dirinya jika dia bisa melewati semua masalah.

“Panutan saya itu Peter Firmansyah, pemiliknya Peter Says Denim. Awal buka usaha itu juga ada terinspirasi dari dia. Kadang kalau saya lagi down, saya melihat video-video dia saat sukses dan bagaimana membangun brand,” lanjutnya.

Hal terkesan yang dialami Adit selama merintis Ditz adalah pernah membuat suatu acara penghargaan berbentuk konser musik pada 2016 bagi mereka yang sudah pernah memakai produk dari Ditz. Hal itu dilakukan Adit sebagai ucapan terima kasihnya karena bisnisnya bisa eksis dan berkembang berkat bantuan mereka, terutama di kalangan musisi band metal.

“Harapannya sih pengin mengembangkan bisnis ini di luar Samarinda dengan buka cabang di kota lain. Seperti pelanggan di Jakarta itu banyak yang nanya kapan buka di sana. Antusiasme pelanggan terlihat. Tanggapan mereka selalu positif,” tutup alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Mulawarman itu. (*/ysm*/rdm)

loading...

BACA JUGA

Senin, 22 Oktober 2012 10:16

Mitra Teras Mantap di Puncak

<div> <div> <strong>BALIKPAPAN</strong> &ndash; Kesebelasan Mitra Teras…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*