MANAGED BY:
JUMAT
24 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM PEMBACA

Sabtu, 30 Maret 2019 10:10
Deskripsi Nilai Tauhid di Masyarakat Sosial
Restu Aulia

PROKAL.CO, TANA PASER - Kebudayaan yang berkembang pada masyarakat merupakan akumulasi dari berbagai macam unsur, mulai dari teknologi, pendidikan, agama, kultur setempat dan yang lainnya. Di mana sebuah kebudayaan akan mencerminkan tingkat sosial masyarakat tersebut. Di sini penulis akan sedikit banyak membahas bagaimana kepercayaan atau agama mampu merekonstruksi sebuah paradigma masyarakat dan budaya setempat. Adapun agama atau kepercayaan yang dimaksud disini adalah ajaran Nabi Muhammad yang pangkal dari ajarannya tersentral pada nilai-nilai ketauhidan (perbudakan pada satu dzat: tuhan).

Konsep ketauhidan ajaran Islam tercermin pada gerbang awal masuknya seseorang menjadi seorang muslim, dengan kalimat syahadat: bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang pantas untuk di sembah kecuali Allah. Hal ini menegaskan peniadaan perbudakan pada apapun, baik itu teknologi yang berkembang, ilmu pengetahuan, atau bahkan sesama manusia, kecuali perbudakan pada tuhan. Konsep ini akan mampu meninggikan derajat manusia yang tidak mengenal ketakutan, kecintaan, dan pengharapan kecuali pada dzat yang paling agung.

Dari pemaparan di atas maka dapat dipahami, bahwa nilai-nilai ketauhidan akan mampu memunculkan sebuah konsep yang mengarah pada tujuan pembebasan manusia untuk terkungkung pada konsep-konsep yang membelenggu mereka sebagai manusia yang dibekali dengan keagungan, dalam tataran kemanusiaannnya.

Sehingga pengembangan masyarakat dan pemberian pandangan sosial akan terjauhkan dari teori-teori yang menyesatkan, sebut misalnya teori sosial yang Marxisme yang akan mengarahkan adanya status kelas sosial dipandang dari kondisi sosial orang tersebut. Dan bukan pada nilai-nilai pembelaan keadilan yang diharapkan mampu memberikan pembelaan pada masyarakat-masyarakat yang lemah dan marginal.

Berbicara nilai ketauhidan, maka disini yang dimaksud adalah nilai-nilai yang ada pada ajaran agama Islam. Maka transformasi nilai-nilai tauhid pada masyarakat sosial, memiliki makna nilai-nilai yang ada pada al quran dan sunnah pada masyarakat sosial. Pada masa sekarang, nilai-nilai ketauhidan tidak dapat sekedar diinterpretasikan hanya sekedar pada tataran mistis dan ideologi saja, akan tetapi perlu adanya perumusan konsep-konsep normatif Islam sebagai teori.

Seperti yang telah disebutkan di atas, teori tauhid berujung pada adanya kesamaan status sosial pada masyarakat. Sebab Islam memandang seseorang bukan hanya pada tataran materialnya saja, akan tetapi lebih pada seberapa besar tingkatan keimanan dan nilai-nilai ketuhanan yang telah ia yakini dan dilaksanakannya.

Dari situ kita dapat memahami bahwa ajaran tauhid jika dimasukkan dalam sosial masyarakat, maka akan menimbulkan sebuah efek pemerataan dan keadilan secara kolektif. Karena hal itulah yang di ajarkan oleh tuhan melalui kitab sucinya dan ucapan-ucapan rasulnya. Misalnya pada ajaran zakat dan warisan. Zakat memberikan gambaran tentang adanya penghapusan monopoli modal usaha secara indifidual. Sedangkan konsep warisan memberikan gambaran adanya monopoli modal usaha yang cukup besar yang dilaksanakan secara kolektifitas, dan bukan monopoli individual.

Hal inilah yang menjadikan ajaran Islam menuntut pengikutnya untuk selalu berperilaku keadilan dan memihak pada kaum yang terpinggirkan. Lain dengan konsep Marxisme, yang membuat kelas-kelas sosial dan pada akhirnya menjadikan kelas bawah semakin terpojokan oleh kaum kelas atas. (/jib)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 17 Mei 2019 10:53

Melihat Pahala

PEMANDANGAN biasa yang terjadi setelah sepuluh hari Ramadan ke atas…

Kamis, 16 Mei 2019 15:49

Dahsyatnya Pengaruh Perkataan

Oleh: Afriani Nur Fitri Masyarakat Kutai Timur   HAI sobat…

Kamis, 16 Mei 2019 15:48

Pelecehan Seksual di Kampus: Jalan Damai Apakah Cukup?

Oleh: Andi Wahyu Irawan  Dosen Bimbingan Konseling Universitas Mulawarman SEJUMLAH…

Rabu, 08 Mei 2019 20:08

Mengenal (sedikit) Tentang Plagiarism

Menulis itu gampang gampang susah atau susah susah gampang. Sebagai…

Sabtu, 27 April 2019 10:05

Tepis HOAX Dan Kecurangan, Publikasikan Form C1!

Oleh Herdiansyah Hamzah Pengamat Politik Beberapa hari terakhir ini publik…

Senin, 22 April 2019 10:36

Perlambatan Ekonomi Indonesia dan Peningkatan Kompetensi ASN

 Oleh : Dewi Sartika, SE, MM Peneliti Pusat Pelatihan dan…

Rabu, 17 April 2019 10:25

Cegah Laka, Banyak Pihak Terlibat

KECELAKAAN tidak melulu disebabkan kondisi kendaraan. Ada pula faktor kesalahan…

Kamis, 11 April 2019 10:48

Justice For Audrey. Ini Penyebab Pelaku Lakukan Bully

Jagat belantara maya saat ini sedang memberikan perhatian penuh pada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*