MANAGED BY:
SELASA
25 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Rabu, 27 Maret 2019 12:08
Warga Venezuela yang Hidup di ’’Neraka Gelap’’
Semua Jadi Gila saat Listrik Mati
Warga Venezuela melakukan protes. (nationalinterest)

PROKAL.CO, Masyarakat Venezuela ingin melupakan kejadian tragis yang disebabkan lumpuhnya jaringan listrik nasional awal Maret lalu. Namun, mereka kembali dihadapkan pada kemungkinan bencana yang sama Senin lalu (25/3).

 

JALANAN Karakas, ibu kota Venezuela, dipenuhi ribuan orang Senin siang. Orang-orang itu adalah pegawai yang dipulangkan lebih cepat karena kantor mereka tak bisa beroperasi.

’’Lampunya tiba-tiba menggila. Seakan-akan ada yang akan meledak,’’ ujar Denis Mendoza, pekerja call center di pusat kota Karakas, kepada The Guardian.

Langkah pria 28 tahun itu berat. Dia harus berjalan 90 menit menuju rumahnya di Petare, wilayah pinggiran Karakas. ’’Saya hanya berharap (mati listrik tak berlangsung lama, Red). Tapi, mungkin harapan saya salah,’’ ujar Mendoza.

Saat listrik tak tersedia, kota-kota Venezuela serasa pasien koma. Metro, kereta dalam kota, yang biasanya mengangkut ribuan pekerja tak bisa beroperasi. Warga pun hanya berharap bisa berjejalan di dalam bus.

’’Saya tidak tahu bagaimana pulang ke rumah. Kalau berjalan, saya butuh 2 jam,’’ ujar Ana Gonzalez, penjaga toko produk kebersihan, kepada AFP. Perempuan 64 tahun itu mengaku tak sanggup memaksakan diri masuk ke bus. Namun, dia juga tak kuat berjalan lama.

Untung, lampu yang mati pada pukul 13.20 waktu setempat kembali menyala saat malam. Menteri Komunikasi Venezuela Jorge Rodriguez langsung membusungkan dada. Tentu, dia tetap menyebut Amerika Serikat sebagai pelaku sabotase.

Namun, rakyat tak begitu saja percaya. Dalam krisis ekonomi dan kemanusiaan yang berkepanjangan, mereka tak lagi menelan omongan politisi begitu saja. ’’Semua politisi hanyalah pembohong. Baik Maduro maupun oposisi,’’ ujar Jose Jaramillo, 32, pekerja konstruksi.

Mereka sadar betul bahwa pemerintah tak bisa diandalkan. Apalagi, masalah yang berhasil diatasi hanya listrik di Karakas. Menurut media lokal, listrik 14–16 negara bagian belum sembuh hingga kemarin (26/3). ’’Pasti nanti mereka menyalahkan gringos (bule, Red). Jangan-jangan mereka sendiri yang menyabotase agar kita benci mereka,’’ ujar Michael Rodríguez.

***

Maria Vilallobos, jurnalis lokal, menangis sejadinya mengingat La Locura yang terjadi di Maracaibo. La Locura berarti kegilaan. Itu adalah sebutan tentang momen ketika penduduk kota terbesar kedua di Venezuela tersebut mengalami mati listrik masal. Selama tiga hari, mereka berada di neraka dunia. Gelap. Gulita. Ricuh.

’’Saya pikir, semua ini akan menjadi awal perang sipil. Di mana-mana, saya melihat kengerian, ketakutan, dan keputusasaan,’’ ungkapnya.

Banyak juga yang menduga bahwa bencana itu adalah tanda-tanda kiamat yang diciptakan para iblis. ’’El demonio (para setan, Red),’’ ujar Betty Mendez, penjaga toko lokal, saat ditanya penyebab kericuhan itu.

Saat listrik lumpuh 7 Maret lalu, sebanyak 1,9 jiwa penduduk Macaraibo mulai mendidih. Setelah tiga hari, kemarahan mereka langsung meledak. Mereka bagaikan kerasukan dan langsung menjarah apa pun yang tersimpan di toko.

Juan Carlos Koch menyebutkan, 106 dan 270 toko di pusat perbelanjaan yang dikelolanya hancur lebur. Hotel Birsas del Norte dibuat berantakan oleh massa yang mencapai 100 orang.

’’Seperti gelombang tsunami yang menyapu gedung,’’ ujar Simaray Cardozo, manajer Hotel Virgin of Carmen.

Para pengusaha dan pekerjanya tidak hanya takut menjadi korban penjarahan. Justru, mereka lebih takut kalau ke depan mereka berubah menjadi penjarah. Sebab, keluarga mereka juga kelaparan.

’’Yang paling menyedihkan, insiden ini bukan yang terakhir. Setiap kali mati listrik terjadi, keributan yang lebih besar bisa terjadi,’’ kata Maria Villalobos, istri pebisnis yang mengaku ikut menjarah. (bil/c5/dos)

 

 

Bahaya Mati Lampu di Venezuela

– Mati listrik kali pertama terjadi selama seminggu sejak 7 Maret 2019.

– Puncaknya, dari 23 negara bagian, 18 di antaranya gelap dan lumpuh akibat listrik padam berkepanjangan.

– Awalnya, listrik dikabarkan mati karena jaringan kabel rusak akibat kebakaran semak. Namun, rezim Maduro menuduh AS sebagai pelaku sabotase kerusakan tersebut.

– Setidaknya 43 kematian terjadi karena lumpuhnya jaringan listrik.

– Sebagian besar toko tutup atau hanya menerima dolar. Itu memicu penjarahan besar-besaran. Setidaknya 350 toko dijarah.

 

Sumber: AFP, Associated Press, dan The Guardian


BACA JUGA

Senin, 24 Juni 2019 13:20
Oleh-Oleh dari Junior Recital Violin Classic

Menggesek Biola Tidak Sembarangan, Mood Mesti Dijaga

Memiliki kepercayaan diri dan menghargai pencapaian yang dimiliki selama ini,…

Kamis, 13 Juni 2019 14:21

Festival Balon, Jalan Tengah untuk Melestarikan Tradisi dan Menjaga Keamanan Penerbangan

Festival di Ponorogo dan Pekalongan berlangsung tanpa melanggar aturan tentang…

Minggu, 02 Juni 2019 17:39
Kisah Asmuni Membangun Rumah Makan Sukma Rasa

Dari Jualan Keripik, Pernah Jadi TKI, hingga Sukses di Usaha Kuliner

Siapa yang bersungguh-sungguh pasti berhasil. Asmuni, pemilik Rumah Makan Sukma…

Sabtu, 01 Juni 2019 13:23

Ini Cerita Petualangan Matteo Nanni Bermotor dari Italia ke Indonesia

Dari Italia, Matteo Nani sudah berkendara enam bulan hingga sampai…

Selasa, 28 Mei 2019 14:57
Dari Mengaji Mereka Mengharumkan Nama Kaltim di Tingkat Dunia: Syahroni (2)

Gelar Juara Diakui Tak Lepas dari Hobi Nyanyi

Ramadan tahun ini, sangat lengkap bagi Syahroni. Ustaz perantauan asal…

Senin, 27 Mei 2019 15:46
Mahmud ”Hypegrandy”, Kakek Gaul Penggemar Gaya Hypebeast yang Viral

Dandanan Boleh Kekinian, tapi Hobi Tetap Ternak Burung

Kemeja, celana bahan, dan sepatu pantofel tampaknya sudah so yesterday…

Minggu, 26 Mei 2019 13:31
Mencicipi Pengalaman Ramadan di Oxford (2–Habis)

Gelar Kajian Quran Sebelum Berbuka Puasa

SEPERTI umumnya kegiatan muslim di berbagai negara, kami juga menjalani…

Kamis, 23 Mei 2019 11:24
Bilkis Bano, Tunggu Keadilan Selama 17 Tahun

Dapat Rumah, Pekerjaan, Kompensasi Miliaran

Kerusuhan di Gujarat, India, 2002 lalu telah merenggut kehormatan dan…

Kamis, 16 Mei 2019 14:55
Berbincang dengan dr Joseph, Bule Brazil Penjaga Pohon Kurma di Islamic Center

Bule Rawat 165 Pohon Kurma tanpa Digaji, Yakin Kurmanya Berbuah Tiga Tahun Lagi

Masjid Hubbul Wathan Islamic Center ditanami 165 pohon kurma. Uniknya,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*