MANAGED BY:
RABU
26 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Selasa, 26 Maret 2019 10:16
Orang Utan Imut-Imut Selundupan WN Rusia
DARI MANA ASALNYA?: Orang utan yang akan diselundupkan oleh Andrei Zhestkov kondisinya mulai membaik.

PROKAL.CO, DENPASAR – Warga Negara Rusia, Andrei Zhestkov, pelaku penyelundupan orang utan yang ditangkap pada Jumat (22/3) pukul 22.30 di Terminal Keberangkatan Internasional Bandara Ngurah Rai resmi menjadi tersangka. Dia dijerat Pasal 21 ayat 2 huruf a dan c Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem. “Ancamannya hukuman 5 tahun dan denda Rp 100 juta. Selain seekor orang utan juga ditemukan dua ekor tokek, dan 4 ekor bunglon,” ucap Kapolresta Denpasar Kombespol Ruddi Setiawan (25/3).

Dilansir Bali Express, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus jual beli satwa yang dilindungi ini. Rencananya juga melakukan pemeriksaan saksi ahli dari BKSDA Bali terkait dengan asal usul orang utan yang dimaksud. Serta melakukan pemberkasan untuk segera dilakukan pelimpahan ke Kejaksaan Negeri Badung.

 Sementara sejak diperiksa oleh petugas tersangka mengaku membeli orang utan ini dari Jawa seharga USD 300. Anak orang utan berjenis kelamin jantan berumur sekitar 2 sampai 3 tahun dibius dengan cara diberikan tablet bius yang dicekoki melalui spuit alat suntik dengan kerja obat selama 2-3 jam. Sementara pihak kepolisian belum mendapatkan kepastian berapa lama orang utan ini berada di tangan tersangka. Hanya saja pengakuannya perjalanan dari Jawa ke Bali hanya menggunakan kotak saja. Kemudian diberi obat bius yang bisa bertahan sepuluh jam.

“Pengakuan tersangka orang utan dari Jawa. Kalau dapat di mana dia belinya akan kami proses. Sementara masih kami selidiki. Ini kan rencananya akan dijual lagi,” ujarnya.

 Hal ini diketahui saat kopernya digeledah, ditemukan spuit dan obat bius. Rencana penerbangan akan transit di Korea dan akan ditambahi lagi obat bius di sana untuk melanjutkan perjalanan ke Rusia. Sementara, barang bukti orang utan di serahkan ke BKSDA dan tersangka sendiri ditahan oleh KP3.

 Saat dihadirkan di depan awak media, kondisi orang utan ini diakui oleh Kepala Balai Karantina Denpasar I Putu Teruna Negara bahwa tersangka tidak memiliki kelengkapan dokumen kesehatan karantina hewan yang menyertai satwa tersebut. Padahal dokumen ini sangat penting guna untuk mencegah penyebaran penyakit. Mengingat Bali masih dinyatakan tertutup terkait HPR.

 “Tentu saja melanggar Undang-undang nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. Juga tidak dilaporkan kepada petugas Karantina di Bandara Internsional I Gusti Ngurah Rai,” ucapnya.

 Pihaknya kemudian berkoordinasi dengan BKSDA Bali terkait kondisi orang ini. Karena yang paling utama adalah keselamatan satwa sendiri. Sementara dari pihak Balai KSDA Bali, menyampaikan pada saat ini kondisi orang utan ini baik dan sehat. Pasca menerima informasi ini, akan segera dilakukan tes DNA untuk mengetahui masuk spesies yang mana. Apakah orang utan dari Sumatera atau dari Kalimantan. Selain itu juga akan menyiapkan alternatif pemulangan ke habitat aslinya.

 Selama di tangan tersangka, satwa ini diberi minum susu. Dan terkait pemulihannya, disebut tergantung dari kondisi satwa dalam memulihkan insting liarnya . Bisa memakan waktu paling singkat sebulan hingga tiga bulan. Sementara rencana satwa ini akan dititipkan ke Taman Safari lantaran pertimbangan kelengkapan fasilitas, keamanan dan keselamatan. Selain itu di taman Safari juga telah lahir hasil breeding orang utan yang seumuran dengan satwa ini. (afi/aim)


BACA JUGA

Rabu, 26 Juni 2019 15:05

Mengorek Hasil Penelitian Balai Arkeologi Papua Dua Tahun Terakhir

Tak ada masa depan bila tak ada cerita masa lalu.…

Rabu, 26 Juni 2019 14:46

Berharap Kuota Tambahan Jadi Permanen

JAKARTA - Menteri Agama (Menag) berharap tambahan kuota haji sebanyak…

Rabu, 26 Juni 2019 14:46

Jaksa KPK Kembali Panggil Lukman dan Khofifah

JAKARTA – Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantsan Korupsi (JPU KPK)…

Rabu, 26 Juni 2019 14:43
KPK Terus Dalami Keterlibatan Pihak Lain

Yasonna dan Taufiq Effendi Penuhi Panggilan KPK

JAKARTA – Penyidikan kasus dugaan korupsi KTP elektronik atau e-KTP…

Rabu, 26 Juni 2019 14:36
Rekrutmen Calon Pimpinan KPK

Sembilan Jenderal Polri Lolos Seleksi Internal Capim KPK

JAKARTA – Masih ada waktu sampai Kamis (4/7) untuk mendaftarkan…

Rabu, 26 Juni 2019 14:33

Berlaku Sistem Baru, Jumlah Pendaftar SBMPTN Turun

JAKARTA - Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) resmi menutup…

Rabu, 26 Juni 2019 14:20
Peneliti UGM Rilis Hasil Riset Penyebab Petugas KPPS Meninggal

KPPS Tak Ada Yang Diracun, tapi Anggap KLB

JAKARTA – Peneliti asal Universitas Gadjah Mada (UGM) memaparkan penyebab…

Rabu, 26 Juni 2019 12:40

Venue PON XX Papua Selesai Juni 2020

JAKARTA  – Progres Konstruksi 4 Venue PON XX Papua diyakini…

Selasa, 25 Juni 2019 13:49

Sehari, Indonesia Diguncang 53 Kali Gempa

JAKARTA – Sepanjang senin (24/6) kemarin, wilayah Laut Banda diguncang…

Senin, 24 Juni 2019 13:27

DPR Perjuangkan Tambahan Dana Parpol

JAKARTA – Pagu indikatif bantuan dana untuk parpol pada APBN…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*