MANAGED BY:
KAMIS
23 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 28 Maret 2019 09:31
Bisnis Mal Naik, Tapi Tenant Nasional Belum Lirik Kaltim
Salah mal di Kaltim. Bisnis mal di Bumi Etam masih belum menarik di mata investor. Ini terlihat dari sulitnya tenant nasional diajak masuk ke Kaltim. Dampak anjloknya bisnis batu bara beberapa tahun lalu disebut menjadi masalah utamanya.

PROKAL.CO, SAMARINDA - Bisnis mal di Bumi Etam masih belum menarik di mata investor. Ini terlihat dari sulitnya tenant nasional diajak masuk ke Kaltim. Dampak anjloknya bisnis batu bara beberapa tahun lalu disebut menjadi masalah utamanya.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Kaltim Aries Adriyanto menyatakan, meski bisnis mal di Kaltim ini mulai menunjukkan pergerakan positif, tak lantas mampu menarik minat investor atau tenant besar masuk.

“Saya pribadi mengakuinya. Sulit sekali sekarang mengajak tenant masuk. Alasan mereka masih menunggu. Kalau pun mau, itu harus franchise. Banyak tenant nasional yang masuk ke Balikpapan ini franchise. Harga untuk satu brand biasanya Rp 12-15 miliar paling murah,” tuturnya ditemui di Plaza Balikpapan, Selasa (26/3).

Ia menjelaskan, ketika era berjayanya batu bara, Kaltim sangat menarik di mata investor. Khususnya yang bergerak di bidang bisnis mal. Tidak heran dulu banyak tenant yang mau masuk. Dan sekarang justru satu per satu tenant mulai angkat kaki.

Seperti Farmers Market, kinerja penjualannya ia sebutkan pada 2012 mampu tumbuh di atas 30 persen. Namun ketika anjlok, supermarket tersebut belum mampu menuju kinerja seperti saat era emas batu bara. “Ya tumbuh tapi hanya bisa mencapai 20 persen,” bebernya.

Bahkan, banyak mal yang memilih menerapkan biaya sewa gratis di Kaltim ini. Hal itu untuk menarik investor. Tapi tetap saja masih belum mampu menghasilkan hal positif. “Kita tahu, dulu orang membelanjakan uang mereka cukup kencang. Sekarang lebih banyak yang menahan, beli seperlunya dulu,” kata Aries.

Adapun indikator tenant nasional mau langsung masuk ke suatu daerah atau ke Kaltim, dilihat dari berapa jumlah penduduk dan kondisi daya belinya bagaimana. Kalau di Balikpapan, daya beli sudah membaik, hanya populasinya tidak cukup banyak. Kalau Samarinda, populasi banyak namun daya beli masih belum membaik.

Ia mengungkapkan, sejatinya dari sisi traffic mal yang ia kelola tumbuh positif. Weekdays tahun lalu sekitar 18 ribu jiwa, sekarang 23 ribu jiwa per hari. Kemudian, weekend sekarang 48 ribu jiwa. “Dan Balikpapan ini masih menjadi pusatnya Kaltim. Orang-orang daerah banyak yang datang ke Balikpapan di hari libur,” ungkapnya.

Kemungkinan bisa menarik tenant masuk, ketika apartemen Borneo Bay sudah beroperasi. Kemudian, tenant masih wait and see, melihat hasil pemilu. Pasca-pemilu, satu tahun mereka melihat bagaimana traffic di mal. Baru mereka mulai berani. “Kalau di Kaltim sekarang ini masih merangkak naik. Belum kembali di masa kejayaan,” serunya.

Store General Manager Hypermart Balikpapan M Khadafi menuturkan, kalau dibandingkan masa jayanya batu bara, pihaknya masih belum bisa kembali ke kinerja kala itu. “Orang dulu membeli tanpa berpikir panjang. Sekarang beli secukupnya, apa yang habis ya dibeli. Kalau dulu dilihat menarik bisa dibeli,” tuturnya.

Dari sisi bucket size mengalami penurunan jika dibanding ketika emas hitam di puncak. “Kalau per tahun ada peningkatan tipis, tapi masih belum bisa mencapai waktu dulu,” pungkasnya. (aji/ndu/k15)


BACA JUGA

Kamis, 23 Mei 2019 14:40

Tekan Harga Daging Sapi, Masyarakat Bisa Beralih ke Daging Beku

BALIKPAPAN- Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Wilayah (Kanwil) V…

Kamis, 23 Mei 2019 14:38
Bank Mandiri Balikpapan Siapkan Rp 1 T

Layani Penukaran Uang dengan Mobil Keliling

BALIKPAPAN- Bank Mandiri Area Balikpapan menyiapkan armada keliling untuk melayani…

Kamis, 23 Mei 2019 14:31

Dorong Transaksi dengan Midnight Sale

BALIKPAPAN- Momentum peak season Ramadan atau jelang Lebaran bakal digunakan…

Kamis, 23 Mei 2019 12:50

Tarif Pesawat Terus Dipelototi

JAKARTA – Tiket pesawat menjadi atensi masyarakat saat musim mudik.…

Kamis, 23 Mei 2019 10:49

Bisnis Online Terhambat Jaringan

SANGATTA–Bisnis berbasis dalam jaringan (daring/online) yang kian menjamur di Tanah…

Rabu, 22 Mei 2019 10:03

Sehari Kaltim Hasilkan 80 Ton Ikan

SAMARINDA-Kepastian stok ikan di Kaltim memang tak perlu diragukan. Konsumsi…

Rabu, 22 Mei 2019 10:01

Optimistis Kelapa Sawit Tingkatkan Kinerja Ekspor

SAMARINDA-Sejak awal 2019, berbagai tantangan dari luar negeri maupun dalam…

Rabu, 22 Mei 2019 09:57

Targetkan Outflow Ramadan Rp 5,3 Triliun

SAMARINDA-Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim menargetkan kebutuhan uang tunai…

Selasa, 21 Mei 2019 13:59

Tunggu Izin Lingkungan, Rencana Reklamasi Pelabuhan Tetap Dijalankan

BALIKPAPAN- PT Pelindo IV tampaknya harus lebih bersabar untuk melanjutkan…

Selasa, 21 Mei 2019 13:55

Hati-Hati Peminjaman Online

SAMARINDA- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong pertumbuhan industri peer-to-peer…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*